Tak cuma dagingnya, tetapi lemak dari sapi dan babi juga sering dipakai dalam masakan. Namun di antara kedua lemak ini, mana yang lebih bernutrisi?
Lemak hewani merupakan lemak yang berasal dari hewan, bisa sapi, babi, maupun hewan lainnya. Lemak ini biasanya berbentuk padat dalam suhu ruang. Produsen pun biasanya tidak memproduksi lemak hewani secara sengaja karena lemak ini merupakan produk sampingan dari proses pemeliharaan hewan untuk menghasilkan daging, susu, telur, dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya lemak hewani dapat berasal dari berbagai bagian tubuh hewan. Namun, dalam praktik komersial, seperti peternakan, para produsen mendapatkan lemak dengan mengekstraksi jaringan tubuh hewan ternak, seperti ayam, sapi, dan babi.
Lemak hewani itu juga biasa dipakai dalam dunia kuliner. Bisa dipakai menjadi pengganti minyak atau menjadi penyedap dalam sebuah masakan.
Di antara lemak masak berbasis hewan yang dalam kategori ini adalah lemak sapi dan lemak babi, mana yang lebih bernutrisi? Dilansir dari mashed.com (8/4), berikut penjelasannya.
1. Lemak sapi lebih tinggi kandungan kolin
Lemak yang didapat dari sapi memiliki kandungan kolin lebih tinggi. Foto: iStock |
Menurut MyFoodData, satu sendok makan lemak sapi menyediakan lebih banyak kolin daripada lemak babi, yaitu 10.2 miligram dibandingkan dengan 6.4 miligram pada lemak babi. Kolin merupakan nutrisi penting untuk perkembangan membran sel yang sering juga ditambah ke susu formula bayi.
Meskipun kolin merupakan salah satu nutrisi yang bisa disintesis secara alami oleh tubuh manusia, seseorang membutuhkan lebih banyak kolin daripada yang dapat diproduksi oleh tubuh. Di sinilah kolin dari lemak sapi menjadi penting.
Selain itu, lemak sapi juga mengandung presentase vitamin E lebih tinggi per sajian. Satu sendok makan lemak sapi menyediakan 2% dari nilai harian yang direkomendasikan. Sedangkan lemak babi hanya menyediakan 1% vitamin E.
Vitamin E menjadi penting untuk menjaga kesehatan kulit, mata, serta menjaga sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.
Kandungan kolesterol dalam lemak sapi memang sedikit lebih banyak secara keseluruhan, yaitu 14 miligram dibandingkan lemak babi yang hanya 12,295 miligram. Tetapi menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional, kolesterol dalam makanan tidak memiliki korelasi langsung dengan kolesterol dalam darah.
2. Di sisi lain lemak sapi tinggi lemak jenuh
Sekalipun lemak sapi kaya akan kolin hingga vitamin E, tetapi di dalamnya juga mengandung kadar lemak jenuh yang juga lebih tinggi daripada lemak babi. Terutama dalam bentuk asam laurat, asam miristat, asam stearat, dan asam palmitoleat.
Jika lemak sapi dikonsumsi berlebihan, hal ini bisa menimbulkan risiko bahaya. Kandungan lemak jenuh tersebut bia meningkatkan kolesterol jahat, menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, hingga memicu penyakit jantung dan stroke.
3. Lemak babi lebih tinggi kandungan omega-3 dan omega-6
Lemak babi lebih tinggi akan asam lemak omega-3 dan 6. Foto: Getty Images |
Lemak babi secara nutrisi lebih unggul daripada lemak sapi. Di dalamnya tersedia hampir dua kali lipat jumlah asam lemak omega-3 dan tiga kali lipat jumlah asam lemak oemga-6 dibandingkan lemak sapi.
Asam lemak omega-3 merupakan lemak penting untuk kesehatan manusia yang tidak dapat disintesis dari dalam tubuh. Lemak ini juga penting membangun membran sel dan hormon pembekuan darah, sekaligus berkontribusi pada berbagai manfaat kesehatan. Mulai dari mengurangi peradangan hingga membantu jantung berdetak stabil.
Lemak babi juga mengandung vitamin D dalam jumlah yang cukup signifikan. 1 sendok makan setara dengan 2% asupan harian yang direkomendasikan. Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium.
4. Lemak babi mengandung seng
Lemak babi juga mengandung sejumlah kecil seng (zinc) yang tidak bisa ditemukan pada lemak sapi. Menurut Mayo Clinic, seng merupakan nutrisi penting untuk sistem kekebalan tubuh dan fungsi metabolisme sehat.
Seng juga membantu penyembuhan luka dan berpoensi memperpendek durasi jika seseorang terkenal flu.
5. Mana yang lebih bernutrisi?
Kedua jenis lemak menawarkan nutrisi yang baik asalkan dikonsumsi dalam batas wajar. Namun lemak babi memang lebih sering dianggap bernutrisi dibandingkan lemak sapi karena kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi.
Meski begitu, keduanya sama-sama tinggi akan lemak jenuh, sehingga konsumsinya perlu dibatasi.
Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN