Hormon kortisol yang dilepas ketika stres bisa berdampak buruk untuk tubuh. Ahli kesehatan menyebut konsumsi beberapa makanan dapat membantu menekan kadar kortisol.
Tekanan pekerjaan, tuntutan hidup, hingga paparan informasi yang datang tanpa henti, bisa membuat stres. Pada kondisi penuh tekanan, tubuh akan melawan dengan melepaskan kortisol atau hormon stres.
Namun, ketika kadar kortisol terus berada pada tingkat tinggi dalam jangka waktu lama, dampaknya bisa terasa pada berbagai aspek kesehatan. Mulai dari gangguan tidur, peningkatan nafsu makan, penurunan konsentrasi, hingga risiko masalah kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menjaga kualitas tidur dan rutin berolahraga, pola makan juga memiliki peran dalam membantu tubuh mengendalikan respons stres. Bahkan ada beberapa asupan yang disarankan untuk mempercepat penurunan kortisol.
Berikut ini 7 asupan makanan yang dapat menurunkan kortisol dilansir dari Brown Health (9/6/2026):
Alpukat mengandung magnesium yang dapat memberikan relaksasi pada saraf. Foto: pvproductions/Freepik |
1. Alpukat
Alpukat menjadi salah satu makanan untuk membantu mengendalikan kortisol karena kaya akan magnesium dan serat. Magnesium berperan penting dalam menjaga fungsi sistem saraf dan membantu tubuh lebih rileks saat menghadapi tekanan.
Selain itu, alpukat juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Alpukat dapat dinikmati sebagai campuran salad, smoothie, atau dioleskan pada roti gandum sebagai menu sarapan sehat.
2. Biji-bijian
Kacang merah, lentil, hingga buncis merupakan sumber serat yang sangat baik. Penelitian menunjukkan bahwa asupan serat yang cukup dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan tekanan psikologis.
Buncis, misalnya, mengandung magnesium dan L-triptofan, yaitu asam amino yang digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin. Kacang-kacangan juga lebih mudah untuk dipadukan dalam diet harian.
3. Ikan dengan Omega-3
Salmon, sarden, tuna, dan makarel dikenal sebagai sumber omega-3 yang baik. Nutrisi ini membantu melawan peradangan serta melindungi tubuh dari lonjakan kortisol akibat stres.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa omega-3 dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mendukung fungsi otak yang optimal. Bagi yang tidak mengonsumsi ikan, omega-3 juga dapat diperoleh dari biji chia, minyak zaitun, dan walnut meskipun jumlahnya tidak sebanyak pada ikan berlemak.
4. Makanan Fermentasi
Kesehatan usus ternyata memiliki hubungan erat dengan kesehatan mental. Sehingga makanan fermentasi seperti kimchi, sauerkraut, yoghurt, dan kombucha dapat menjadi pilihan yang baik untuk membantu mengelola stres.
Makanan ini mengandung probiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan usus yang baik dapat berkontribusi pada penurunan gejala kecemasan dan depresi.
5. Buah Tinggi Vitamin C
Buah-buahan selalu menjadi pilihan sehat, terutama yang kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, kiwi, dan jambu biji. Vitamin C diketahui berperan dalam mendukung respons tubuh terhadap stres.
Kekurangan vitamin C dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit terkait stres. Selain itu, buah-buahan juga kaya antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.
Serat dalam sayuran hijau dapat menyehatkan usus yang disebut sebagai otak kedua dan berpengaruh pada suasana hati. Foto: detikFood |
6. Sayuran Hijau
Bayam, brokoli, dan berbagai sayuran hijau lainnya mengandung serat, magnesium, vitamin C, serta antioksidan yang mendukung kesehatan mental. Asupan serat yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih rendah.
Selain itu, magnesium dalam sayuran hijau membantu mengatur fungsi saraf dan otot sehingga tubuh lebih mudah mencapai kondisi rileks. Konsumsi sayuran hijau juga bisa dimakan kapan saja dan dipadukan dengan berbagai bahan lain, sehingga akan lebih mudah untuk dikonsumsi secara rutin.
7. Kacang-kacangan
Almond, walnut, pistachio, serta berbagai jenis kacang mengandung protein, lemak sehat, magnesium, dan selenium. Nutrisi tersebut berperan dalam mendukung fungsi otak dan membantu tubuh mengelola stres.
Walnut bahkan terbukti menjadi sumber omega-3 nabati yang dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan jantung. Cara konsumsinya yang paling mudah, ialah dengan menyantapnya sebagai camilan harian setidaknya sebanyak satu genggam.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN