Milk tea yang segar dan populer ternyata harus dikonsumsi secara hati-hati. Jika berlebihan, tubuh bisa obesitas hingga berisiko tinggi akan penyakit kronis.
Milk tea atau teh susu jadi salah satu minuman yang sedang populer. Rasanya yang creamy, manis, dan menyegarkan membuat minuman ini sulit ditolak.
Apalagi dengan tambahan topping seperti boba atau pudding. Namun di balik kenikmatannya, milk tea ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minuman ini merupakan kombinasi teh, susu, dan sering kali gula dalam jumlah cukup tinggi. Meski mengandung nutrisi seperti kalsium dan antioksidan, konsumsi yang tidak terkontrol justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Dilansir dari Starhealth, berikut 7 efek samping terlalu sering minum milk tea:
Konsumsi milk tea dapat mengganggu pola tidur sebab kandungan kafein di dalamnya. Foto: TikTok |
1. Gangguan Pola Tidur
Milk tea mengandung kafein dari teh yang dapat memengaruhi kualitas tidur. Jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama di sore atau malam hari, kafein dapat menyebabkan sulit tidur atau insomnia.
Gangguan tidur ini bukan masalah sepele. Kurang tidur dalam jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan mental, menurunkan produktivitas, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti gangguan jantung dan depresi.
2. Memicu Obesitas
Salah satu masalah utama dari milk tea adalah kandungan gula dan lemaknya. Dalam satu cangkir milk tea, terdapat kalori yang berasal dari susu dan gula.
Jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Konsumsi rutin tanpa kontrol bisa berujung pada obesitas dan meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
3. Mengganggu Pencernaan
Milk tea tidak untuk semua orang, apalagi pengidap intoleran laktosa. Milk tea dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, hingga diare.
Selain itu, kafein dalam teh juga dapat memicu iritasi pada lambung. Kombinasi ini membuat milk tea berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan, terutama jika diminum saat perut kosong.
4. Memicu Asam Lambung
Milk tea juga dapat menyebabkan peningkatan asam lambung. Terutama jika dibuat dengan susu tinggi lemak atau dimasak terlalu lama.
Kondisi ini bisa memicu sensasi terbakar di dada (heartburn) dan memperparah gejala asam lambung. Orang dengan riwayat maag atau GERD sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman ini.
5. Risiko Dehidrasi
Meskipun berbentuk minuman, milk tea bisa menyebabkan dehidrasi. Hal ini disebabkan oleh kandungan kafein yang bersifat diuretik, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Jika tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, kondisi ini bisa memicu sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Biasakan untuk selalu minum banyak air setelah mengonsumsi milk tea.
Perpaduan antara teh dam susu dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Foto: iStock |
6. Mengganggu Penyerapan Nutrisi
Campuran susu dalam teh ternyata bisa mengurangi manfaat antioksidan dari teh itu sendiri. Protein dalam susu dapat mengikat senyawa penting dalam teh, sehingga penyerapannya oleh tubuh menjadi kurang optimal.
Selain itu, kandungan tanin dalam teh juga dapat menghambat penyerapan zat besi. Jika dikonsumsi dalam intensitas tinggi dan jangka panjang, asupan milk tea bisa meningkatkan risiko anemia.
7. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis
Kandungan gula yang tinggi dalam milk tea menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko penyakit kronis. Konsumsi gula berlebih dapat memicu resistensi insulin, yang menjadi awal dari diabetes.
Tak hanya itu, asupan gula dan lemak berlebih juga berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme lainnya. Sebagaimana diketahui, gula yang masuk berlebihan ke dalam tubuh juga dapat memicu berbagai inflamasi di dalam tubuh.
Simak Video "Video: Dokter Ungkap Penyebab Anak Alami Obesitas Sentral"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN