×
Ad

Waspada! 8 Makanan dan Minuman Enak Ini Bisa Picu Hormon Stres

Yenny Mustika Sari - detikFood
Minggu, 19 Apr 2026 06:00 WIB
Foto: Getty Images/Kiwis
Jakarta -

Tanpa disadari, makanan dan minuman sehari-hari bisa memicu hormon stres kortisol naik. Seperti 8 makanan ini yang jika dikonsumsi berlebihan, dampaknya bisa picu stres.

Sejumlah makanan dan minuman yang sering dikonsumsi ternyata berpotensi memicu peningkatan hormon stress pada tubuh yang dikenal juga dengan kortisol.

Kondisi ini tidak hanya membuat tubuh terasa tegang, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Mulai dari kafein, gula tambahan, hingga makanan olahan, semuanya memiliki peran dalam memicu respons stres pada tubuh.

Dilansir dari Health (18/04/2026), ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi agar kadar kortisol tetap stabil dan tubuh tetap sehat. Berikut daftarnya.

1. Kafein

Kafein dapat meningkatkan energi dengan cepat, tetapi juga memicu lonjakan hormon stres kortisol. Zat ini bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak, yaitu senyawa yang memicu rasa lelah. Akibatnya, tubuh menjadi lebih waspada dan memproduksi hormon seperti adrenalin dan kortisol.

Sebuah studi pada 2025 menunjukkan, kopi memberi dampak paling besar dengan peningkatan kortisol hingga 50% dari kondisi normal. Sementara itu minuman energi dan minuman bersoda soda meningkatkan kortisol sekitar 30%, sedangkan teh memiliki efek paling ringan, sekitar 20%.

2. Gula Tambahan

Gula tambahan yang terdapat dalam permen, es krim, dan makanan manis lainnya juga dapat memicu lonjakan kortisol. Hal ini terjadi karena gula dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat.

Fluktuasi gula darah tersebut memberi tekanan pada tubuh. Akibatnya, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi kortisol. Untuk itu hindari mengonsumsi gula secara berlebihan, dan tambahkan gula dengan takarn secukupnya ke makanan dan minuman.

3. Jus Buah

jus buah Foto: Getty Images/habovka

Jus buah memang mengandung gula alami yang dianggap lebih sehat. Namun, dalam jumlah tinggi seperti pada jus, gula tetap bisa memicu peningkatan hormon stres kortisol.

Salah satu penelitian di 2020 menemukan, konsumsi 200 ml jus anggur dapat meningkatkan respons kortisol secara signifikan. Hal ini terjadi karena kadar gula alami pada jus anggur relatif lebih tinggi dibandingkan jenis jus lainnya.

4. Biji-bijian Olahan

Makanan yang menggunakan biji-bijian olahan seperti roti putih, pasta, nasi putih, sereal, dan kue dapat memicu lonjakan gula darah yang berpotensi meningkatkan hormon stres kortisol. Proses pengolahan membuat kandungan seratnya pada biji-biji ini berkurang, padahal serat diketahui membantu menekan kadar kortisol.

Untuk mengurangi dampaknya, pilih versi gandum utuh yang lebih tinggi serat. Alternatif lain, padukan makanan ini dengan sumber serat atau protein agar lonjakan gula darah lebih terkendali dan respons kortisol tidak berlebihan.



Simak Video "Kenalan Sama Keju Mazaraat, Keju Organik Produk Lokal"


(yms/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork