7 Tips Bikin Kastengel Emping Cake ala Chef Yongki Gunawan yang Unik dan Enak
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Chef Yongki Gunawan membagikan resep dan tips membuat kue lebaran yang unik dan enak. Berupa kastengel cake yang dimodifikasi dengan emping. Begini tips bikinnya!
Kehadiran kue lebaran sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia selama perayaan hari raya Idul Fitri. Umumnya kue yang disajikan berupa kue-kue kering, seperti nastar, kastengel, hingga putri salju.
Namun jika bosan dengan kue kering seperti itu, kamu bisa bikin kue yang berbeda tetapi masih punya unsur kue lebaran khas.
Chef Yongki Gunawan membagikan ide membuat kue lebaran yang antimainstream tetapi tetap khas dan mudah dibuat. Berupa kastengel tetapi dibuat versi cake yang ditambah emping melinjo.
Kastengel emping cake ala chef Yongki Gunawan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
"Kali ini saya bikin kue yang lain daripada yang lain, yaitu kastengel emping cake. Nah kastengel itu ada empingnya. Tau gak emping? emping melinjo. Jadi ada keju rasa emping-emping gitu kemudian dibikin pake cake. Nanti bisa dibikin satu minggu sebelum lebaran," jelas chef Yongki.
Dalam pembuatan kastengel emping cake terdapat beberapa tips yang bisa diperhatikan. Mulai dari pemilihan bahan hingga teknik-teknik khusus supaya cakenya tidak bantet. Begini tipsnya!
1. Pakai mentega dan margarin
Perhatikan bahan-bahan yang digunakan, terutama penggunaan mentega dan margarin. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Dalam setiap resep membuat kue, chef Yongki selalu menggunakan mentega (butter) dan juga margarin.
Mentega merupakan produk susu yang terbuat dari lemak susu atau krim dikocok hingga memisahkanbagian padatnya (mentega) dari buttermilk cair.
Sedangkan margarin dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, minyak kedelai, minyak jagung, hingga minyak bunga matahari. Minyak ini yang emudian diproses melalui hidrogenasi parsial atau interesterifikasi sampai mencapai tekstu padat, seperti mentega.
Menurut chef Yongki kedua bahan ini sebenarnya punya fungsi sama dalam adonan kue. Chef Yongki mencampur keduanya agar adonan kue lebih sehat dan memenuhi indeks glikemik maksimal 50.
Sebab, kedua bahan ini memiliki profil nutrisi yang berbeda di mana mentega kaya akan lemak jenuh. Sedangkan margarin tidak mengandung kolesterol tetapi beberapa jenis bisa mengalami hidrogenasi parsial tinggi yang akhirnya mengandung lemak trans.
"Terserah butternya bisa dari merek apa aja. Kemudian kita kasih margarin juga supaya nggak terlalu fat (berlemak) dan makanan itu lebih sehat," ujar chef Yongki.
2. Pilih terigu berprotein rendah atau sedang
Penting untuk memperhatikan tipe tepung yang digunakan. Kalau untuk membuat cake atau heavy dough, chef Yongki merekomendasikan penggunaan tepung berprotein rendah atau sedang.
"Jangan protein tinggi nanti dia kering," ujar chef Yongki. Dalam resep ini chef Yongki juga menambah maizena (tepung jagung) ke dalam tepung terigu agar adonanvlebih lembut.
3. Kocok pakai mixer dengan kecepatan naik perlahan
Proses mixing menggunakan mixer juga perlu diperhatikan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Dalam mencampur adonan, chef Yongki membebaskan penggunaan stand mixer maupun hand mixer. Hal terpenting yaitu memperhatikan kecepatannya.
"Ini kita kocok pertama speed rendah. Masalahnya buat apa, kalau rendah itu supaya terigunya dan gulanya gak terbang-terbang. Sampai dia ke aduk dulu. Baru pindah ke kecepatan tinggi," jelas chef senior ini.
Waktu pencampuran donan dengan kecepatan tinggi bisa dilakukan sekitar 5 menit saja.
Adonan kue yang dikocok dengan mixer menurut chef Yongki juga tidak perlu sampai kalis. Hal terpenting bagian yang mengandung butter perlu dikocok sampai putih.
"Setelah putih, baru masukkan telur sama adonan terigu itu gantian," ujarnya.
4. Telur harus selalu ditimbang
Dalam pembuatan kue, chef Yongki menekankan agar penggunaan telur harus selalu ditimbang.
"Karena di Indonesia telur ada yang besar ada yang kecil. Kita ambil standar internasional, kalau kuning telur 20 gram, putih telur 30 gram," ujarnya.
Satu butir telur isinya 50 gram. Jika resep tersebut meminta untuk pakai lime kuning telur dan tujuh putih telur, berarti harus dihitung. Lima kuning dikali 20 gram dan tujuh putih dikali 30 gram.
Chef Yongki mengungkap jika terlalu banyak putih telur, membuat adonan kue kering. Sedangkan jika terlalu banyak kuning telur, kue akan menjadi lebih lembap atau moist.
5. Tips panggang kue
Karena kebanyakan oven di rumah orang Indonesia adalah oven konvensional atau oven listrik, sehingga chef Yongki menyarankan dalam untuk hanya menggunakan api bawah.
Chef Yongki mengungkap, "Atasnya jangan dinyalain kecuali Anda punya oven deck itu beda sekali. Nanti kalau Anda nyalakan api atas, nanti kuenya jadi gosong dan kurang bagus."
Kue ini pun bisa dipanggang dalam suhu 180 derajat selama 30 menit. ketika sudah matang, kue bisa ditunggu sampai dingin terlebih dahulu baru lanjut ke steps lain.
6. Topping keju dan emping dimasak lebih dahulu
Dalam pembuatan kue ini, chef Yongki menggunakan keju panggang dan emping yang sudah digoreng terlebih dahulu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Kastengel cake identik dengan penggunaan keju. Chef Yongki pun memggunakan keju cheddar yang sudah diparut. Namun sebelum dimasukkan ke adonan, kejunya bisa dipanggang terlebih dahulu supaya menciptakan tekstur yang lebih renyah.
"Kejunya Anda parut dulu. Udah gitu Anda nyalakan api 130 derajat celcius. Panggang dia 30 menit nanti dia kering. Ini bia disimpen kapan aja. Gunanya untuk dimakan supaya crunchy lah," ujarnya.
Chef Yongki juga memadukannya dengan emping melinjo yang perlu digoreng terlebih dahulu tetapi jangan sampai gosong.
Kalau mau lebih renyah lagi juga bisa. Chef Yongki menyarankan untuk menggunakan kulit telur yang dicacah terlebih dahulu lalu dimasukkan ke adonan.
Untuk bagian kue kering seperti ini, chef Yongki juga menekankan agar terigu yang dipakai berprotein sedang.
7. Masukkan adonan kue kering ke kulkas
Adonan kue kering bisa didinginkan di kulkas terlebih dahulu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Kastengel cake terdiri dari dua bagian yaitu adonan heavy dough dan adonan kue kering di atasnya.
Jika adonan kue kering sudah selesai dibuat dan dicetak sesuai dengan loyang, adonan ini perlu dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu.
"Kita masukkan ke dalam kulkas dulu supaya dia beku. Setelah beku nanti ditaruhnya enak. Kurang lebih sekitar 10-15 menit nanti butternya mengeras. Tujuannya kalau sudah mengeras nanti ditaruh di atasnya lebih enak," pungkas chef Yongki.
Setelah adonan kue heavy dough dan kue kering digabungkan, chef Yongki mengoleskan kuning telur agar mengkilap dan menaburinya dengan parutan keju.
Barulah kue dipanggang kembali sekitar 30 sampai 40 menit dalam suhu 130 derajat celcius. Setelah dipanggang, tunggu dingin terlebih dahulu barulah disajikan.
(aqr/adr)
-
Ayam3 Resep Ayam Serundeng yang Sedap, Pakai Kelapa hingga Lengkuas
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah





