Warung sate baru di Bandung ini menawarkan hidangan ala sate 'klathak', tetapi berbahan dasar daging sapi. Disajikannya dengan osengan sambal cabe ijo yang pedas dan segar!
Kulineran di Bandung selalu menjadi agenda menyenangkan. Selain kafe atau coffee shop, di Bandung juga bisa menikmati kuliner tradisional yang tak kalah menarik dicoba.
Jika mencari hidangan yang bukan ayam goreng atau mie, mungkin cocok mampir ke tempat makan baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan yang mereka tawarkan berupa sajian sate unik. Sekilas, tampilannya seperti sate klathak khas Jogja, tetapi bahan dasar dan pelengkapnya berbeda.
Nama tempatnya Sate Pak Hartono yang berlokasi di Jalan Buah Batu, Bandung. Dari luar warung makannya tampak sederhana. Tetapi saat masuk, ada area makan dengan meja dan kursi yang cukup banyak dan suasananya lumayan nyaman sekalipun tidak ada pendingin udara (AC).
Kalau sudah duduk di meja, kamu bisa langsung mengisi kertas menu yang telah disediakan lalu langsung melakukan proses pembayaran di kasir. Nantinya setiap pesanan akan diantar langsung ke meja.
Penasaran dengan cita rasanya? berikut ulasan dari detikFood.
1. Sate klathak berbahan daging sapi
Sate di sini punya sajian mirip sate klathak tetapi dibuat dari daging sapi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Sate klathak yang jadi makanan khas Jogja biasanya berbahan dasar daging kambing yang diolah dengan bumbu sederhana lalu dibakar. Potongan dagingnya bukan di tusuk di tusukan bambu, melainkan jeruji besi yang umumnya dari roda sepeda.
Sate yang ditawarkan Sate Pak Hartono punya tampilan mirip seperti sate klathak. Dagingnya juga ditusuk ke jeruji besi. Tetapi, mereka menggunakan daging sapi bukan daging kambing.
Bumbu pelengkapnya juga berbeda. Kalau umumnya sate klathak dimakan bersama tambahan kuah gulai yang gurih aromatik, Sate Pak Hartono disajikannya dengan sambal ijo segar.
2. Cita rasa sate sapi cabe ijo yang jadi andalan
Menu andalan di sini Sate Sapi Cabe Ijo yang bisa dibeli satu porsi kecil dengan isian sekitar tiga tusuk (Rp 47.273) atau 1/2 lusin seharga Rp 77.274).
DetikFood memesan sate porsi 1/2 lusin supaya lebih puas untuk dinikmati bersama. Dalam satu piring terdapat enam tusuk sate yang ukuran tusukannya panjang. Setiap tusukan juga diisi dengan potongan daging sapi yang cukup besar dan campuran lemak.
Saat pesanan sate kami datang, kondisinya memang kurang hangat. Tetapi bukan berarti tidak enak. Dagingnya tetap empuk, juicy, tidak kering sama sekali.
Lemaknya juga lembut dan lumer dimulut. Rasanya cenderung guriih, agak smokey, dan tidak amis sama sekali.
Dimakan begitu saja sudah enak, tetapi lebih nikmat dibarengi dengan bumbu sambal ijonya yang cukup pedas dan memberikan sensasi segar. Rasa sambalnya juga menyatu sempurna dengan bumbu satenya.
3. Buntut Bakar Maranggi yang tak kalah nikmat
Ada juga hidangan buntut bakar maranggi yang tak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Selain sate, warung Sate Pak Hartono juga punya menu lain. Salah satunya Buntut Bakar Maranggi (Rp 59.092).
Satu porsinya terdiri dari dua potongan buntut yang ukurannya lumayan besar beserta kuah kaldu secara terpisah. Dari segi rasa, buntut bakarnya cenderung manis dan smokey, tetapi tetap ada jejak rasa gurih berempah.
Kalau suka pedas, bisa dimakan bersamaan dengan sambalnya yang gurih, pedas, dan sedikit asam segar karena pakai tambahan tomat.
Tekstur dagingnya juga empuk. Sayangnya memang isian dagingnya tidak begitu banyak, lebih dominan tulang buntutnya.
4. Sop buntut klasik sebagai pilihan menyegarkan
Kalau mau yang berkuah bisa pesan sop buntut klasik ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Sate Pak Hartono juga punya menu Sop Buntut Klasik jika kamu ingin makan yang berkuah. Harga seporsinya Rp 57.273.
Kira-kira dalam satu mangkuk terdiri dari dua potongan buntut beserta irisan tomat, wortel, serta kentang. Disiram dengan kuah kaldu yang warnanya agak cokelat pekat.
Dagingnya juga empuk, berserat, dan tidak amis. Kuah kaldunya cenderung asin dengan sentuhan rempah yang ringan. Potongan sayurannya juga fresh serta tidak keras.
5. Nasi goreng cabe ijo dan tumis kapri cah sapi sebagai pelengkap
Sebagai pelengkap bisa pesan nasi goreng cabe ijo seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Di sini sebenarnya ada nasi putih yang bisa dipesan sebagai pelengkap. Namun kalau mau mencoba hidangan nasi berbeda, bisa pesan Nasi Goreng Cabe Ijonya (Rp 35.455).
Seporsi sudah termasuk telur mata sapi dan emping sebagai pelengkap. Mereka menggunakan semacam nasi pera tetapi teksturnya tidak begitu keras.
Tekstur nasinya menurut kami pas dengan aroma smokey cabe ijo yang menggugah selera.
Rasanya gurih pedasnya juga pas, sehingga terasa nikmat di mulut. Adapun tambahan bawanh goreng yang membuat cita rasanya lebih enak lagi.
Untuk sayuran pelengkap, ada Tumis Kapri Cah Sapi (Rp 29.091) yang bisa dicoba. Sayur kaprinya punya rasa dan tekstur mirip buncis dengan sedikit sentuhan gurih dari bumbu tumisannya. Cincangan daging sapinya juga melimpah dan rasanya gurih manis.
Sate Pak Hartono bisa menjadi pilihan tepat jika kamu ingin makan siang menu tradisional yang memuaskan. Tertarik mampir?
Simak Video "Video: Sajian Soto Bandung Unik dengan Oseng Daging Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN