Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

5 Tips Berburu Takjil yang Enak dan Tetap Sehat, Jangan Asal Beli!

Diah Afrilian - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Sejumlah warga berburu hidangan berbuka puasa (takjil) di Pasar Rawamangun, Jalan Pinang Raya Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Menjelang waktu berbuka, kawasan ini dipadati warga yang datang untuk mencari aneka makanan dan minuman khas Ramadan.
Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto
Jakarta -

Membeli takjil sebaiknya tak sembarangan. BPOM RI menemukan beberapa takjil dengan kandungan berbahaya. Pilih takjil yang PAS sesuai anjuran BPOM RI.

Menjelang waktu berbuka, berbagai penjaja makanan menawarkan aneka takjil menggoda, mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga aneka kue tradisional. Meski terlihat lezat, masyarakat tetap perlu berhati-hati dalam memilih takjil agar makanan yang dikonsumsi tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Pasalnya, pengawasan pangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan sejumlah takjil yang mengandung bahan berbahaya. Dari ribuan sampel makanan yang diperiksa, sebagian di antaranya terindikasi mengandung formalin, boraks, hingga pewarna tekstil seperti rhodamin B yang berisiko bagi kesehatan.

Kandungan tersebut tentu bukan termasuk bahan yang aman jika tertelan melalui makanan, apalagi dalam jumlah yang banyak. Dilansir dari laman resmi Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), membeli takjil harus memilih yang PAS atau Pangan Aman Gizi Seimbang.

Berikut 5 tips memilih takjil yang PAS dari BPOM:

Jessica Jane war takjilMembeli takjil harus memastikan kebersihan penjualnya. Foto: YouTube Jessica Jane

1. Beli Pangan di Tempat yang Bersih

Kebersihan tempat berjualan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas makanan. Pilihlah pedagang yang menjajakan makanan di lokasi yang bersih, tidak dekat dengan tempat sampah, saluran air kotor, atau jalan yang penuh debu.

Lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi berbagai bakteri dan kuman yang berbahaya bagi kesehatan. Jika makanan dibiarkan terbuka di tempat yang berdebu atau banyak lalat, risiko terjadinya pencemaran makanan menjadi lebih tinggi.

2. Beli Pangan dari Penjual yang Sehat dan Bersih

Selain tempat berjualan, kondisi penjual juga penting diperhatikan. Pedagang yang menjaga kebersihan diri biasanya menggunakan sarung tangan, penutup kepala, atau minimal mencuci tangan sebelum memegang makanan.

Penjual yang tampak sehat dan menjaga kebersihan cenderung lebih memperhatikan keamanan pangan yang dijual. Sebaliknya, jika penjual terlihat kurang higienis atau menangani uang dan makanan tanpa mencuci tangan, sebaiknya lebih berhati-hati.

3. Pastikan Makanan Bebas dari Cemaran

Takjil yang aman harus bebas dari berbagai jenis cemaran. Cemaran fisik bisa berupa rambut, potongan plastik, debu, atau benda asing seperti staples yang tidak sengaja tercampur dalam makanan.

Selain itu, ada pula cemaran kimia seperti asap kendaraan, tinta dari kertas pembungkus, atau bahan kimia berbahaya yang digunakan secara ilegal dalam makanan. Sementara cemaran biologis berasal dari bakteri, virus, atau jamur yang berkembang pada makanan yang tidak diolah secara higienis.

Sejumlah warga berburu hidangan berbuka puasa (takjil) di Pasar Rawamangun, Jalan Pinang Raya Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Menjelang waktu berbuka, kawasan ini dipadati warga yang datang untuk mencari aneka makanan dan minuman khas Ramadan.Pilih makanan yang dikemas menggunakan wadah food grade. Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto

4. Pastikan Penggunaan Wadah Food Grade

Kemasan makanan juga tidak boleh diabaikan. Pilih takjil yang disajikan menggunakan wadah atau kemasan yang bersih dan aman untuk makanan (food grade).

Beberapa pedagang masih menggunakan kertas koran atau plastik yang tidak dirancang untuk makanan. Padahal, tinta pada kertas atau bahan kimia dari plastik tertentu bisa berpindah ke makanan.

Jika memungkinkan, membawa wadah sendiri dari rumah juga bisa menjadi pilihan yang lebih aman sekaligus ramah lingkungan.

5. Bijak dalam Memilih Makanan Asin, Manis, dan Berlemak

Saat berbuka puasa, banyak orang tergoda mengonsumsi makanan yang sangat manis atau gorengan berlemak. Padahal, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus.

Sebaiknya pilih takjil yang lebih seimbang, seperti buah segar, kolak dengan gula secukupnya, atau makanan ringan yang tidak terlalu berminyak.

(dfl/adr)