3 Efek Samping Diet Telur Rebus yang Jarang Diketahui

3 Efek Samping Diet Telur Rebus yang Jarang Diketahui

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Rabu, 04 Mar 2026 05:00 WIB
12 trik bikin telur rebus mulus
Foto: Istimewa
Jakarta -

Diet telur rebus belakangan ramai diikuti karena dianggap praktis dan cepat menurunkan berat badan. Cukup rajin makan telur rebus selama beberapa hari, berat badan diklaim bisa turun drastis.

Dilansir dari mStar (1/3), di balik keunggulannya, ternyata ada beberapa efek samping yang perlu dipertimbangkan sebelum menjalani diet telur rebus, meski telur memang dikenal sebagai sumber protein yang baik dan mengenyangkan.

Akan tetapi, jika pola makan hanya berfokus pada telur tanpa variasi makanan lain, tubuh bisa kekurangan zat gizi penting. Tubuh tetap memerlukan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral dari berbagai sumber makanan, seperti nasi, sayur, dan buah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat tren diet telur rebus yang semakin populer, laman Facebook Public Health Malaysia menyorotinya. "Telur adalah jenis superfood yang sangat bagus, murah, dan kaya nutrisi jika menjadi bagian dari pola makan gizi seimbang," tulis pihak mereka.

Namun hanya menjadikan telur sebagai satu-satunya asupan makanan adalah salah satu bentuk penyalahgunaan organ, menurut Public Health Malaysia.

ADVERTISEMENT

Berikut 3 efek samping diet telur rebus yang jarang diketahui:

Boiled eggs in egg cup on a white plateDiet dengan hanya mengunsumsi telur rebus dipercaya membantu menghilangkan lemak tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nirad

1. Benarkah lemak tubuh bakal hilang?

Penurunan berat badan mendadak di minggu pertama jalani diet telur rebus biasanya hanya ilusi. Sebab ketika seseorang mengurangi asupan karbohidrat secara ekstrem, maka tubuh akan membakar cadangan energi darurat (glikogen) di otot.

Setiap garam glikogen mengikat 3 gram air. Jadi, berat badan yang hilang adalah air dalam tubuh, bukan lemak perut yang membandel.

2. Sembelit kronis

Telur merupakan sumber protein yang sangat tinggi, tetapi tidak mengandung serat sama sekali.

Ketika usus tidak menerima serat dari asupan sayuran atau buah-buahan selama berhari-hari, maka sistem pencernaan akan berhenti berfungsi.

Akibatnya, tinja menjadi keras seperti batu dan akan memasuki fase ketosis yang menghasilkan gas keton.

Gas ini akan melepaskan bau aseton melalui napas Anda, menyebabkan mulut Anda berbau sangat aneh dan tidak dapat dihilangkan bahkan dengan menyikat gigi berkali-kali.

Mengupas telur rebusKonon juga dapat membantu menignkatkan metabolisme tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/iacu

3. Laju metabolisme melambat

Ketika tubuh kekurangan kalori dan berbagai nutrisi (mode kelaparan), maka otak akan mulai memecah otot sebagai sumber energi.

Semakin sedikit otot dalam tubuh, maka semakin lambat laju metabolisme. Akibatnya, begitu kamu berhenti diet telur dan mulai makan makanan biasa, berat badan akan kembali naik menjadi dua kali lipat dari berat badan semula. Hal ini disebut efek Yo-Yo.




(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads