Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
17:54 WIB
wilayah Jakarta
Back

Fenomena Muslim Buka Puasa di Resto Jual Menu Babi, Memang Boleh?

Andi Annisa Dwi R - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi hotpot
Jakarta - Banyak restoran jadi incaran muslim untuk tempat buka puasa. Namun ada konten kreator yang menyoroti restoran dengan menu babi pun turut diserbu muslim. Memangnya boleh ya?

Muslim perlu cermat saat memilih restoran atau kafe sebagai tempat buka bersama (bukber). Jangan sampai tempat yang dipilih belum terjamin kehalalannya. Jangan pula abai dengan ciri-ciri restoran yang sudah jelas tidak boleh dijadikan tempat bersantap oleh muslim.

Konten kreator yang fokus membahas isu halal, Dian Widayanti (@dianwidayanti) (7/3), mengutip unggahan kreator lain soal pilihan tempat makan muslim. Ia menyoroti sebuah restoran hotpot asal China dengan menu babi yang turut diantre muslim untuk buka puasa.

"Emang boleh ya buka puasa di restoran yang jual babi?" tanya si kreator. Dirinya yang nonmuslim kaget begitu tahu banyak muslim berjilbab tengah ikut 'waiting list' restoran dengan menu babi itu.

"Alkisah kita datang jam 17.30, tempatnya waiting list. Saya pikir (orang yang nunggu) orang-orang China doang, pas saya lihat, semuanya pakai jilbab," ujar si kreator.

Dian pun meluruskan hal ini. Ia mengaku miris, tapi tak bisa mengabaikan fakta bahwa hal ini banyak terjadi. "Kita harus sepakat kalau ini nggak boleh," ujarnya.

Jangankan saat Ramadan, pada hari biasa pun, muslim tidak boleh makan di restoran menjual menu haram. Sayangnya banyak muslim tidak 'aware' dan membuat asumsi salah.

Dian berujar, "Misalnya (mereka berasumsi) 'gapapa makan di restoran yang jual babi, kan gue makan ayamnya'." Hal itu tidak tepat karena risiko kontaminasi silang tetap ada.

Sekalipun restoran itu memajang tanda 'no pork no lard', bukan berarti muslim bisa bersantap di sana. Sebab aspek kehalalan bukan soal tidak ada babi dalam menu, tapi juga penggunaan mirin, sake, angciu, arak masak, wine, brandy, dan jenis khamr lainnya.

"Dan ini semua sama-sama haram. Jadi sudah yuk pilihan halal sudah banyak banget. Kenapa harus pilih yang haram, apalagi untuk buka puasa?" tutup Dian.

(adr/adr)