Dessert sering jadi penutup yang dinanti setelah makan di restoran. Namun, menurut sejumlah pastry chef, tidak semua dessert layak dipesan!
Memesan dessert jadi hal yang tak dilewatkan banyak orang saat santap di restoran. Pilihannya beragam, terasa dingin, manis, dan memuaskan.
Meski dessert di restoran banyak yang menggugah selera, beberapa sebenarnya malah dianggap 'red flag' oleh pastry chef. Hal itu karena dessert sering kali tidak dibuat segar atau berasal dari produk massal.
Dilansir dari HuffPost (8/3), beberapa pastry chef membagikan jenis dessert yang biasanya mereka hindari saat makan di restoran.
1. Cheesecake
Cheesecake menjadi salah satu dessert yang dianggap mencurigakan oleh pastry chef. Beberapa restoran diketahui menerima cheesecake dalam kondisi beku dari pemasok, kemudian hanya mendinginkannya sebelum disajikan.
Pastry chef Gus Castro bahkan pernah mengalami hal tersebut saat membeli cheesecake di sebuah restoran. Ia mengatakan kue tersebut harus menunggu dicairkan terlebih dahulu karena datang dalam kondisi beku.
2. Crème Brûlée
Dessert klasik ini juga sering dihindari oleh para pastry chef. Menurut mereka, banyak restoran menggunakan campuran bubuk instan untuk membuat custardnya.
"Crème brûlée adalah salah satu dessert yang tidak pernah saya pesan," kata Daniella Lea Rada, executive pastry chef untuk Signia by Hilton Atlanta.
Ia menjelaskan bahwa banyak restoran menggunakan bahan bubuk dan vanila imitasi agar biaya produksi lebih murah. Biasanya hasilnya juga terlalu matang dan teksturnya tidak lembut.
3. Brownies
Brownies juga termasuk dessert yang jarang dipesan oleh pastry chef ketika makan di restoran. Amelia Geist, pastry chef di The Lodge at Flathead Lake, mengatakan brownies sering kali dibuat dari campuran instan atau produk komersial.
Karena itu, menurutnya dessert ini tidak terlalu spesial untuk dipesan di restoran karena mudah dibuat sendiri di rumah.
(Dita Aliccia Armadani/Dita Aliccia Armadani)