Siapa yang sangka banyak makanan dan camilan populer di dunia justru diciptakan saat perang oleh Militer Amerika. Apa saja makanannya?
Meski tidak selalu berhasil menciptakan makanan yang lezat, berbagai riset militer di Amerika justru melahirkan produk pangan yang praktis, tahan lama, dan mudah dibawa.
Sejumlah inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi produk makanan populer di masyarakat. Camilan seperti Cheetos hingga jus jeruk beku berasal dari riset yang awalnya ditujukan untuk kebutuhan ransum militer tentara Amerika.
Penulis buku Combat-Ready Kitchen, Anastacia Marx de Salcedo, menyebut kontribusi militer Amerika tak hanya pada produknya, tetapi juga pada ilmu pangan yang kini digunakan luas di industri makanan.
Teknologi tersebut berkembang sejak Perang Dunia II dengan fokus menciptakan makanan yang tahan lama, mudah dibawa, dan terjangkau.
Dilansir dari History (06/03/2026), berikut lima makanan dan camilan populer yang dulunya diciptakan untuk tentara Amerika saat perang.
1. M&M's
Permen cokelat M&M's sebenarnya tidak diciptakan oleh militer Amerika Serikat. Namun, produk ini pertama kali dibuat khusus untuk kebutuhan tentara pada masa Perang Dunia II.
Pada 1941, pengusaha makanan Forrest Mars Sr. bekerja sama dengan Bruce Murrie dari perusahaan cokelat Hershey untuk menciptakan cokelat kecil berlapis gula keras. Lapisan tersebut membuat cokelat tidak mudah meleleh sehingga cocok dibawa dalam ransum tentara di medan perang.
Nama M&M's sendiri berasal dari huruf awal nama belakang Mars dan Murrie. Militer Amerika Serikat menjadi pelanggan pertama yang membeli produk ini untuk dimasukkan ke dalam paket makanan tentara.
Setelah perang berakhir dan pembatasan gula dicabut pada 1947, M&M's mulai dijual secara luas kepada masyarakat. Produk ini kemudian berkembang menjadi salah satu permen cokelat paling populer di dunia sampai sekarang,
2. Cheetos
Camilan keju renyah Cheetos juga terkait riset pangan yang dilakukan untuk kebutuhan militer Amerika Serikat. Sejak Perang Dunia I, pihak militer Amerika diketahui memesan jutaan ton keju dari perusahaan Kraft untuk ransum tentara.
Pada Perang Dunia II, kebutuhan tersebut meningkat drastis hingga lebih dari 100 juta ton keju dalam satu tahun. Untuk mengurangi berat dan volume pengiriman, para peneliti dari laboratorium militer bekerja sama dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat serta sejumlah universitas untuk mengembangkan teknik pengeringan keju.
Pada 1943, ilmuwan bernama George Sanders berhasil menciptakan bubuk keju pertama dengan cara mengeringkan dan menggiling keju hingga menjadi serbuk. Setelah perang berakhir, perusahaan makanan memanfaatkan stok bubuk keju tersebut untuk membuat camilan jagung berlapis keju yang kemudian dikenal sebagai Cheetos yang mendunia.
3. Roti Anti Basi
Bagi tentara di medan perang, roti merupakan makanan penting karena mudah dikonsumsi dan memberikan energi. Namun, menjaga roti tetap segar dalam waktu lama menjadi tantangan besar bagi logistik militer. Dalam laporan ransum militer pada awal 1990-an bahkan disebutkan bahwa roti sangat dibutuhkan oleh prajurit di medan tempur.
Pada masa sebelumnya, tentara Amerika sering kali hanya mendapatkan hardtack, yaitu biskuit keras yang tahan lama tetapi kurang nyaman dimakan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada 1950-an militer Amerika bekerja sama dengan Departemen Industri Gandum di Kansas State College.
Para ilmuwan kemudian mengembangkan teknik baru menggunakan asam lemak dan enzim bakteri yang membuat roti lebih lembut dan tidak cepat basi. Metode ini akhirnya menjadi dasar teknologi roti kemasan yang kini banyak dijual di supermarket.
Simak Video "Menjelajahi Ragam Rasa di Resinda Hotel Karawang"
(sob/adr)