Paparan bahan kimia dari wadah makanan plastik disebut dapat menurunkan kualitas sperma pria. Hal ini diungkap dalam penelitian terbaru di Jepang. Berikut penjelasannya.
Isu wadah makanan dan minuman yang aman belakangan menjadi perhatian, apalagi semenjak banyaknya temuan atau penelitian yang mengaitkan bahaya zat kimia dari wadah makanan jika masuk ke dalam tubuh.
Salah satunya hasil penelitian di Jepang ini yang menemukan kaitan antara BPA pada wadah atau kemasan makanan dengan penurunan kualitas sperma pria. Peneliti juga menemukan suplemen berbasis bakteri usus yang disebut dapat membantu mengurangi dampak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari New York Post (26/05/2026), penelitian yang dilakukan ilmuwan Osaka Metropolitan University menyoroti efek Bisphenol A atau BPA, bahan kimia sintetis yang sejak lama digunakan dalam pembuatan plastik dan pelapis kaleng makanan.
BPA di Wadah Makanan Foto: Ilustrasi iStock |
BPA dikenal membuat wadah makanan dan minuman lebih kuat dan tahan panas, tetapi zat ini juga dapat larut ke dalam makanan dan minuman.
Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan BPA berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah reproduksi pria. Paparan zat tersebut disebut dapat menurunkan jumlah sperma, memperlambat pergerakannya, hingga meningkatkan risiko bentuk sperma abnormal.
Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menguji dampak BPA pada hewan laboratorium. Hasilnya, BPA memicu stres oksidatif, yaitu kondisi ketika radikal bebas dalam tubuh meningkat dan merusak sel sehat.
Kerusakan pada sperma terlihat cukup cepat. Setelah satu minggu terpapar BPA, jumlah radikal bebas pada sperma meningkat. Delapan minggu kemudian, kemampuan gerak sperma menurun, termasuk kecepatan dan gerakan kepala sperma yang berperan penting dalam proses pembuahan.
Peneliti kemudian mencari senyawa yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif tersebut. Mereka menemukan FK-23, suplemen paraprobiotik yang berasal dari bakteri Enterococcus faecalis, bakteri alami yang hidup di saluran pencernaan manusia.
Bakteri tersebut dipanaskan terlebih dahulu sehingga tidak aktif dan aman digunakan. Meski sudah dimatikan, komponen bakterinya diyakini tetap memberi efek baik bagi tubuh melalui hubungan antara sistem pencernaan dan sistem imun.
BPA di Wadah Makanan Foto: Ilustrasi iStock |
Saat diberikan pada hewan yang terpapar BPA, FK-23 diketahui membantu memperbaiki pergerakan sperma dan mengurangi tanda-tanda kerusakan sel reproduksi.
"Kami menemukan bahwa komponen dari bakteri asam laktat memiliki efek perlindungan terhadap gangguan reproduksi akibat bahan kimia lingkungan," ujar Profesor Yukiko Minamiyama dari Graduate School of Medicine Osaka Metropolitan University.
Meski hasilnya menjanjikan, peneliti masih membutuhkan riset lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitas suplemen tersebut terhadap kesehatan reproduksi pria.
Sampai sekarang BPA masih diizinkan digunakan pada beberapa bahan kemasan makanan dan produk konsumen tertentu. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut kadar BPA yang larut dari produk tersebut hingga kini masih dianggap aman berdasarkan bukti ilmiah yang ada.
Namun, sejumlah negara lain memilih mengambil langkah lebih ketat. Uni Eropa, misalnya, sudah melarang penggunaan BPA pada wadah makanan.
(sob/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN