Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:08 WIB
wilayah Jakarta
Back
Ramadan Lezat 2026

Puasa Bisa Bikin Langsing? Dokter Ungkap Triknya agar Berat Badan Turun

Yenny Mustika Sari - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Kulit ‘Glowing’ Saat Lebaran dengan 5 Tips Makan Sehat Ini
Jakarta - Banyak orang berharap berat badan turun selama Ramadan. Namun, tak sedikit juga yang justru merasa bobotnya naik karena pola makan kurang terkontrol saat berbuka. Lalu, apakah puasa bisa membantu menurunkan berat badan?

Melansir dari Khaleej Times (18/2), para pakar menyebut jawabannya bisa saja, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Puasa selama Ramadan dinilai mirip dengan diet time-restricted eating (TME). Artinya, tubuh memiliki jeda cukup panjang tanpa asupan makanan.

Dr. Jyoti Upadhyay, Spesialis Penyakit Dalam di Aster Hospital, Dubai, menjelaskan bahwa selama berpuasa kadar insulin dalam tubuh menurun. Kondisi ini membuat tubuh lebih efisien menggunakan cadangan glukosa dan lemak sebagai sumber energi.

Ia menyebut kondisi ini seperti metabolic reset, yaitu momen ketika sistem pencernaan mendapat jeda teratur sehingga bisa bekerja lebih optimal.

"Sistem pencernaan mendapatkan istirahat yang teratur, yang dapat meningkatkan fungsi usus dan mengurangi refluks ketika asupan makanan seimbang," kata Dr. Jyoti.

Namun, manfaat tersebut bisa hilang jika saat berbuka justru makan berlebihan. Dr. Jyoti mengingatkan bahwa Ramadan bisa menjadi tidak sehat jika setelah puasa tubuh dibanjiri makanan tinggi kalori, gula berlebihan, hidangan sangat berat, serta kurang tidur. Dengan kata lain, puasa saja tidak cukup jika tidak diiringi pola makan yang seimbang.

"Orang mungkin malah akan mengalami kenaikan berat badan meskipun berpuasa karena konsumsi jus, makanan penutup, dan makan gorengan saat berbuka puasa," kata Dr. Jyoti mengungkap efek sebaliknya.

Selain mengatur porsi makan, hidrasi juga menjadi kunci. Para ahli menyarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur agar metabolisme tetap berjalan baik. Minum air putih secara bertahap dinilai lebih efektif dibanding langsung minum dalam jumlah besar sekaligus.

Aktivitas fisik ringan juga dianjurkan. Pelatih kebugaran Reem Backer mengatakan tidak perlu olahraga berat selama Ramadan. Gerakan sederhana seperti berjalan kaki setelah berbuka atau peregangan ringan sudah cukup membantu jika dilakukan secara konsisten.

Intinya, Ramadan bisa menjadi momentum untuk menurunkan berat badan, tetapi kuncinya ada pada kontrol diri. Mengurangi gula berlebih, tidak makan berlebihan saat berbuka, cukup minum, dan tetap aktif bergerak dapat membuat puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan.

(yms/adr)