×
Ad

Makan Salad Terus Tapi Berat Badan Gak Turun-turun? Ini Alasannya

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Senin, 13 Apr 2026 05:00 WIB
Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij
Jakarta -

Salad sering jadi pilihan menu diet karena dianggap rendah kalori dan menyehatkan. Namun, hanya mengandalkan makan salad ternyata tidak cukup untuk mempercepat penurunan berat badan.

Melansir dari The Korea Times (6/4), banyak orang memilih mengganti makanan utama dengan salad dengan harapan hasilnya lebih cepat terlihat. Padahal, penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada jenis makanan, tetapi juga pada keseimbangan nutrisi dan pola makan secara keseluruhan. Tanpa perhitungan yang tepat, hasilnya justru bisa tidak optimal.

Salad memang kaya serat dari sayuran segar, sehingga bisa membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, jika hanya terdiri dari sayuran, tubuh bisa cepat merasa lapar kembali. Kondisi ini justru berpotensi membuat asupan makanan menjadi tidak terkontrol di waktu berikutnya.

Pakar menekankan pentingnya memiliki pola makan yang mempertahankan rasa kenyang. Salah satunya dengan memadukan salad bersama sumber protein dan lemak sehat.

Salad memang bagus, tetapi isiannya perlu diperhatikan. Sebaiknya dicampur dengan protein dan lemak. Foto: Getty Images/Magda Tymczyj

Studi menunjukkan bahwa ketika protein melewati saluran pencernaan, protein tersebut merangsang pelepasan hormon yang disebut GLP-1. Hormon ini menciptakan rasa kenyang melalui mekanisme yang sama dengan bahan utama dalam obat penurun berat badan Wegovy.

Sumber protein yang bisa dipadukan dengan salad, antara lain daging sapi, daging ayam, tahu, dan telur. Pilih daging yang rendah lemak, seperti dada ayam.

Kemudian, pakar mengatakan sumber protein harus dikombinasikan dengan sumber serat, seperti ang ditemukan dalam apel, kiwi, dan blueberry. Serat ini akan mencapai usus besar dan memicu hormon kenyang tambahan.

Faktanya, beberapa studi telah menunjukkan bahwa diet tinggi protein efektif dalam mengurangi nafsu makan dan mendorong penurunan berat badan.

Secara khusus, mengonsumsi protein yang cukup saat sarapan cenderung mengurangi asupan kalori harian total. Namun, ini tidak berarti karbohidrat harus dihilangkan sepenuhnya.

Karbohidrat juga merupakan sumber energi penting, jadi tetap perlu dikonsumsi. Jika salah satu komponennya kurang, maka ada risiko lebih tinggi kamu kehilangan massa otot atau makan berlebihan.



Simak Video "Review Makanan Bertabur Serangga hingga Jangkrik di Restoran Singapura"

(Dita Aliccia Armadani/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork