×
Ad

Lemak Sapi vs Lemak Babi, Begini Perbedaan Nutrisinya

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 18 Apr 2026 15:00 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta -

Tak cuma dagingnya, tetapi lemak dari sapi dan babi juga sering dipakai dalam masakan. Namun di antara kedua lemak ini, mana yang lebih bernutrisi?

Lemak hewani merupakan lemak yang berasal dari hewan, bisa sapi, babi, maupun hewan lainnya. Lemak ini biasanya berbentuk padat dalam suhu ruang. Produsen pun biasanya tidak memproduksi lemak hewani secara sengaja karena lemak ini merupakan produk sampingan dari proses pemeliharaan hewan untuk menghasilkan daging, susu, telur, dan sebagainya.

Sebenarnya lemak hewani dapat berasal dari berbagai bagian tubuh hewan. Namun, dalam praktik komersial, seperti peternakan, para produsen mendapatkan lemak dengan mengekstraksi jaringan tubuh hewan ternak, seperti ayam, sapi, dan babi.

Lemak hewani itu juga biasa dipakai dalam dunia kuliner. Bisa dipakai menjadi pengganti minyak atau menjadi penyedap dalam sebuah masakan.

Di antara lemak masak berbasis hewan yang dalam kategori ini adalah lemak sapi dan lemak babi, mana yang lebih bernutrisi? Dilansir dari mashed.com (8/4), berikut penjelasannya.

1. Lemak sapi lebih tinggi kandungan kolin

Lemak yang didapat dari sapi memiliki kandungan kolin lebih tinggi. Foto: iStock

Menurut MyFoodData, satu sendok makan lemak sapi menyediakan lebih banyak kolin daripada lemak babi, yaitu 10.2 miligram dibandingkan dengan 6.4 miligram pada lemak babi. Kolin merupakan nutrisi penting untuk perkembangan membran sel yang sering juga ditambah ke susu formula bayi.

Meskipun kolin merupakan salah satu nutrisi yang bisa disintesis secara alami oleh tubuh manusia, seseorang membutuhkan lebih banyak kolin daripada yang dapat diproduksi oleh tubuh. Di sinilah kolin dari lemak sapi menjadi penting.

Selain itu, lemak sapi juga mengandung presentase vitamin E lebih tinggi per sajian. Satu sendok makan lemak sapi menyediakan 2% dari nilai harian yang direkomendasikan. Sedangkan lemak babi hanya menyediakan 1% vitamin E.

Vitamin E menjadi penting untuk menjaga kesehatan kulit, mata, serta menjaga sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Kandungan kolesterol dalam lemak sapi memang sedikit lebih banyak secara keseluruhan, yaitu 14 miligram dibandingkan lemak babi yang hanya 12,295 miligram. Tetapi menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional, kolesterol dalam makanan tidak memiliki korelasi langsung dengan kolesterol dalam darah.

2. Di sisi lain lemak sapi tinggi lemak jenuh

Sekalipun lemak sapi kaya akan kolin hingga vitamin E, tetapi di dalamnya juga mengandung kadar lemak jenuh yang juga lebih tinggi daripada lemak babi. Terutama dalam bentuk asam laurat, asam miristat, asam stearat, dan asam palmitoleat.

Jika lemak sapi dikonsumsi berlebihan, hal ini bisa menimbulkan risiko bahaya. Kandungan lemak jenuh tersebut bia meningkatkan kolesterol jahat, menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, hingga memicu penyakit jantung dan stroke.



Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"


(aqr/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork