7 Sayuran Paling Sehat Pilihan Ahli Gizi, Plus Cara Ideal Mengolahnya

7 Sayuran Paling Sehat Pilihan Ahli Gizi, Plus Cara Ideal Mengolahnya

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Selasa, 29 Sep 2026 06:00 WIB
Soto Sehat! Cinta Laura Bikin Shodow Pakai Madu dan Bayam
Foto: instagram @claurakiehl
Jakarta -

Konsumsi sayuran secara rutin terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Berikut tujuh pilihan tersehat versi ahli gizi, termasuk cara ideal mengolahnya.

Sayuran termasuk bahan makanan sehat yang dianjurkan untuk dikonsumsi sehari-hari. Mengandung beragam vitamin, mineral, dan zat gizi lain, mengonsumsinya bisa membawa dampak positif untuk tubuh.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan konsumsi dua hingga tiga porsi sayuran setiap hari. Jenisnya bisa dipilih sesuai selera, tapi kalau mau yang paling sehat, ahli gizi membeberkan jenisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Women's Health, (20/7), berikut profil 7 sayuran paling sehat beserta cara terbaik mengolahnya:

Fresh Kale Leaf isolated on white (excluding the shadow)Kale disebut oleh ahli gizi sebagai salah satu sayuran paling sehat. Foto: Getty Images/subjug

1. Kale

Kale kaya vitamin A, C, dan K, serta diklaim mampu memperlambat penurunan fungsi kognitif akibat penuaan.

ADVERTISEMENT

"Kale mempertahankan sebagian besar antioksidannya saat dikonsumsi mentah," ujar ahli gizi Mackenzie Burgess, RDN. Rasa pahitnya bisa dinetralkan dengan meremasnya bersama sedikit minyak dan garam.

2. Bayam

Bayam mengandung vitamin C, zat besi, folat, kalium, dan asam nitrat yang terbukti menurunkan tekanan darah serta risiko penyakit jantung.

Sayuran ini bisa dikonsumsi mentah maupun matang. Pemanasan memang mengurangi kadar vitamin A dan C, namun juga menekan kadar oksalat pemicu batu ginjal, menurut Burgess.

3. Swiss Chard

Swiss chard memasok sekitar 22 persen Angka Kecukupan Gizi harian zat besi hanya dalam satu cangkir konsumsinya, menurut ahli gizi Alissa Palladino, RDN, CPT.

Sumber zat besi nabati ini lebih mudah diserap tubuh berkat kandungan vitamin C alami di dalamnya. Kukus atau tumis sebentar agar nutrisinya tidak hilang akibat pemasakan berlebihan.

4. Bawang Putih

Bawang putih mengandung polifenol, flavonoid, dan alisin yang terbukti meredakan peradangan, menekan stres oksidatif, serta menurunkan kolesterol.

Cincang beberapa siung, lalu tambahkan ke tumisan, saus, atau kari. Bawang putih mentah juga bisa digosokkan pada roti panggang alpukat untuk menambah aroma.

5. Bit

Bit kaya folat, mangan, kalium, dan vitamin C, tetapi keunggulan utamanya adalah nitrat alami yang melebarkan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah.

"Nitrat bermanfaat bagi penderita hipertensi maupun atlet ketahanan," kata Palladino. Konsumsi bit mentah, misalnya dicampur ke smoothie atau salad, dinilai paling efektif menjaga nutrisinya.

berkebun sayuran microgreensMicrogreens punya kandungan antikanker yang menyehatkan untuk tubuh, Foto: twitter/istimewa

6. Microgreens

Microgreens dipanen sebelum tanaman tumbuh dewasa sehingga kandungan vitamin, mineral, dan fitokimianya lebih tinggi dibanding sayuran matang, menurut Burgess.

Sayuran ini juga bersifat anti-inflamasi dan antikanker, serta paling baik dikonsumsi mentah sebagai pelengkap salad atau pasta.

7. Rumput Laut

Rumput laut menjadi sumber yodium yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon tiroid pengatur metabolisme energi, menurut Palladino.

Sayuran laut ini juga kaya alginat, serat yang diketahui menurunkan tekanan darah. Karena umumnya dijual kering, rumput laut cukup ditaburkan ke sup, nasi, telur, atau smoothie.

Ketujuh sayuran ini bisa dikombinasikan dalam menu harian untuk memaksimalkan asupan serat, vitamin, dan antioksidan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads