Kopi dapat dikreasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein. Salah satu tren yang ramai dibicarakan adalah proffee, kopi yang dicampur protein, termasuk bubuk protein.
Minuman ini bisa menjadi pilihan praktis bagi orang yang aktif berolahraga atau ingin mengatur pola makan. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar racikannya tetap seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh.
Dilansir dari Health (20/10/2026), berikut manfaat hingga panduan mencampur bubuk protein ke dalam kopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bantu Penuhi Kebutuhan Protein Harian
Proffee Diracik dari Kopi dan Bubuk Protein, Benarkah Menyehatkan? Foto: Getty Images/iStockphoto/MartinPrescott |
Menambahkan bubuk protein ke dalam kopi bisa menjadi cara praktis untuk menambah asupan protein harian.
Tubuh membutuhkan protein untuk menyediakan asam amino yang berperan dalam pemeliharaan, perbaikan, dan pemulihan jaringan, termasuk otot, tulang, serta kulit.
Kebutuhan protein setiap orang berbeda, bergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Sebagai gambaran, orang dengan berat sekitar 68 kilogram membutuhkan sekitar 17-27 gram asupan protein saat sarapan.
2. Berpotensi Mendukung Performa Olahraga
I'm here to workout Foto: Getty Images/PeopleImages |
Protein berperan dalam memperbaiki dan memperkuat otot setelah berolahraga. Orang yang rutin beraktivitas fisik biasanya membutuhkan asupan protein lebih tinggi karena latihan memberi tekanan pada tubuh.
Sementara itu, kafein dalam kopi berpotensi membantu performa olahraga dengan mendukung kontraksi otot dan menunda rasa lelah. Sehingga proffee ini banyak dikonsumsi oleh orang-orang yang sering berolahraga.
Meski begitu, kopi protein bukan pengganti pola makan utama. Kebutuhan protein tetap perlu disesuaikan dengan jenis latihan, intensitas olahraga, dan kondisi tubuh.
3. Membantu Mengontrol Nafsu Makan
Proffee Diracik dari Kopi dan Bubuk Protein, Benarkah Menyehatkan? Foto: Getty Images/iStockphoto/MartinPrescott |
Kopi yang dicampur bubuk protein dapat membantu mengelola rasa lapar. Protein membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga keinginan untuk makan dan asupan kalori berlebih bisa berkurang.
Kafein juga bisa membantu menekan nafsu makan melalui pengaruhnya terhadap hormon yang berkaitan dengan rasa lapar. Selain itu, tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk mencerna protein dibandingkan lemak dan karbohidrat.
Namun, efeknya tidak otomatis membuat berat badan turun, karena harus tetap diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.
4. Perlu Diimbangi Nutrisi Lain
Meski praktis, kopi protein sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber nutrisi saat sarapan. Tubuh juga membutuhkan lemak dan karbohidrat agar protein dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pemeliharaan serta pemulihan otot.
Asupan protein idealnya dibagi sepanjang hari, bukan hanya dikonsumsi dalam satu waktu. Jika kopi protein sudah memenuhi kebutuhan protein saat sarapan, tambahan telur, yoghurt tinggi protein, atau minuman protein lain mungkin tidak diperlukan.
Lengkapi menu dengan buah atau alpukat agar lebih seimbang.
5. Dibuat dengan Beragam Cara
Profee, Racikan Kopi Campur Bubuk Protein yang Hits di TikTok Foto: Getty Images/AegeanBlue |
Tidak ada resep khusus untuk membuat proffee. Kopi dapat dicampur dengan minuman protein siap konsumsi, bubuk protein nabati, atau susu tinggi protein.
Susu dan susu nabati tertentu dapat menambah asupan protein sekaligus memberikan tekstur kopi yang lebih lembut. Agar lebih bernutrisi, kopi bisa diblender bersama buah beku, selai kacang, dan rempah seperti kayu manis atau jahe.
Sebelum rutin mengonsumsi bubuk protein atau mencampurkannya ke dalam kopu, sebaiknya konsultasikan dulu hal ini dengan dokter atau ahli gizi, terutama jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Simak Video "Video BGN: 60 Persen Anak Tak Pernah Lihat Menu Makanan Bergizi Seimbang"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN