×
Ad

Bukan Cuma Sehat, Rutin Makan Sayuran Hijau Ini Bikin Panjang Umur

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Rabu, 21 Okt 2026 05:00 WIB
Foto: Louis Hansel/Unsplash
Jakarta -

Konsumsi jenis sayuran ini disebut ahli punya manfaat memperpanjang umur. Rutin memasukkannya sebagai bagian pola makan bergizi seimbang juga menawarkan manfaat sehat lain.

Dulu, banyak orang berpikir kalau umur panjang semata-mata karena warisan genetik. Namun kini, penelitian menunjukkan bahwa pola makan turut berperan besar dalam menentukan usia hidup seseorang.

Konsumsi sebuah jenis sayuran bahkan dikaitkan dengan khasiat panjang umur. Dilansir dari MSN (14/10/2026), sayuran yang dimaksud adalah brokoli.

Ahli gizi Kelly Burgess, M.B.A., RD, menjelaskan bahwa brokoli menyimpan kombinasi nutrisi yang jarang ditemukan dalam satu jenis sayuran."Brokoli menyediakan serat, vitamin C, karotenoid, flavonoid, dan asam fenolik," ujar Burgess.

Menurutnya, berbagai senyawa itu bekerja sama memberi nutrisi bagi bakteri baik di usus, sekaligus membantu tubuh meredam peradangan dan kerusakan sel yang menumpuk seiring pertambahan usia.

Keunggulan lain brokoli terletak pada sulforaphane, senyawa khas yang juga ditemukan pada sayuran cruciferous lainnya.

Ahli gizi Jennifer Pallian, B.Sc., RD, menyebut senyawa ini sebagai pemicu utama bagi aktivitas protein Nrf2, mekanisme pertahanan antioksidan dan detoksifikasi sel yang justru melemah seiring usia bertambah.

Sebuah uji klinis pada penderita diabetes tipe 2 bahkan menemukan bahwa konsumsi 10 gram bubuk kecambah brokoli per hari mampu menurunkan kadar protein C-reaktif, memperbaiki resistensi insulin, serta mengurangi penanda stres oksidatif.

Selain antioksidan, brokoli juga menyumbang serat meski kadarnya bukan yang tertinggi di antara sayuran lain, yakni sekitar 2,4 gram per cangkir.

Penelitian menyebut setiap tambahan 10 gram serat harian berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat segala penyebab hingga 10 persen.

Brokoli juga mengandung vitamin C, vitamin K, dan folat yang masing-masing berperan menjaga imunitas, kepadatan tulang, serta perbaikan DNA.

Dari sisi pengolahan, memotong brokoli dan membiarkannya sekitar 30 menit sebelum dimasak diklaim dapat mempertahankan kadar sulforaphane.

Memanggangnya dengan minyak zaitun atau menaburkan sedikit bubuk mustard pada brokoli matang juga disebut mampu meningkatkan penyerapan nutrisinya.

Meski begitu, Pallian mengingatkan bahwa konsumsi brokoli saja bukan solusi ajaib untuk panjang umur.

Para ahli menegaskan, brokoli paling optimal dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat bergizi seimbang, bukan sebagai solusi tunggal untuk mendapatkan umur panjang.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"

(yms/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork