Dua jenis mentega sering dipakai dalam proses pembuatan kue, salted butter dan unsalted butter. Namun, di antara keduanya mana yang lebih baik untuk baking?
Mentega merupakan salah satu bahan yang sering kali dipakai dalam resep kue. Bahkan, mentega merupakan komponen utama dalam beberapa jenis kue, seperti puff pastry hingga pie.
Saat meleleh, mentega melepaskan uap, meninggalkan rongga-rongga yang membentuk lapisan khas. Mentega juga memainkan peran struktural penting dalam adonan, seperti saat dikocok dengan gula, ia memerangkap gelembung udara.
Ada dua jenis mentega yang sering kali dipakai dalam membuat kue, yaitu salted butter atau mentega gurih dan unsalted butter atau mentega tawar. Penggunaan kedua jenis mentega ini mungkin sering membingungkan.
Lantas, bagaimana cara memutuskan apakah lebih baik menggunakan salted butter atau unsalted butter dan bagaimana pengaruhnya dalam tekstur kue?
Dilansir dari Tastingtable.com (12/4), berikut jawabannya!
1. Mengenal salted butter
Meskipun sama-sama mentega, tetapi komposisi antara salted butter dan unsalted butter berbeda.
Salted butter atau mentega asin biasanya ditambah garam sekitar 1,5-3%. Hal ini memberikan rasa gurih serta membuat mentega lebih tahan lama.
Dalam penggunaannya, salted butter biasa digunakan ketika kamu tidak menginginkan terlalu banyak garam dan penyedap rasa dalam makanan, tetapi ingin makanan tetap lezat dan gurih.
Salted butter pun cocok dipakai untuk membuat cookies yang membutuhkan rasa lebih menonjol, cake yang lembut, hingga pastry dan croissant.
2. Mengenal unsalted butter
Di sisi lain unsalted butter merupakan mentega yang tidak mengandung garam. Hanya terbuat dari lemak susu sapi. Rasanya pun creamy alami dan netral.
Tetapi penyimpanannya juga perlu diperhatikan. Lebih baik disimpan dalam freezer atau di kulkas yang dingin untuk memperpanjang masa simpannya.
Unsalted butter direkomendasikan untuk membuat kue kering, cake lembut, hingga pastry..
3. Unsalted butter dapat membatasi kadar garam
Alasan utama mengapa sebagian besar resep mengutamakan pemakaian unsalted butter karena hal tersebut ditujukkan untuk mengontrol rasa kue.
Ahli Garrelts mengungkap jika memanggang membutuhkan ketelitian dan banyak chef pastry menyukai unsalted butter sehingga mereka dapat mengontrol jumlah garam tepat dalam sebuah resep. Pasalnya ketika menggunakan unsalted butter, artinya kamu bisa menambah garam sesuai dengan kebutuhan.
Di sisi lain salted butter juga mengandung garam yang tidak pasti, sesuai dengan produk yang dipilih. Kandungan garam dapat sangat bervariasi. Biasanya salted butter mengandung antara 600 mg dan 900 mg per batang.
Jika menemukan resep yang membutuhkan salted butter tetapi kamu hanya punya unsalted butter, tandanya kamu bisa menambah 1/4 sendok teh garam per batang.
Sebaliknya, jika resepnya meminta penggunaan unsalted butter tetapi kamu hanya punya salted butter, kamu bisa menyesuaikan bahan asin lainnya agar mendapat rasa tepat.
Simak Video "Tips Bikin Garang Asem Bersama Veronica Tan dan Chef Eddrian"
(aqr/adr)