7 Tips Bikin Kue Kering Mewah 'Macadamia Sagu' ala Chef Yongki Gunawan
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Tips membuat kue kering enak dan mewah dibagikan oleh chef Yongki Gunawan. Kali ini chef senior tersebut membuat kue sagu dengan tambahan kacang macadamia hingga pistachio.
Kue sagu tidak kalah populer untuk sajian lebaran. Kue kering tradisional ini berbahan dasar utama tepung sagu dengan tekstur renyah di luar, tetapi lumer di mulut.
Chef Yongki Gunawan bagikan tips membuat kue sagu macadamia. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Chef Yongki Gunawan membagikan resep membuat kue sagu yang lebih menarik. Tidak disajikan polos, tetapi kue tersebut dikreasikan dengan tambahan kacang macadamia hingga pistachio.
Beberapa tips juga dibagikan oleh chef senior tersebut agar kue sagu yang dibuat tidak gagal dan rasanya enak.
Begini tipsnya :
1. Wajib pakai tepung terigu berprotein sedang
Dalam pembuatan kue kering, penting untuk memperhatikan jenis tepung yang dipakai. Chef Yongki menekankan agar tepung terigunya harus berprotein sedang, tidak boleh berprotein rendah atau tinggi.
Penggunaan tepung terigu berprotein sedang ini akan memberikan keseimbangan tekstur kue yang renyah, tetapi tidak terlalu kering atau mudah hancur.
2. Tepung harus disangrai terlebih dahulu
Baik tepung terigu maupun tepung sagu harus disangrai terlebih dahulu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Selain menggunakan tepung terigu berprotein sedang, chef Yongki juga menekankan agar tepung disangrai terlebih dahulu.
"Tepungnya harus dipanggang dulu atau Anda sangrai dulu. Kalau Anda tidak sangrai atau panggang dia akan melempem, kesatu. Kedua dia akan bau tengik karena terigunya masih mentah," ujar chef Yongki.
Proses pemanggangan atau terigu yang disangrai ini juga bisa membuat kue kering tahan lebih lama, sekitar 2 sampai 3 bulan.
3. Tepung sagu juga disangrai
Jenis kue kering satu ini menggunakan tepung sagu sebagai bahan utama. Sama seperti tepung terigu, tepung sagu yang akan digunakan juga perlu disangrai terlebih dahulu.
"Kalau sangrai tepung sagu ini, kalau bisa sagunya dikasih daun pandan sedikit jadi agak semi-semi bau pandan gitu enak," jelas chef Yongki.
4. Jangan pakai santan segar
Di dalam resepnya, chef Yongki menggunakan santan. Namun ia menyarankan untuk menghindari santan segar dan lebih baik pakai santan kemasan.
"Sebaiknya kalau bisa jangan pakai santen segar ya. Kalau bisa pakai santan kemasan aja ya, jadi kuenya lebih tahan," ujarnya.
Santan kemasan lebih disarankan karena minyak di dalamnya sudah tidak ada atau ditarik, sehingga teksturnya lebih kental dan awet.
5. Pastikan pakai tepung sagu asli
Pastikan tepung sagu yang dipakai memang asli, bukan justru tepung singkong. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Chef Yongki juga menggunakan tepung sagu asli. Pasalnya banyak tepung sagu di pasaran yang dicampur atau diganti dengan tepung singkong.
Chef Yongki mengungkap, "Saya pakai tepung sagu asli ya, bukan tepung singkong."
Tepung sagu asli bisa diidentifikasikan dari warna serta tekstur. Umumnya yang asli punya warna putih sedikit keruh kekuningan dengan tekstur lebih kesat atau kasar. Harganya juga lebih mahal daripada tepung singkong atau tapioka yang lebih terjangkau dan licin.
Penggunaan tepung sagu asli juga sangat krusial supaya menghasilkan tekstur kue sagu yang renyah sekaligus lembut.
6. Macadamia bisa diganti kacang apapun
Kacang macadamia bisa diganti dengan kacang apapun. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Jenis kacang yang dipakai juga tidak harus selalu macadamia.
Chef yang sudah berpengalaman selama lebih dari 40 tahun ini mengungkap, "Kalau Anda gak mau pake macadamia kan mahal ya, Anda bisa ganti dengan kacang tanah atau Indonesia tuh kacang mete. Kalau gak mau juga Anda bisa pakai emping enak."
Jadi tidak harus berpaku pada kacang macadamia. Bisa disesuaikan dengan selera.
Selain masukkan ke adonan, kacang tersebut juga bisa dijadikan topping di atasnya. Lalu bisa diberi parutan keju supaya lebih enak.
7. Panggang dengan suhu tepat
Panggang kue macadamia ini dalam suhu tepat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Setelah dicetak, kue sagu ini siap dipanggang!
Namun suhu panggangan juga perlu diperhatikan. Chef Yongki mengungkap bila kue ini bisa dipanggang di suhu 130 derajat celcius.
"Inget-inget ya. Saya suka lihat ada yang manggangnya 150 derajat, 160, jangan-jangan. Nanti terlalu panas akhirnya gak matang dalamnya," ujar chef ini.
Proses pemanggangan bisa dilakukan selama 30 sampai 40 menit. Namun setelah 15 menit di awal, kue ini sebaiknya dikeluarkan dari oven terlebih dahulu dan tunggu sampai dingin. Barulah masukkan lagi ke oven dan panggang dengan suhu sama selama 15 menit.
"Dan sudah kuenya matang dan lifetime (ketahanan) kuenya juga lama. Tapi dengan satu syarat tadi, sagunya harus disangrai dulu. Kalau gak disangrai mentah, kadang-kadang dia gak tahan lama," pungkas chef Yongki.
Setelah kue kering dikeluarkan dari oven, chef Yongki menyarankan agar kue tersebut disimpan dalam tempat kering atau ruangan berpendingin udara supaya tidak melempem. Jika sudah dingin, kue bisa disajikan dan dinikmati.
(aqr/adr)
-
Ayam3 Resep Ayam Serundeng yang Sedap, Pakai Kelapa hingga Lengkuas
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah





