Warna di dalam telur bisa menunjukkan tingkat kesegaran hingga tanda kerusakan. Kenali arti bintik merah, putih keruh, hingga warna hijau sebelum mengonsumsinya.
Warna di dalam telur tak selalu sama pada setiap butirnya. Ada yang bening, keruh, hingga memiliki bintik merah.
Perbedaan warna ini sering membuat banyak orang ragu. Padahal, tidak semuanya menandakan telur sudah busuk atau tak layak dimakan.
Beberapa perubahan warna justru menjadi tanda telur masih segar. Namun, ada juga warna tertentu yang perlu diwaspadai karena bisa menandakan telur telah rusak.
Dikutip dari Egg Safety (5/8) berikut penjelasannya:
1. Bintik merah di dekat kuning telur
Bintik merah muncul akibat pembuluh darah kecil pecah saat ovulasi. Bisa juga berasal dari sedikit jaringan saat telur terbentuk.
Telur seperti ini tetap aman dimakan setelah dimasak matang. Bintik merah bukan tanda telur sudah busuk.
2. Putih telur tampak keruh
Putih telur yang keruh menandakan telur masih sangat segar. Warna ini berasal dari karbon dioksida alami di dalam telur.
Karbon dioksida akan berkurang seiring penyimpanan. Karena itu, putih telur biasanya makin bening saat telur menua.
(raf/adr)