Chef Yongki Gunawan: Jangan Tinggalkan Makanan Indonesia Meski Ada Tren Viral

Kue Lebaran Favorit

Chef Yongki Gunawan: Jangan Tinggalkan Makanan Indonesia Meski Ada Tren Viral

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 13 Mar 2026 16:00 WIB
Chef Yongki Gunawan
Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Jakarta -

Chef Yongki Gunawan masih aktif di dunia kuliner yang telah ia jalani selama lebih dari 40 tahun. Ia pun membagikan pandangannya soal tren makanan viral dan kekinian.

Sosok Yongki Gunawan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Ia terkenal sebagai chef profesional di bidang pastry. Chef senior ini tidak serta merta menggeluti dunia makanan. Dulunya chef Yongki Gunawan memilih mengenyam pendidikan di bidang arsitek. Namun nasib berkata lain. Baru dua bulan, chef Yongki terpaksa drop out (DO) dari bangku kuliah.

Sejak berhenti kuliah, ia pun lebih rajin membantu sang ibu berjualan kue dan menyalurkan hobinya dalam industri ini. Seiring berjalannya waktu, chef Yongki akhirnya melanjutkan kuliahnya di NHI Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya di dunia pastry mungkin sudah lama mungkin sejak 1982 ya karena dulu saya kuliahnya pernah di NHI yaitu tahun 1977-1978."

Setelah itu, pakar kuliner ini mulai menerjuni dunia pastry dan kue-kue yang fokus pada makanan Eropa, seperti Prancis dan Swiss.

ADVERTISEMENT

Kecerdasan chef Yongki membuatnya bisa menyelesaikan pendidikan lebih cepat. Dari yang normalnya 5 tahun, chef Yongki bisa menyelesaikan pendidikan dalam waktu 3 tahun saja.

Setelah lulus dari NHI, pakar kuliner ini mendapat beasiswa untuk bersekolah ke Swiss. Kepada detikFood, chef Yongki juga mengaku pernah dikirim untuk bekerja dan belajar di Jerman. Sampai akhirnya ia kembali dan mengabdi di tanah air.

Chef Yongki GunawanChef Yongki Gunawan yang masih aktif di inudtsri kuliner, khususnya baking . Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Tidak berhenti di situ, guna mengembangkan ilmunya, chef Yongki aktif belajar ke mancanegara, seperti Taiwan, Filipina, Hongkong, Singapura, dan lain sebagainya.

Balik ke Indonesia pun chef Yongki lebih fokus dalam mengajar atau menjadi konsultan di beberapa perusahaan bakery. Sampai saat ini chef Yongki juga tidak membuka toko kue sendiri.

"Bagi saya mengajar orang lain membuat cake yang cantik merupakan kesenangan tersendiri yang tidak bisa tergantikan. Oleh karena itu saya tidak berkeinginan untuk membuka toko," ujarnya.

Sekalipun chef Yongki lebih dikenal di bidang pastry, menurutnya seorang chef tetap harus bisa menguasai semua bidang makanan. Karena chef merupakan 'kepala dapur', artinya harus bisa semua.

"Kalau yang namanya chef, itu harus bisa menguasai seluruhnya. Dari minuman, makanan, dessert, masakan itu harus menguasai. Kalau dia cuma bisa masak aja, saya bilang itu bukan Chef yang asli," jelasnya.

Chef Yongki juga melek media sosial. Bahkan ia menyarankan semua orang yang ingin mulai belajar bikin kue bisa mendalaminya terlebih dahulu lewat media sosial yang ada.

"Kita kan ada seperti YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, itu banyak pelajaran yang perlu di dapet, dan lebih terbuka daripada sekolah," ujarnya kepada detikFood.

"Di sekolahan malah dapetnya cuma sedikit ya, tapi kalau keluar dari situ lebih baik belajar dulu di situ, lalu kita dalami, kita ambil konsepnya mau apa dulu. Mau masakan dulu, apa mau kue dulu, atau mau minuman dulu, boleh pilih," lanjut chef Yongki.

Setelah mempelajarinya lewat media sosial, barulah bisa menambah ilmu lagi dengan cara ikut dalam sebuah akademi, sekolah, atau pun kelas-kelas memasak hingga menjadi seorang chef profesional.

Soal tren atau makanan viral yang sedang marak di Indonesia, chef Yongki menganggap akan lebih baik jika yang diviralkan atau dipopulerkan adalah makanan Indonesia.

Chef Yongki mengungkap, "Tapi sebaiknya jangan ambil makanan viral, bukan makanan viral nggak bagus ya, makanan viral bagus, tapi sebaiknya ambil makanan yang Indonesia yang dikenal semua orang."

Chef senior ini memberi contoh snack atau camilan khas Indonesia, seperti risoles atau kroket. Menurutnya jajanan seperti ini bisa dikembangkan menjadi lebih unik.

Chef Yongki GunawanChef Yongki Gunawan memberikan beberapa tips untuk membuat kue lebaran enak dan tidak gagal. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Begitu juga dengan kue kering, seperti nastar atau kastengel yang juga bisa dikembangkan. Ia menganggap cara ini kedepannya mampu membuat makanan Indonesia dikenal lebih luas.

"Jadi tips dari saya, jangan lupa jangan tinggalkan makanan Indonesia, karena makanan Indonesia sudah dikenal di seluruh dunia," ujar chef Yongki.

Menjelang hari Lebaran, chef Yongki pun membagikan resep kue spesial hasil kreasinya, Macadamia Sagu dan Kastengel Cake. Beberapa tips juga dibagikan oleh chef Yongki kepada mereka yang mungkin ingin mencoba membuat kue lebaran sendiri di rumah.

Misalnya dalam hal pembuatan kastengel. Mungkin mereka yang awam seringkali menemukan kastengelnya mudah retak. Chef Yongki menjelaskan kalau kastengel tergolong sebagai kue kering atau cookies yang mana terigunya perlu dipanggang terlebih dahulu.

"Terigunya harus dipanggang dulu jangan dikukus. Kalau terigunya dipanggang, life time (waktu ketahanan) kuenya juga akan lebih lama lagi," pungkas chef Yongki.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads