Pencurian cokelat KitKat sebanyak 12 ton menggemparkan dunia kuliner. Untuk mengatasinya, pihak KitKat justru ajak publik untuk mencari cokelat yang hilang tersebut.
Dunia kuliner digemparkan dengan pencurian cokelat yang hilang dalam perjalanan. Lebih dari 400 ribu batang cokelat KitKat dilaporkan hilang dalam sebuah aksi pencurian besar.
Dilansir dari The Star, (29/3/2026), perusahaan makanan global NestlΓ© melaporkan ratusan ribu batang cokelat KitKat hilang saat proses distribusi dari Italia menuju Polandia. Total cokelat yang hilang mencapai 413.793 batang KitKat atau setara 12 ton!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Truk pengangkut cokelat-cokelat tersebut juga dilaporkan tak dapat dilacak. Namun pihak perusahaan enggan mengungkap titik terakhir truk distribusi terlacak dengan 12 ton cokelat di dalamnya.
Cokelat KitKat yang dicuri sebanyak 12 ton tengah dicari oleh pihak perusahaan Nestle. Foto: The Star |
Pihak NestlΓ©, perusahaan induk KitKat, menegaskan bahwa kejadian ini nyata dan bukan bagian dari lelucon. Bahkan mereka secara terbuka mengonfirmasi bahwa hingga saat ini truk dan seluruh cokelat yang dibawanya masih belum ditemukan.
"Hanya untuk mengklarifikasi, ini bukan buatan atau candaan April Fool's. Seseorang benar-benar mencuri 12 ton KitKat. Dankami benar-benar ingin tahu ke mana cokelat tersebut pergi," ujar perwakilan KitKat.
Menariknya, alih-alih hanya mengandalkan pihak berwenang, KitKat justru melibatkan publik dalam upaya pencarian. Mereka meluncurkan sebuah fitur bernama "Stolen KitKat Tracker".
Fitur ini memungkinkan konsumen untuk memeriksa apakah cokelat yang mereka miliki termasuk dalam batch yang dicuri. Konsumen hanya perlu memasukkan kode delapan digit yang tertera di bagian belakang kemasan KitKat ke dalam situs khusus.
Setelah itu, sistem akan memberi tahu apakah produk tersebut termasuk dalam daftar cokelat yang hilang. Melalui cara yang sederhana ini, perusahan berharap publik dapat membantu pencarian cokelat yang hilang.
Pihak KitKat juga mengingatkan bahwa kemungkinan besar cokelat-cokelat yang dicuri bisa masuk ke jalur penjualan tidak resmi di pasar Eropa. Oleh karena itu, pelacakan melalui kode batch menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi produk tersebut jika beredar di masyarakat.
Meski jumlah yang hilang sangat besar, perusahaan memastikan bahwa kejadian ini tidak berdampak pada keamanan konsumen. Produk KitKat yang beredar tetap aman untuk dikonsumsi, dan pasokan secara umum tidak terganggu.
Walaupun begitu, investigasi terkait pencurian tetap dilaksanakan. Namun pihak perusahaan lebih menaruh harapan besar pada publik untuk menemukan jejak cokelatnya daripada investigasi yang dilakukan baik dari perusahaan maupun pihak berwajib.
(dfl/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN