Mau Langsing saat Puasa? Ini 5 Tips Diet Sehat Selama Ramadan
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Bulan Ramadan kerap menjadi momen yang tepat untuk memulai pola hidup lebih sehat, termasuk menurunkan berat badan. Ini tips diet yang bisa diterapkan selama Ramadan
Meski waktu makan terbatas dari berbuka hingga sahur, bukan berarti upaya diet harus terhenti selama Ramadan. Dengan perencanaan yang tepat, puasa justru dapat membantu mengontrol asupan kalori, menjaga metabolisme, dan memperbaiki pola makan.
Kunci utamanya terletak pada pemilihan jenis makanan dan minuman, pengaturan porsi, serta tetap melakukan aktivitas fisik secara terukur. Menghindari minuman tinggi gula, membatasi gorengan, serta memperbanyak asupan protein dan sayuran menjadi langkah penting agar berat badan tetap terkendali.
Dilansir dari Diet Plan (02/03/2026), berikut panduan menurunkan berat badan selama Ramadan menurut Dr. Sonal Kolte, seorang ahli gizi asal India.
1. Perbanyak Konsumsi Air Putih dan Cairan Sehat
Air putih. Foto: Getty Images/AntonioGuillem |
Saat buka puasa, minuman manis seperti sirup, jus kemasan, dan es buah kerap menjadi pilihan utama. Padahal, minuman tersebut mengandung gula dan kalori tinggi yang dapat menghambat program penurunan berat badan.
Sebagai alternatif, pilih air putih atau teh tawar. Menyantap satu butir kurma dan segelas air putih saat buka puasa dapat membantu tubuh beradaptasi setelah berpuasa. Air putih tidak mengandung kalori dan membantu proses pembakaran lemak lebih optimal.
Selain itu teh hijau, teh melati, teh hibiscus, dan blue tea juga dapat menjadi pilihan untuk berbuka puasa karena mengandung antioksidan, serta membantu meningkatkan metabolisme dan menekan nafsu makan berlebih setelah berbuka.
2. Olahraga di Waktu yang Tepat
Aktivitas fisik tetap diperlukan selama Ramadan untuk menjaga metabolisme dan mencegah penumpukan lemak saat sahur atau buka puasa. Banyak orang menghindari olahraga selama Ramadan karena merasa energi menurun saat berpuasa. Namun, menghentikan aktivitas fisik selama satu bulan penuh justru kurang baik bagi kesehatan.
Waktu yang disarankan untuk olahraga ringan oleh ahli gizi adalah sekitar 30 menit sebelum sahur atau dua hingga tiga jam setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut, tubuh memiliki energi yang cukup sehingga tidak mudah lelah atau mengalami dehidrasi.
Olahraga juga membantu menjaga kesehatan jantung dan pernapasan, mengurangi rasa lesu, serta meningkatkan fungsi kognitif agar tetap fokus selama menjalani ibadah puasa. Pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh, misalnya jalan santai yang bisa dilakukan di mana saja.
3. Batasi Gula, Garam, Tepung Putih, dan Makanan Berlemak
Gorengan. Foto: Getty Images/Ika Rahma |
Gorengan seperti bakwan hingga tahu isi dan aneka makanan berlemak memang menggoda ketika waktu berbuka. Namun, makanan olahan dan gorengan umumnya tinggi gula, garam, lemak, serta kalori. Kandungan lemak trans pada makanan yang digoreng dapat memicu penumpukan lemak viseral, terutama di area tubuh bagian bawah.
Konsumsi garam berlebihan juga menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga memicu pembengkakan dan kenaikan berat badan. Makanan berat dan tinggi kalori dapat mengganggu keseimbangan asupan serta penggunaan kalori harian.
Karena itu, penting untuk kita menerapkan pola makan yang seimbang dengan membatasi makanan tinggi kalori agar indeks massa tubuh tetap terkontrol selama Ramadan.
4. Konsumsi Protein Rendah Lemak
Ilustrasi telur orak-arik Foto: Getty Images/iStockphoto/NataBene |
Protein berperan penting dalam menjaga rasa kenyang lebih lama tanpa menambah kalori berlebih saat bulan puasa. Sumber protein rendah lemak seperti daging tanpa lemak, telur, produk susu rendah lemak, kedelai dan olahannya, serta kacang-kacangan dapat menjadi pilihan saat sahur dan berbuka.
Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga membantu mengontrol nafsu makan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein dapat menurunkan hormon pemicu rasa lapar dan meningkatkan hormon yang menimbulkan rasa kenyang.
Pemenuhan kebutuhan protein harian sangat penting agar tubuh tetap bertenaga selama puasa sekaligus mendukung proses penurunan berat badan secara sehat.
5. Perbanyak Sayuran Selama Ramadan
Perbanyak Sayuran Selama Ramadan. Foto: iStock |
Sayuran mengandung serat tinggi yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, terutama saat asupan protein meningkat. Selain itu, sayuran umumnya rendah kalori dibandingkan makanan tinggi gula atau pati.
Kandungan serat yang tinggi membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga membantu mengontrol porsi makan saat buka puasa atau sahur. Sayuran hijau segar juga kaya vitamin dan mineral yang menjaga keseimbangan nutrisi meskipun asupan kalori dibatasi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sayuran mengandung zat gizi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi peradangan, serta membantu menurunkan kadar kolesterol. Dengan demikian, konsumsi sayuran mendukung kesehatan pencernaan dan kebugaran selama Ramadan, sekaligus membantu proses penurunan berat badan.
(sob/adr)
-
Resep Praktis3 Resep Kolak untuk Takjil Nikmat, Manisnya Bikin Nagih!
-
Resep PraktisResep Kentang Mustofa buat Stok Lauk Nikmat Selama Puasa
-
Resep Praktis3 Resep Takjil Berbahan Pisang yang Enak Buat Buka Puasa
-
AyamResep Ayam Bakar Bumbu Rujak yang Pedas Manis Buat Lauk




