Makanan mahal yang kini diagung-agungkan, ternyata dahulu dianggap hidangan bagi kelas pekerja. Beberapa faktor membuat harga makanan tersebut melonjak drastis.
Beberapa makanan dahulu dianggap sebagai sisa dan hanya dikonsumsi oleh kelas pekerja, tapi kini bisa naik tahta. Sebab persediaannya yang semakin terbatas, makanan-makanan ini sekarang disajikan di atas meja restoran.
Ada yang sebelumnya bahkan pernah dijadikan pakan ternak, makanan tahanan, hingga camilan gratis di bar. Namun sekarang, makanan-makanan tersebut harganya dipatok selangit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini 5 makanan buruh di masa lampau yang naik tahta jadi makanan mewah:
Saking banyaknya pasokan lobster, dahulu makanan ini diberi kepada pekerja dan narapidana. Foto: detikFood |
1. Lobster
Saat ini, Lobster dikenal sebagai hidangan mahal yang sering disajikan di restoran fine dining. Namun pada abad ke-18 hingga 19 di Amerika, lobster justru dianggap sebagai makanan kelas pekerja.
Populasinya yang sangat melimpah membuat hewan ini mudah didapatkan di sepanjang pantai. Lobster bahkan pernah dijuluki sebagai "cockroach of the sea" atau kecoa laut.
Makanan ini sering diberikan kepada narapidana, pekerja kontrak, hingga dijadikan pakan ternak atau pupuk. Beberapa catatan sejarah bahkan menyebutkan bahwa para pekerja sempat protes karena terlalu sering diberi lobster.
2. Kaviar
Kaviar merupakan telur ikan sturgeon yang kini menjadi simbol kemewahan di seluruh dunia. Biasanya disajikan dalam porsi kecil dengan harga yang sangat tinggi di restoran mahal.
Namun pada abad ke-19, terutama di Amerika Serikat, kaviar bukanlah makanan eksklusif. Bahkan, makanan ini sering disediakan secara gratis di bar untuk membuat pengunjung membeli lebih banyak minuman.
Seiring waktu, penangkapan berlebihan membuat populasi sturgeon menurun drastis. Kelangkaan ini membuat harga kaviar melonjak tajam dan mengubahnya menjadi salah satu makanan paling mahal di dunia.
3. Tiram
Tiram atau oyster saat ini sering dikaitkan dengan hidangan romantis dan mahal. Namun, pada abad ke-19 di Eropa dan Amerika, tiram justru merupakan makanan bagi rakyat.
Saat itu, tiram dijual oleh pedagang kaki lima dengan harga murah. Bahkan, banyak bar yang menyediakannya secara gratis sebagai pelengkap minuman.
Namun, eksploitasi berlebihan dan meningkatnya permintaan menyebabkan populasi tiram menurun drastis. Sehingga harganya meningkat drastis dan statusnya berubah menjadi makanan premium.
Jauh sebelum dianggap makanan premium, foie gras dikonsumsi oleh banyak rakyat biasa di Perancis. Foto: iStock |
4. Foie Gras
Foie Gras adalah hidangan hati angsa atau bebek yang kini identik dengan kuliner eksklusif dari Prancis. Teksturnya yang lembut dan rasa yang kaya membuatnya menjadi salah satu makanan mahal di dunia.
Pada masa lalu, terutama di komunitas tertentu, hati angsa digunakan sebagai sumber lemak yang cukup umum. Bahkan, beberapa kelompok menggunakannya sebagai alternatif bahan memasak sehari-hari.
Perubahan citra foie gras terjadi ketika teknik pengolahan dan penyajiannya berkembang menjadi lebih kompleks. Ditambah dengan reputasi kuliner Prancis yang mendunia, foie gras kini menjadi simbol kemewahan di restoran fine dining.
5. Truffle
Truffle adalah jamur langka yang dikenal memiliki aroma khas dan harga yang sangat tinggi. Saat ini, truffle sering digunakan dalam hidangan eksklusif di restoran berbintang Michelin.
Di masa lalu, truffle tidak selalu dianggap mewah. Dalam beberapa periode sejarah, jamur ini dikonsumsi oleh kalangan biasa, bahkan oleh tentara sebagai makanan yang mudah didapatkan di alam liar.
Kini, karena sulit dibudidayakan dan hanya tumbuh di kondisi tertentu, truffle menjadi sangat langka. Proses pencariannya yang rumit, bahkan menggunakan anjing atau babi terlatih, membuat harga truffle melambung tinggi.
Simak Video "Menjelajahi Ragam Rasa di Resinda Hotel Karawang"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN