5 Tren Makanan yang Mengubah Dunia, dari Fast Food hingga Kedai Kopi

5 Tren Makanan yang Mengubah Dunia, dari Fast Food hingga Kedai Kopi

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 16 Apr 2026 13:00 WIB
15 Makanan Astronot Saat di Luar Angkasa, Sejak Tahun 1960an!
Foto: Love Food
Jakarta -

Tak hanya jadi tren sesaat, beberapa tren makanan ini justru jadi bagian penting dalam revolusi makanan dan sejarah di industri kuliner. Apa saja trennya?

Beberapa tren kuliner yang berkembang memiliki dampak besar hingga mampu mengubah pola makan sampai gaya hidup banyak orang di berbagai negara. Di balik popularitas berbagai makanan, terdapat pengaruh luas yang merambah sektor ekonomi, budaya, hingga kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Dari kemunculan industri makanan cepat saji yang serba instan, dominasi gula dalam pola konsumsi global, hingga lahirnya konsep vegetarian sebagai bagian dari perubahan sosial, semuanya menunjukkan bahwa makanan memiliki peran penting dalam sejarah peradaban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari The List Verse (15/04/2026), berikut lima tren makanan yang mengubah industri makanan dan sejarah.

ADVERTISEMENT

1. Industri Makanan Cepat Saji

Fast food tahun 1980anFast food tahun 1980an Foto: Cheapism

Meledaknya industri makanan cepat saji (fast food) menjadi salah satu tren kuliner paling berpengaruh dalam sejarah modern. Berawal dari inovasi layanan makanan instan di Amerika Serikat pada 1950-an, konsep ini berkembang pesat seiring berkembangnya waktu.

Restoran cepat saji kemudian menjamur, menyesuaikan kebutuhan masyarakat urban yang serba cepat. Dampaknya tidak hanya pada pola makan, tetapi juga membentuk budaya kerja, gaya hidup, hingga kebiasaan konsumsi makanan di berbagai negara.

Konsep efisiensi waktu yang diusung turut merambah sektor lain seperti pendidikan dan layanan publik. Kini industri makanan cepat saji menjadi salah satu tren makanan yang paling lama bertahan sampai sekarang.

2. Gula Mengubah Peradaban

Manisnya Bisnis Gula Sudah Diperebutkan Sejak Era KolonialManisnya Bisnis Gula Sudah Diperebutkan Sejak Era Kolonial Foto: Getty Images/ilbusca

Gula menjadi contoh bahan makanan yang mampu mengubah arah peradaban. Pada awal kemunculannya, gula hanya bisa dinikmati kalangan atas atau kalangan elite. Akan tetapi konsumsi gula meningkat tajam seiring berkembangnya industri dan perdagangan global.

Pada abad ke-19 hingga ke-20, gula menjadi komoditas penting yang mendorong lahirnya berbagai industri makanan olahan, minuman manis, hingga sistem perkebunan skala besar. Dampaknya tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pola makan banyak orang yang semakin bergantung pada makanan tinggi gula.

Tradisi kuliner seperti ngeteh di sore hari, munculnya aneka permen, dan hidangan penutup juga berkembang karena pengaruh gula. Hingga kini, konsumsi gula masih menjadi perhatian karena berkaitan dengan isu kesehatan di berbagai negara.

3. Vegetarian di Era Victoria

7 Menu Vegetarian yang Ada di Banyak Restoran JepangMenu vegetarian. Foto: Getty Images/iStockphoto/Promo_Link

Gerakan vegetarian pada era Victoria (1837 - 1901) di Inggris menunjukkan bahwa tren makanan juga dapat menjadi bentuk ekspresi sosial dan ideologi.

Pada pertengahan abad ke-19, pola makan tanpa daging mulai dipopulerkan oleh kelompok reformis yang menekankan aspek kesehatan, moral, dan ekonomi. Gerakan ini berkembang melalui komunitas, buku masak, serta restoran yang mulai menyediakan menu makanan berbasis nabati.

Konsep vegetarianisme saat itu menjadi bagian dari gerakan sosial yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan dan reformasi gaya hidup. Pengaruhnya masih terasa hingga kini, terutama ketika semakin banyak orang memperhatikan pola makan sehat dan berkelanjutan.

4. Kopi

5 Kedai Kopi Tertua di Dunia Ini Masih Buka, Usianya Sudah Ratusan TahunKedai Kopi Tertua di Dunia Ini Masih Buka, Usianya Sudah Ratusan Tahun Foto: instagram

Kemunculan kedai kopi di Eropa pada abad ke-17 membawa dampak besar terhadap perkembangan budaya dan intelektual masyarakat saat itu. Dulu, kedai kopi bukan sekadar lokasi untuk menikmati kopi saja, tetapi juga ruang diskusi bagi pedagang, seniman, hingga para tokoh penting di dunia.

Kedai kopi dulu memiliki julukan 'universitas satu sen', karena siapa pun dapat bertukar ide hanya dengan membeli secangkir kopi. Dari ruang-ruang ini, berbagai gagasan penting lahir dan menyebar, termasuk yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan politik.

Kebiasaan berkumpul di kedai kopi kemudian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di seluru dunia. Mulai dari kedai kopi mewah di tengah kota hingga kedai kopi sederhana di pedesaan.

5. Makanan Luar Angkasa

food bar nasafood bar nasa Foto: NASA

Siapa sangka bahwa makanan yang dibuat untuk para astronot di luar angkasa pada 1960-an, turut mendorong revolusi dalam industri makanan modern.

Kebutuhan astronot akan makanan praktis dan tahan lama melahirkan inovasi seperti makanan beku kering (frozen food) dan produk makanan siap saji. Teknologi ini kemudian diadopsi dalam kehidupan sehari-hari, memicu berkembangnya makanan instan dan kemasan.


Dampaknya terlihat pada perubahan kebiasaan makan yang semakin mengutamakan kepraktisan. Tren ini juga mempererat hubungan antara ilmu pengetahuan, industri, dan konsumsi masyakarat, serta membentuk budaya makan praktis yang masih bertahan hingga saat ini.

Halaman 2 dari 2
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads