Milk tea jadi minuman favorit anak muda, tapi riset terbaru mengungkap efek sampingnya bisa berisiko kecanduan dan gangguan mental.
Milk tea telah menjadi minuman favorit banyak anak muda di berbagai negara. Rasanya yang manis dan segar kerap dianggap cocok menemani aktivitas harian.
Popularitas milk tea terus meningkat seiring menjamurnya gerai minuman kekinian. Namun di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan soal dampak kesehatan.
Penelitian terbaru mulai menyoroti kebiasaan minum milk tea berlebihan. Fenomena ini memicu perbincangan soal dampak kesehatan serius dari konsumsi minuman manis ini.
Dikutip dari Asia News Network (26/11/24), berikut efek minum milk tea bagi kesehatan:
1. Milk Tea Dianggap sebagai Sumber Kebahagiaan
Li Mingchun pria berusia 28 tahun asal China yang hobi minum milk tea mengatakan minuman tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya.
Ia bahkan minum dua botol milk tea sekaligus saat makan malam bersama teman. Ia mengaku minum empat hingga enam gelas milk tea setiap minggu.
"Semakin banyak, semakin menyenangkan," ujarnya tentang minuman manis favoritnya.
Li menyebut milk tea dingin sangat memuaskan diminum setelah olahraga. "Minum milk tea manis bersama orang tersayang memberi kebahagiaan dua kali lipat," katanya.
2. Risiko Adiksi dan Gangguan Mental
Namun studi terbaru menunjukkan sisi lain dari kebiasaan ini. Konsumsi milk tea berlebihan disebut berpotensi menimbulkan kecanduan.
Penelitian Universitas Tsinghua pada 5.281 mahasiswa menemukan kaitan adiksi milk tea dengan depresi dan kecemasan. Bahkan muncul hubungan dengan pikiran bunuh diri.
"Milk tea mengandung gula tinggi yang memengaruhi hormon stres," tulis peneliti. Kondisi ini dapat mengganggu pengendalian emosi dan respons tubuh terhadap tekanan.
(raf/adr)