Suasana Ramadan semakin terasa syahdu dengan berbuka puasa di restoran yang ada di pekarangan masjid Istiqlal. Menunya ada kofta hingga oum ali yang berempah.
Menikmati hidangan Timur Tengah kini bisa sambil meresapi suasana religi di jantung ibu kota. Ada restoran di kawasan Masjid Istiqlal yang masih terbilang baru.
Namanya Terasultan Istiqlal yang merupakan restoran Timur Tengah. Lokasinya yang berada di pelataran masjid membuat pengalaman makan terasa lebih berkesan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana nyaman, menu beragam, dan lokasi strategis jadi daya tarik utama. detikFood pun berkemsempatan menikmati buka puasa di restoran tersebut.
| Terasultan Istiqlal | |
| Jl. Masjid Istiqlal Jl. Taman Wijaya Kusuma, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710 | |
| +62 821-1831-1804 | |
| 24 jam | |
| Mulai Rp 50.000 per porsi. | |
| Makanan Timur Tengah | |
| Dine in, masjid, rooftop, parkir. | |
Berikut fakta menarik dan informasi seputar restoran Terasultan:
1. Milik Crazy Rich Pondok Indah
Terasultan Istiqlal milik Crazy Rich Pondok Indah, Muhammad Fitno. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Terasultan Istiqlal resmi dibuka di pelataran Masjid Istiqlal pada 2024 lalu. Lokasinya ada di area Gerbang Al Ghaffar (Gate 2/Gerbang Dua)
Bisnis ini milik crazy rich Pondok Indah, Muhammad Fitno, yang menggandeng pihak masjid Istiqlal. Kolaborasi ini memadukan kuliner Timur Tengah modern dengan ikon religi nasional.
Peresmiannya juga dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Beliau turut mengapresiasi kehadiran restoran nyaman di kawasan ibadah.
2. Berkonsep Arab modern
Area lantai 2 (roofftop) di Terasultan Istiqlal. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Terasultan Istiqlal bisa jadi pilihan untuk tempat buka puasa bareng teman atau rombongan keluarga. Suasana masjid yang magis memberi kesan tersendiri.
Cukup beberapa langkah dari restoran untuk menuju masjid, sehingga setelah berbuka puasa bisa langsung beribadah solat tarawih di masjid Istiqlal.
Buka puasa di sini juga sudah disajikan dengan takjil gratis berupa kurma.
Restoran ini berkonsep Arab modern. Area makannya cukup luas dengan dekorasi dan elemen khas Timur Tengah. Untuk lantai 2-nya berkonsep rooftop yang cocok untuk ngopi santai.
3. Menu Kofta jadi Andalan
Terasultan Istiqlal menawarkan kofta. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Menu yang ditawarkan di sini jelas khas Timur Tengah. Salah satu yang sayang dilewatkan adalah kofta atau dalam menunya dinamakan Kuftah.
Kami pesan varian ayam seharga Rp 73.000. Kofta merupakan olahan daging cincang khas Timur Tengah. Diracik dengan paterseli segar, bawang putih, bawang bombay, dan rempah khas Timur Tengah.
Seporsi kofta disajikan dua gilingan daging, roti pita, kentang goreng, dan salad. Dagingnya empuk dengan rasa bawang bombay dan bawang merah yang dominan.
Enak dimakan dengan roti pita yang empuk dan rasanya gurih. Saladnya segar, berisi selada, bawang bombay mentah, tomat, paprika, dan cabai merah panggang.
Tambahan kentang goreng yang asin gurih cocok jadi pengganti nasi untuk asupan karbohidrat.
4. Pilihan menu nasi kebuli dan nasi rendang
Terasultan Istiqlal menawarkan nasi kebuli ayam. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Tak lengkap rasanya jika ke restoran Timur Tengah tanpa mencicipi menu nasi kebuli. Kami memesan Kebuli Ayam seharga Rp 65.000 per porsi.
Nasi kebulinya menggunakan basmati. Diracik dengan rempah khas Timur Tengah, seperti kapulaga. Rasa kapulaganya yang tidak begitu kuat cocok di lidah orang Indonesia.
Tambahan kacang mede memberikan tekstur tersendiri. Kemudian disajikan dengan lauk ayam panggang satu potong yang empuk, gurih, manis, dan smokey tipis.
Menu nasi rendang di Terasultan Istiqlal. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Tak hanya menu khas Timur Tengah saja, restoran ini juga menawarkan masakan Nusantara, seperti Nasi Rendang Sultan seharga Rp 70.000 per porsi.
Menu ini berupa nasi putih yang disajikan dengan rendang. Porsinya cukup besar dengan tekstur rendang yang empuk, berempah, dan dominan manis gurih.
Kemudian disajikan dengan dua jenis sambal, yakni sambal ijo yang lebih segar dan sambal merah yang lebih pedas.
5. Teh Adeni hingga Oum Ali yang cocok jadi menu penutup
Menu oum ali yang cocok untuk dessert. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Oum Ali di restoran ini dibanderol Rp 45.000. Oum ali adalah hidangan penutup khas Mesir yang populer disajikan saat Ramadan.
Hidangan ini berupa puding roti yang creamy, dipadukan dengan susu, krim ,gula, kacang-kacangan, dan kismis. Isiannya royal dan teksturnya kompleks. Rasa manis, milky, dengan sentuhan rasa kayu manis yang tipis tapi hangat.
Teh adeni khas Yaman di Terasultan Istiqlal. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Ada juga teh adeni seharga Rp 65.000, yakni teh susu berempah khas kota Adeni, Yaman. Tehnya disajikan dalam teko dan disediakan 4 cangkir teh mungil.
Untuk gula pendamping teh susu disajikan terpisah. Sebenarnya, tanpa tambahan gula pun, rasa teh ini sudah nikmat. Perpaduan teh dan susunya terasa pas.
Ada jejak rasa rempah, seperti kapulaga, cengkeh, dan dominan kayu manis. Ada juga sentuhan rasa jahe yang memberikan sensasi hangat pedas di tenggorokan.
Simak Video "Video: Tradisi Bagi-bagi Bubur Suro untuk Buka Puasa di Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)








KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN