Kemasan makanan memang praktis dan memudahkan penyimpanan. Namun, beberapa jenis kemasan mengandung bahan kimia tertentu yang berdampak buruk bagi kesehatan jika digunakan dalam jangka panjang.
Kemasan makanan berperan penting dalam menjaga produk tetap segar dan aman, tetapi penelitian yang berkembang menunjukkan bahwa bahan kemasan tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan seiring waktu.
Bahan kimia pada kemasan makanan dikhawatirkan dapat 'berpindah' dari kemasan ke dalam makanan yang kita konsumsi. Meskipun tidak ada kemasan makanan yang terbukti langsung menyebabkan kanker, tapi studi telah mengaitkan bahan kemasan tertentu dengan peningkatan risiko kanker, terutama dengan paparan yang sering dan jangka panjang.
Melansir dari MSN (26/2), berikut 7 jenis kemasan makanan yang dapat memicu kanker:
1. Makanan Kaleng
Banyak makanan kaleng dilapisi bahan yang mengandung BPA (Bisphenol A) di bagian dalamnya. BPA digunakan untuk mencegah karat dan menjaga makanan tetap aman. Namun, zat ini dikenal sebagai pengganggu hormon. Paparan jangka panjang terhadap BPA dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker serta gangguan sistem endokrin.
2. Makanan Cepat Saji dengan Pembungkus Anti Minyak
Kertas pembungkus burger, kentang goreng, dan makanan cepat saji lainnya, dilapisi bahan tahan minyak. Lapisan ini kerap mengandung PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances), yaitu bahan kimia yang sulit terurai dan dapat bertahan lama di lingkungan maupun tubuh manusia.
PFAS dikenal sebagai 'forever chemicals' karena sangat sulit dihilangkan. Beberapa penelitian mengaitkan paparan jangka panjangnya dengan peningkatan risiko kanker.
3. Kantong Popcorn Microwave
Kantong popcorn khusus microwave juga dilapisi bahan tahan panas dan minyak yang mengandung PFAS. Saat dipanaskan dalam suhu tinggi, ada kemungkinan zat tersebut berpindah ke popcorn yang dikonsumsi. Selain itu, uap yang keluar saat kantong dibuka juga bisa mengandung residu bahan kimia.
Simak Video "Mengulik Khasiat Alpukat untuk Kesehatan Kulit"
(raf/adr)