Tanpa disadari, makanan dan minuman sehari-hari bisa memicu hormon stres kortisol naik. Seperti 8 makanan ini yang jika dikonsumsi berlebihan, dampaknya bisa picu stres.
Sejumlah makanan dan minuman yang sering dikonsumsi ternyata berpotensi memicu peningkatan hormon stress pada tubuh yang dikenal juga dengan kortisol.
Kondisi ini tidak hanya membuat tubuh terasa tegang, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Mulai dari kafein, gula tambahan, hingga makanan olahan, semuanya memiliki peran dalam memicu respons stres pada tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Health (18/04/2026), ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi agar kadar kortisol tetap stabil dan tubuh tetap sehat. Berikut daftarnya.
1. Kafein
Kafein dapat meningkatkan energi dengan cepat, tetapi juga memicu lonjakan hormon stres kortisol. Zat ini bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak, yaitu senyawa yang memicu rasa lelah. Akibatnya, tubuh menjadi lebih waspada dan memproduksi hormon seperti adrenalin dan kortisol.
Sebuah studi pada 2025 menunjukkan, kopi memberi dampak paling besar dengan peningkatan kortisol hingga 50% dari kondisi normal. Sementara itu minuman energi dan minuman bersoda soda meningkatkan kortisol sekitar 30%, sedangkan teh memiliki efek paling ringan, sekitar 20%.
2. Gula Tambahan
Gula tambahan yang terdapat dalam permen, es krim, dan makanan manis lainnya juga dapat memicu lonjakan kortisol. Hal ini terjadi karena gula dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat.
Fluktuasi gula darah tersebut memberi tekanan pada tubuh. Akibatnya, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi kortisol. Untuk itu hindari mengonsumsi gula secara berlebihan, dan tambahkan gula dengan takarn secukupnya ke makanan dan minuman.
3. Jus Buah
jus buah Foto: Getty Images/habovka |
Jus buah memang mengandung gula alami yang dianggap lebih sehat. Namun, dalam jumlah tinggi seperti pada jus, gula tetap bisa memicu peningkatan hormon stres kortisol.
Salah satu penelitian di 2020 menemukan, konsumsi 200 ml jus anggur dapat meningkatkan respons kortisol secara signifikan. Hal ini terjadi karena kadar gula alami pada jus anggur relatif lebih tinggi dibandingkan jenis jus lainnya.
4. Biji-bijian Olahan
Makanan yang menggunakan biji-bijian olahan seperti roti putih, pasta, nasi putih, sereal, dan kue dapat memicu lonjakan gula darah yang berpotensi meningkatkan hormon stres kortisol. Proses pengolahan membuat kandungan seratnya pada biji-biji ini berkurang, padahal serat diketahui membantu menekan kadar kortisol.
Untuk mengurangi dampaknya, pilih versi gandum utuh yang lebih tinggi serat. Alternatif lain, padukan makanan ini dengan sumber serat atau protein agar lonjakan gula darah lebih terkendali dan respons kortisol tidak berlebihan.
5. Makanan Tinggi Kalori
Mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam waktu singkat dapat meningkatkan kortisol. Salah satu studi penelitian di tahun 2023 menunjukkan bahwa konsumsi makanan sekitar 2.000 kalori dalam 15 menit dapat memicu lonjakan hormon ini.
Hal tersebut terjadi karena tubuh mengalami tekanan saat memproses kalori dalam jumlah besar sekaligus. Kondisi ini menjadi pengingat untuk memperhatikan porsi dan tempo makan, agar tidak memberatkan tubuh.
6. Makanan Berlemak
Pola makan tinggi lemak seperti daging merah, gorengan, dan produk susu juga dapat meningkatkan kortisol. Konsumsi berlebihan dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh dan mengganggu sistem respons stres. Akibatnya, kadar kortisol bisa meningkat dalam jangka panjang.
7. Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses seperti keripik, daging olahan, dan soda termasuk jenis makanan yang harus dihindari jika tidak ingin kortisol naik. Produk ini umumnya mengandung gula tambahan, natrium tinggi, pengawet, dan bahan aditif.
Kombinasi tersebut dapat memicu peradangan serta lonjakan gula darah. Beberapa penelitian juga menunjukkan konsumsi makanan olahan yang berlebihan ini dapat menyebabkan tingkat stres yang lebih tinggi.
8. Alkohol
Minuman beralkohol seperti bir, wine, dan minuman keras dapat memicu produksi kortisol yang berlebihan. Bahkan, konsumsi satu gelas alkohol per hari sudah dapat meningkatkan kadar hormon ini.
Efeknya lebih besar pada konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan, yaitu lima gelas untuk pria atau empat gelas untuk wanita dalam waktu dua jam. Saat konsumsi minuman alkohol cukup tinggi, organ hati bekerja lebih keras memecah alkohol sehingga memicu respons stres dalam tubuh.
Simak Video "Kenalan Sama Keju Mazaraat, Keju Organik Produk Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN