Pastry Chef Ungkap 6 Dessert 'Red Flag', Sebaiknya Jangan Dipesan!

Pastry Chef Ungkap 6 Dessert 'Red Flag', Sebaiknya Jangan Dipesan!

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Selasa, 17 Mar 2026 11:30 WIB
Ilustrasi pie apel
Foto: Getty Images/etorres69
Jakarta -

Dessert sering jadi penutup yang dinanti setelah makan di restoran. Namun, menurut sejumlah pastry chef, tidak semua dessert layak dipesan!

Memesan dessert jadi hal yang tak dilewatkan banyak orang saat santap di restoran. Pilihannya beragam, terasa dingin, manis, dan memuaskan.

Meski dessert di restoran banyak yang menggugah selera, beberapa sebenarnya malah dianggap 'red flag' oleh pastry chef. Hal itu karena dessert sering kali tidak dibuat segar atau berasal dari produk massal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari HuffPost (8/3), beberapa pastry chef membagikan jenis dessert yang biasanya mereka hindari saat makan di restoran.

ADVERTISEMENT

1. Cheesecake

Jangan Salah Lagi! Ini 5 Cheesecake Populer, Tak Semuanya 'Burnt'Cheesecake menjadi salah satu yang dianggap mecurigakan oleh pastry chef. Foto: Taste Atlas

Cheesecake menjadi salah satu dessert yang dianggap mencurigakan oleh pastry chef. Beberapa restoran diketahui menerima cheesecake dalam kondisi beku dari pemasok, kemudian hanya mendinginkannya sebelum disajikan.

Pastry chef Gus Castro bahkan pernah mengalami hal tersebut saat membeli cheesecake di sebuah restoran. Ia mengatakan kue tersebut harus menunggu dicairkan terlebih dahulu karena datang dalam kondisi beku.

2. Crème Brûlée

creme bruleeCreme brulee juga perlu dihindari menurut pastry chef. Foto: iStock

Dessert klasik ini juga sering dihindari oleh para pastry chef. Menurut mereka, banyak restoran menggunakan campuran bubuk instan untuk membuat custardnya.

"Crème brûlée adalah salah satu dessert yang tidak pernah saya pesan," kata Daniella Lea Rada, executive pastry chef untuk Signia by Hilton Atlanta.

Ia menjelaskan bahwa banyak restoran menggunakan bahan bubuk dan vanila imitasi agar biaya produksi lebih murah. Biasanya hasilnya juga terlalu matang dan teksturnya tidak lembut.

3. Brownies

Brownies juga termasuk dessert yang jarang dipesan oleh pastry chef ketika makan di restoran. Amelia Geist, pastry chef di The Lodge at Flathead Lake, mengatakan brownies sering kali dibuat dari campuran instan atau produk komersial.

Karena itu, menurutnya dessert ini tidak terlalu spesial untuk dipesan di restoran karena mudah dibuat sendiri di rumah.

4. Molten Lava Cake

lava cakeAda juga molten lava cake yang dinilai menggunakan cokelat murah dengan kadar gula tinggi. Foto: Instagram

Molten lava cake terkenal dengan bagian tengah cokelat yang meleleh. Namun, beberapa pastry chef menilai dessert ini menggunakan cokelat murah dengan kadar gula tinggi.

"Biasanya dibuat dengan cokelat murah dengan kandungan gula yang tinggi" ujar Lea Rada. Tak jarang, molten lava cake juga sering dianggap seperti mengandung penambah rasa buatan.

5. Pie

Pie juga menjadi salah satu dessert yang kemungkinan besar dibeli dari pemasok luar. Menurut para chef, pie mudah disimpan dalam freezer sehingga banyak restoran memilih membelinya daripada membuat sendiri.

Beberapa jenis pie seperti lemon meringue atau cherry pie bahkan sering menggunakan penambah rasa buatan, bukan buah asli.

6. Dessert dengan Garnish Berlebihan

Tampilan dessert juga bisa menjadi tanda kualitasnya. Pastry chef Claudia Martinez mengatakan hiasan seperti whipped cream yang dibentuk bintang, daun mint, atau stroberi yang diukir seperti bunga bisa menjadi indikasi dessert berasal dari pemasok komersial.

Selain itu, terlalu banyak saus, karamel, atau potongan permen juga dianggap sebagai tanda dessert yang terlalu manis.

Meski demikian, para pastry chef menekankan bahwa kualitas dessert tetap bergantung pada restoran yang menyajikannya. Beberapa tempat tetap membuat dessert mereka sendiri dengan bahan berkualitas tinggi.

Halaman 2 dari 2
(Dita Aliccia Armadani/Dita Aliccia Armadani)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads