Teh Hijau vs Kopi Hitam, Mana yang Ampuh untuk Diet dan Pencernaan?

Teh Hijau vs Kopi Hitam, Mana yang Ampuh untuk Diet dan Pencernaan?

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Jumat, 01 Mei 2026 05:00 WIB
Sama-sama Bikin Melek, Lebih Bagus Minum Kopi atau Teh Hijau?
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Sama-sama sehat, teh hijau dan kopi hitam cocok untuk diminum di pagi hari. Tapi mana yang paling sehat dan bermanfaat untuk tubuh? Ini penjelasannya.

Teh hijau dan kopi hitam kerap jadi andalan banyak orang untuk memulai hari, terutama bagi yang sedang menjaga pola makan atau menurunkan berat badan.

Keduanya dikenal rendah kalori dan memiliki manfaat untuk membantu pencernaan serta meningkatkan metabolisme tubuh. Meski sekilas terlihat mirip, efek yang diberikan dua minuman ini ternyata cukup berbeda, terutama dalam cara kerja terhadap energi, sistem pencernaan, hingga pengendalian nafsu makan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teh hijau cenderung memberikan efek yang lebih stabil dan ringan, sementara kopi hitam dikenal lebih cepat meningkatkan energi. Perbedaan ini membuat keduanya punya keunggulan masing-masing, tergantung kebutuhan dan kondisi tubuh.

Lalu mana yang sebenarnya lebih baik untuk pencernaan dan diet sehari-hari? Dilansir dari Food NDTV (30/04/2026), berikut perbedaan dan manfaat dari teh hijau serta kopi hitam.

ADVERTISEMENT

Manfaat Teh Hijau untuk Metabolisme dan Penurunan Berat Badan

shincha, teh hijau Jepang saat musim semiKonsumsi teh hijau konon dapat membantu pembakaran lemak. Foto: Getty Images/iStockphoto

1. Membantu pembakaran lemak lewat katekin

Teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin, terutama EGCG. Senyawa ini membantu tubuh memecah cadangan lemak melalui proses oksidasi lemak. Efek ini tidak instan, tetapi bekerja secara bertahap jika dikonsumsi rutin.

2. Memberikan energi yang lebih stabil

Kandungan kafein dalam teh hijau relatif lebih rendah dibanding kopi. Hal ini membuat peningkatan energi terjadi secara bertahap, tanpa lonjakan yang drastis. Banyak ahli gizi menyarankan teh hijau karena dapat menjaga fokus tanpa rasa gelisah. Efek ini juga membantu metabolisme tetap stabil.

3. Membantu mengatur gula darah

Teh hijau dikenal dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Kondisi ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari. Gula darah yang stabil dapat mengurangi keinginan ngemil berlebihan. Hal ini penting dalam menjaga pola makan saat diet.

4. Mengandung L-theanine

Teh hijau memiliki kandungan L-theanine yang memberikan efek relaksasi. Senyawa ini membantu menyeimbangkan efek kafein dalam tubuh dan menekan hormon stres seperti kortisol. Pengendalian stres cukup penting, karena berkaitan dengan penyimpanan lemak.

5. Mudah dijadikan kebiasaan harian

Teh hijau relatif ringan untuk sistem pencernaan. Minuman ini juga tidak terlalu mengganggu kualitas tidur. Karena itu, teh hijau dapat dikonsumsi secara rutin setiap hari.

Konsistensi ini menjadi faktor penting dalam penurunan berat badan. Manfaat kopi hitam untuk Metabolisme dan Penurunan Berat Badan


Manfaat Kopi Hitam untuk Metabolisme dan Penurunan Berat Badan
Es Americano Populer di Korea Selatan, Ini 5 Fakta MenariknyaKopi hitam membantu meningkatkan metabolisme melalui asupan kafein. Foto: Getty Images/Ratchat

1.Meningkatkan laju metabolisme lewat kafein

Kopi hitam kaya akan kafein yang dapat merangsang proses termogenesis, yaitu mekanisme tubuh membakar kalori untuk menghasilkan energi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan bahwa kafein mampu meningkatkan laju metabolisme dan membantu pemecahan lemak, meski efeknya bersifat sementara.

2. Mendukung performa fisik

Kandungan kafein dalam kopi memicu pelepasan hormon adrenalin yang membuat tubuh lebih siap untuk beraktivitas.

Tak heran, banyak ahli gizi menyarankan konsumsi kopi hitam sebelum olahraga karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus membantu pembakaran kalori lebih optimal.

3. Bisa menekan nafsu makan sementara

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kopi dapat membantu menekan rasa lapar dalam waktu singkat. Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa efek ini tidak berlangsung lama dan tidak bisa dijadikan pengganti pola makan seimbang.

4. Kopi Hitam Nol Kalori

Kopi hitam nyaris tidak mengandung kalori selama dikonsumsi tanpa gula, susu, atau sirup. Inilah yang membuatnya populer sebagai minuman pendukung diet rendah kalori. Namun, tambahan bahan lain bisa meningkatkan jumlah kalori secara signifikan.

5. Risiko jika dikonsumsi berlebihan

Meski bermanfaat, efek stimulan kopi yang cukup kuat dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol pada sebagian orang.

Menurut ahli gizi, konsumsi kafein berlebihan juga dapat mengganggu kualitas tidur, padahal tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga berat badan dan keseimbangan hormon.

Kesimpulannya teh hijau cenderung lebih unggul untuk membantu meningkatkan metabolisme jangka panjang karena efeknya yang stabil dan ringan.

Minuman ini cocok bagi yang sensitif terhadap kafein atau ingin menjaga keseimbangan tubuh. Sementara itu, kopi hitam lebih efektif dan cocok untuk dikonsumsi sebelum berolahraga atau beraktivitas.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Melawan Dampak Buruk Polusi Udara dengan Teh Hijau"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads