Sudah Tahu? Ini 5 Kelompok Makanan yang Paling Mudah Dicerna

Sudah Tahu? Ini 5 Kelompok Makanan yang Paling Mudah Dicerna

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 17 Okt 2026 06:00 WIB
Sayur Bayam
Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak
Jakarta -

Sekelompok makanan dikenal lebih mudah dicerna daripada yang lainnya. Hal ini penting bagi perut yang sedang mengalami gangguan karena lebih ramah dan mengatasi gejala pencernaan.

Terdapat banyak sekali pilihan makanan yang bisa dikonsumsi setiap hari. Namun, penting untuk memasukkan makanan bergizi ke dalam piring makan, termasuk makanan yang mudah dicerna.

Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dapat membantu saluran cerna bekerja dengan tidak terlalu keras. Makanan ini juga bermanfaat ketika kamu mengalami masalah, seperti diare, muntah, atau habis melakukan operasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umumnya makanan yang mudah dicerna punya tekstur lembut, memiliki kandungan serat kasar yang rendah, serta tidak mengandung terlalu banyak lemak dan bumbu tajam yang bisa mengiritasi lambung.

ADVERTISEMENT

Lantas, kelompok makanan apa saja yang mudah dicerna tubuh? Dilansir dari health.com (4/7), berikut daftarnya!

1. Produk tepung putih

Roti tawarRoti tawar putih disebut-sebut lebih mudah dicerna. Foto: Getty Images/iStockphoto/Sinan Kocaslan

Meningkatkan asupan serat sehari-hari memang penting untuk dilakukan. Namun, memilih makanan rendah serat bisa membantu meringankan seseorang yang mengalami gangguan pencernaan.

Serat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan bergerak melalui saluran pencernaan tanpa dipecah. Mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti biji-bijian utuh atau buah-buahan bisa meningkatkan jumlah makanan yang tidak dicerna tersebut bergerak melalui sistem pencernaan dan mempercepat motilitas usus.

Produk olahan biji-bijian, seperti nasi putih, roti tawar putih, atau pasta biasanya sudah dihilangkan seratnya atau melalui proses pemurnian. Produk ini bisa menjadi pilihan karena sementara waktu dapat memberi istirahat pada usus ketika kamu sedang mengalami ketidaknyamanan pencernaan. Teksturnya yang lebih halus juga bisa membuat enzim pencernaan lebih mudah menjangkau dan menyerap zat gizinya dalam waktu singkat.

2. Buah kupas hingga buah kalengan

Melon 'panthom' JepangMelon juga tergolong buah yang direkomendasikan karena mudah dicerna, Foto: SoraNews24

Buah-buahan segar yang tinggi serat, terutama di kulit dan bijinya sebenarnya bisa sulit dicerna.

Jika mengalami gejala pencernaan seperti mual dan diare, kamu bisa pilih buah rendah serat, seperti pisang yang sudah matang atau melon. Disarankan juga mengonsumsi buah apel dan pir yang sudah dikupas kulitnya ketika kamu mengalami masalah pencernaan.

Buah-buahan lunak, seperti plum rebus atau buah persik kalengan juga merupakan pilihan baik.

3. Sayuran yang dimasak dengan baik

Khasiat sayur bayam untuk menu sarapanBayam yang sudah dimasak juga mudah dicerna. Foto: iStock

Sayuran dan buah-buahan segar lebih sulit dicerna daripada sayuran yang dimasak. Pasalnya, dinding sel tumbuhan menjadi lebih lunak ketika sayuran dimasak. Komponen-komponen, seperti pati menjadi lebih mudah diakses oleh enzim pencernaan dalam tubuh, sehingga lebih lembut bagi sistem pencernaan.

Memasak sayuran juga bisa mengurangi kadar zat penghambat penyerapan mineral, seperti asam oksalat dan fitat, sehingga mineral penting juga lebih mudah diserap.

Sayuran yang mudah dicerna ketika dimasak meliputi; bayam, kentang dengan kulit yang sudah dikupas, bit, hingga wortel.

4. Protein lunak

Meskipun protein hewani tidak mengandung serat, protein tersebut tetap sulit dicerna karena teksturnya keras, kenyal, atau tinggi lemak.

Sebaiknya pilih protein yang lebih empuk, lebih mudah dikunyah, dengan kandungan rendah lemak atau sedang. Misalnya, telur yang sudah diorak-arik atau daging giling tanpa lemak. Protein nabati, seperti tahu yang sudah dihancurkan juga menjadi pilihan bergizi yang mudah ditoleransi oleh perut.

Protein lunak atau yang sudah dihaluskan ini bisa memperbesar bidang sentuh partikel makanan dengan getah lambung, asam kloridan, dan protease. Proses pengunyahan yang lebih sedikit dari protein lunak menghasilkan partikel kecil dan lembut, sehingga meringankan kerja lambung dan usus halus.

Protein lunak yang dimasak melalui cara direbus atau dikukus juga minim kandungan kolagen keras atau lemak berlebihan yang memperlambat waktu pengosongan lambung.

5. Sup, smoothie, dan puree

Cara pengolahan makanan dapat memengaruhi daya cernanya. Meskipun strategi modifikasi tekstur, seperti pencampuran tidak mengubah kandungan serat makanan, cara ini bisa membantu mengurangi ukuran partikel serat dalam makanan nabati. Pada gilirannya dapat membuatnya lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan.

Buah-buahan berserat, seperti beri yang sudah diolah menjadi smoothie dapat menghancurkan biji beri. Namun, tidak mengurangi kandungan seratnya. DI sisi lain justru dapat membantu memulai proses pencernaan mekanis yang biasanya dimulai di mulut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads