Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
WIB
wilayah Jakarta
Back
Hidangan Lebaran Komplet

Dulunya Pabrik Gula, Rest Area Heritage Km 260b Banjaratma Sarat Nilai Historis

Diah Afrilian - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Bagi pelintas Tol Trans Jawa di ruas tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, arah Jakarta, tentu akan melihat pemandangan Rest Area KM 260B Banjaratma yang bernilai sejarah ini.

Rest Area KM 260B Banjaratma ini aslinya adalah bangunan bekas pabrik gula yang di kreasi dan fungsikan untuk menjadi bernilai guna atas inovasi serta sinergi dari BUMN.
Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Sebuah rest area di jalur Trans Jawa punya kisah menarik. Tak hanya untuk tempat makan dan singgah, tetapi punya kisah sebagai pabrik gula berusia satu abad.

Di sepanjang jalur Tol Trans Jawa, terdapat banyak rest area yang menjadi tempat singgah para pengendara. Setiap rest area punya fasilitas dan nuansa yang berbeda-beda.

Di Brebes, ada rest area yang menawarkan pengalaman berbeda. Tempat istirahat sejenak ini justru menyimpan sejarah panjang yang bermula lebih dari satu abad lalu.

Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma, punya daya tarik sendiri. Tidak hanya fasilitas makanan dan tempat istirahatnya, tetapi bangunannya yang bernilai historis bikin pemudik penasaran.

Berikut ini 5 fakta unik Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma:

Bangunan bekas pondasi tungku uap mesin pabrik gula di Rest Area Heritage Banjaratma KM 260B, di ruas Tol Pemalang-Pejagan arah Jakarta, Brebes, Jawa Tengah.Bangunan bekas pondasi tungku uap mesin pabrik gula di Rest Area Heritage Banjaratma KM 260B, di ruas Tol Pemalang-Pejagan arah Jakarta, Brebes, Jawa Tengah. Foto: Amanda Christabel

1. Bekas Pabrik Gula Tahun 1908

Sebelum menjadi rest area seperti sekarang, kawasan ini merupakan lokasi Pabrik Gula Banjaratma yang dibangun pada abad ke-20. Pabrik ini didirikan tahun 1908 oleh perusahaan Belanda bernama N.V. Cultuur Maatschappij yang berbasis di Amsterdam.

Pabrik gula tersebut mulai beroperasi pada tahun 1913. Kehadirannya menjadi salah satu fasilitas industri penting di wilayah Brebes pada masa itu.

Pada masa kejayaannya, pabrik ini dikenal menghasilkan gula dengan harga cukup terjangkau dan didistribusikan ke berbagai daerah. Meski fungsi industrinya berhenti, jejak sejarahnya masih bisa terlihat dari bangunan bata merah, rangka baja besar, serta berbagai elemen arsitektur yang dipertahankan.

2. Terbengkalai Selama 20 Tahun

Seiring berjalannya waktu, aktivitas produksi di Pabrik Gula Banjaratma mulai menurun. Pada akhirnya, pabrik ini resmi berhenti beroperasi pada 1997.

Salah satunya alasan tutupnya pabrik gula ini adalah karena biaya operasional yang semakin tinggi dan menurunnya efisiensi produksi. Setelah tidak lagi digunakan, kompleks pabrik ini perlahan menjadi terbengkalai.

Selama sekitar dua dekade, bangunan pabrik gula ini tidak difungsikan secara maksimal. Sampai akhirnya pemerintah mulai merevitalisasinya setelah Tol Trans Jawa juga resmi beroperasi.

3. Konsep Heritage Pertama di Tol Trans Jawa

Revitalisasi kawasan bekas pabrik gula ini kemudian melahirkan konsep yang cukup unik dengan tema heritage atau warisan sejarah. Banyak bagian bangunan lama yang tetap dipertahankan.

Dinding bata merah tanpa plester, rangka baja raksasa, serta elemen konstruksi industri lainnya masih dijaga seerti aslinya. Justru karena mempertahankan elemen sejarah itulah Rest Area Banjaratma menjadi sangat fotogenik.

Banyak pemudik yang berhenti di sini tak sekadar istirahat atau mengisi perut saja. Sebagian juga menjadikannya sebagai destinasi wisata singkat.

Kedai kopi di rest area heritage 206 B BanjaratmaKedai kopi di rest area heritage 206 B Banjaratma. Foto: detikcom

4. Aktif Menjadi Rest Area Pada 2019

Kawasan ini akhirnya diresmikan sebagai rest area pada 17 Maret 2019. Rest area ini berada di ruas Tol Pejagan-Pemalang yang merupakan bagian dari jalur utama Tol Trans Jawa.

Proyek revitalisasi tersebut melibatkan sejumlah perusahaan BUMN, di antaranya PT Waskita Toll Road, PT PP, dan PT Perkebunan Nusantara. Investasi yang digelontorkan untuk mengembangkan kawasan ini mencapai ratusan miliar rupiah.

Rest area ini berdiri di atas lahan yang cukup luas, yakni sekitar 10,5 hektare. Sejak dibuka untuk umum, Rest Area Banjaratma langsung menjadi salah satu rest area paling populer di jalur Trans Jawa.

5. Pusat UMKM yang Mendorong Ekonomi Lokal

Di dalam kawasan rest area ini terdapat ratusan tenant yang sebagian besar diisi oleh pelaku usaha kecil dan menengah. Banyak di antaranya menjual makanan khas Brebes serta berbagai produk oleh-oleh lokal.

Secara keseluruhan terdapat lebih dari 180 gerai UMKM dan puluhan gerai non-UMKM. Kehadiran rest area ini terbukti membantu membuka ratusan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Apalagi jika memasuki musim mudik dan arus balik, rest area ini kerap dipadati pengunjung. Tak hanya pemudik yang dimanjakan dengan fasilitasnya, tetapi warga setempat juga terbantu untuk memutar perekonomiannya.

(dfl/adr)