Tak Disangka! 5 Makanan Populer Ini Ternyata Lahir karena 'Kepepet'

Tak Disangka! 5 Makanan Populer Ini Ternyata Lahir karena 'Kepepet'

Sonia Basoni - detikFood
Jumat, 17 Apr 2026 18:30 WIB
Sosok Pencipta Selai Nutella Meninggal di Usia 97 Tahun
Foto: Getty/Jam Press
Jakarta -

Tidak semua makanan populer lahir dari kondisi yang ideal. Dalam beberapa kasus, banyak makanan yang muncul karena kondisi 'kepepet', tapi berhasil bertahan sampai sekarang.

Di masa lampau, produsen makanan hingga orang-orang harus menghadapi situasi sulit seperti perang, krisis bahan baku, hingga keterbatasan pasokan pangan. Hal ini rupanya mendorong berbagai inovasi di dunia kuliner.

Para pelaku usaha dan ilmuwan dituntut mencari cara kreatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Hasilnya, terciptalah berbagai produk yang awalnya hanya solusi sementara, tetapi kemudian berkembang menjadi makanan yang digemari secara luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari selai cokelat, margarin, hingga minuman bersoda, semuanya memiliki latar belakang yang tidak terduga.

Dilansir dari ListVerse (17/04/2026), berikut lima makanan yang lahir dari kondisi 'kepepet':

ADVERTISEMENT


1. Nutella karena Krisis Kakao

Sosok Pencipta Selai 'Nutella' Meninggal di Usia 97 TahunSosok Pencipta Selai 'Nutella' Meninggal di Usia 97 Tahun Foto: Getty/Jam Press

Setelah Perang Dunia II, Italia mengalami kelangkaan kakao akibat tingginya pajak dan terbatasnya impor. Kondisi ini menyulitkan para pembuat cokelat, termasuk Pietro Ferrero di wilayah Piedmont.

Ia kemudian memanfaatkan hazelnut yang melimpah sebagai bahan utama, dicampur sedikit kakao untuk menciptakan pasta bernama 'Pasta Gianduja'.

Produk ini menjadi solusi murah bagi masyarakat yang ingin menikmati rasa cokelat. Seiring waktu, resep tersebut dikembangkan menjadi selai oles yang kini dikenal sebagai Nutella.

2. Margarin sebagai Pengganti Mentega

Sejarah Margarin, Inspirasi dari Napoleon III hingga Kini Ada Margarin SehatSejarah Margarin, Inspirasi dari Napoleon III hingga Kini Ada Margarin Sehat Foto: Ilustrasi iStock

Pada akhir 1860-an, Prancis menghadapi lonjakan harga mentega yang menyulitkan masyarakat dan militer. Kaisar Napoleon III kemudian mengadakan sayembara untuk menciptakan alternatif yang lebih murah dan tahan lama.

Ahli kimia Hippolyte Mège-Mouriès berhasil menemukan oleomargarin pada 1869, yang dibuat dari lemak sapi, susu, dan air. Meski sederhana, produk ini mampu memenuhi kebutuhan lemak bagi tentara dan masyarakat kelas pekerja.

Seiring perkembangan teknologi, margarin kemudian dibuat dari minyak nabati dan menjadi produk yang lebih modern.

3. Kopi Chicory Muncul dari Kelangkaan Biji Kopi

Ilustrasi kopi Kopi ChicoryIlustrasi kopi Kopi Chicory Foto: iStock

Saat Perang Napoleon dan Civil War di Amerika, distribusi kopi terganggu akibat blokade di laut. Di New Orleans, masyarakat mencari alternatif untuk menggantikan kopi yang sulit didapat. Mereka kemudian menggunakan akar tanaman chicory yang dipanggang dan digiling.

Akar ini menghasilkan rasa pahit dan warna gelap yang menyerupai kopi. Campuran chicory dan kopi menjadi solusi untuk memperpanjang persediaan.

Bahkan setelah kondisi normal, kebiasaan ini tetap bertahan dan menjadi ciri khas kuliner setempat. Hingga kini, minuman kopi chicory masih menjadi bagian penting dari identitas budaya di New Orleans.

4. Makanan Kaleng untuk Bekal Tentara

Berapa Lama Makanan Kaleng Dapat Bertahan? Ini Kata AhliMakanan Kaleng untuk Bekal Tentara. Foto: Getty Images/iStockphoto/SarapulSar38

Pada masa Perang Napoleon, banyak tentara meninggal akibat kelaparan dan penyakit karena sulitnya menyimpan makanan segar. Napoleon Bonaparte kemudian menawarkan hadiah bagi siapa pun yang bisa menemukan metode pengawetan makanan.

Nicolas Appert mengembangkan teknik memanaskan makanan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah pembusukan. Metode ini kemudian disempurnakan oleh Peter Durand dengan penggunaan kaleng logam yang lebih kuat.

Inovasi ini menjadi dasar industri makanan kaleng modern yang bertahan sampai sekarang. Teknologi tersebut memungkinkan distribusi makanan dalam skala besar dan mendukung perjalanan jarak jauh, baik untuk militer maupun kebutuhan banyak orang sehari-hari.


5. Fanta Lahir dari Keterbatasan Bahan Sirup

FantaFanta Foto: istimewa

Pada tahun 1940, cabang produsen minuman bersoda Coca-Cola di Jerman tidak dapat mengimpor sirup utama akibat pembatasan perdagangan selama perang.

Manajer pabrik, Max Keith, kemudian menginstruksikan timnya untuk menciptakan minuman baru dari bahan yang tersedia. Mereka menggunakan produk sampingan seperti whey dan ampas apel untuk menghasilkan minuman dengan rasa buah yang ringan.

Produk ini kemudian diberi nama Fanta, yang berasal dari kata 'fantasie'. Minuman tersebut cukup populer di masa perang. Setelah perang berakhir, Fanta dikembangkan menjadi produk global dengan rasa yang lebih konsisten, termasuk varian jeruk yang dikenal luas hingga sekarang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Olahan Pangan Serangga jadi Solusi Atasi Kelaparan di Afrika"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads