×
Ad

Hidangan Lebaran Komplet

Kenapa Opor Selalu Jadi Menu Lebaran? Begini Asal-usulnya

Diah Afrilian - detikFood
Sabtu, 14 Mar 2026 11:00 WIB
Foto: Instagram
Jakarta -

Tak sekadar lauk pauk yang identik dengan lebaran, opor ternyata punya makna mendalam. Berawal dari akulturasi budaya, hidangan ini jadi lambang kesucian.

Aroma gurih santap dari opor ayam melekat dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Hidangan ini biasanya tersaji bersama ketupat, sambal goreng hati, dan kerupuk sebagai menu khas saat keluarga berkumpul merayakan Lebaran.

Bagi banyak orang, opor bahkan dianggap sebagai menu wajib yang selalu hadir di meja makan setiap tahun. Meski begitu, tidak banyak yang mengetahui bahwa opor sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kuliner Nusantara.

Hidangan ini tidak muncul begitu saja sebagai makanan Lebaran, tapi lahir dari proses pertemuan berbagai budaya yang terjadi sejak berabad-abad lalu melalui jalur perdagangan dan penyebaran agama.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta sejarah penyajian opor saat lebaran:

Penyajian opor ayam ternyata berasal dari akulturasi berbagai budaya. Foto: Istimewa

1. Hasil Akulturasi Budaya

Sejarawan kuliner menyebutkan bahwa opor lahir dari proses akulturasi kuliner antara Indonesia, India, dan Arab. Pengaruh tersebut masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan penyebaran Islam sejak abad pertengahan.

Masakan India membawa tradisi kari, sedangkan pedagang Arab memperkenalkan hidangan berbumbu seperti gulai. Masyarakat lokal kemudian memodifikasi kedua konsep tersebut dengan bahan dan selera lokal.

Penambahan santan yang lebih dominan dengan mengurangi intensitas bumbunya membuat opor kemudian lahir di Nusantara. Sebab pengaruh perdagangan dan penyebaran Islam berkembang di daerah pesisir, hidangan opor juga banyak ditemukan di wilayah yang memiliki akar budaya Melayu dan Jawa.

2. Muncul Sejak Abad ke-15

Menurut penelitian sejarah kuliner, opor mulai berkembang di Pulau Jawa sekitar abad ke-15 hingga ke-16. Pada masa itu, masyarakat Jawa sudah mengenal kari yang dibawa oleh pedagang asing, kemudian diolah kembali dengan teknik dan bahan lokal.

Di Jawa, santan menjadi unsur penting dalam banyak masakan tradisional. Hal ini membuat opor memiliki kuah santan yang lembut dan tidak terlalu pedas dibanding kari India.

Secara perlahan opor kemudian menyebar pada beberapa wilayah di pulau Jawa. Dimulai dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Solo hingga kemudian dikenal hampir seluruh wilayah di pulau Jawa dari Timur ke Barat.



Simak Video "Alasan Ketupat Jadi Makanan Identik saat Lebaran "


(dfl/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork