Anti Sembelit! 5 Makanan Kaya Probiotik Buat Dikonsumsi Selama Ramadan
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Konsumsi makanan kaya probiotik sangat penting saat ramadan untuk menjaga keseimbangan bakteri di usus sekaligus melancarkan pencernaan. Berikut rekomendasinya!
Perubahan pola makan drastis selama ramadan dapat menyebabkan masalah pada perut, seperti sembelit, perut terasa tidak nyaman, kembung, hingga gangguan pencernaan lainnya.
Oleh karena itu, konsumsi makanan kaya probiotik menjadi sangat penting. Probiotik dapat memperkuat pertahanan tubuh yang krusial untuk menjaga tubuh tetap fit dan tidak mudah sakit selama berpuasa.
Dr. Shivalingaiah juga menjelaskan bahwa probioik bermanfaat untuk meningkatkan pencernaan setelah pola makan yang tidak teratur selama ramadan.
"Probiotik membantu memecah makanan lebih efisien, yang mengurangi kembung, gas, dan gangguan pencernaan, masalah umum setelah berbuka puasa dan sahur," jelasnya.
Untuk memastikan pencernaan tetap lancar selama ramadan, pertimbangkan untuk menambah makanan kaya probiotik ke dalam menu buka puasa.
Dilansir gulfnews.com (1/3/2025), berikut 5 daftar makanan yang direkomendasikan.
1. Yogurt
Kandungan probiotik pada yogurt bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan saat puasa. Foto: Getty Images/Kristina Maksymova |
Yogurt menjadi salah satu pilihan makanan probiotik terbaik. Makanan ini terbuat dari susu yang difermentasi oleh bakteri tertentu, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thremophilus.
Mengonsumsi yogurt saat berbuka puasa direkomendasikan untuk menjaga kesehatan pencernaan. Ketika berpuasa, proses pencernaan tubuh menjadi lambat sehingge sering menimbulkan sembelit. Dibutuhkan bakteri baik untuk membantu melancarkan proses pencernaan tersebut.
Kandungan probiotik dalam yogurt juga dapat menjaga kesehatan mikroflora dalam saluran pencernaan, sehingga bisa mencegah masalah, seperti diare. Kandungan asam laktat dalam yogurt juga dapat memperkuat dinding usus.
Tetapi pastikan yogurt yang dikonsumsi adalah yogurt Yunani (Greek yogurt) tanpa gula atau pemanis buatan lainnya.
2. Kimchi
Budaya makan kimchi telah menyebar luas ke masyarakat global. Kini kimchi juga bisa diandalkan jadi makanan probiotik yang dikonsumsi selama ramadan.
Kimchi mengandung probiotik Lactobacillus hasil frementasi yang lama. Probiotik tersebut dapat menyeimbangkan bakteri usus, memperlancar pencernaan setelah seharian berpuasa, dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
Fermentasi kimchi juga menghasilkan probiotik yang dapat mencegah sembelit serta meningkatkan imunitas tubuh.
Namun sebaiknya jangan jadikan kimchi sebagai makanan pembuka saat kondisi perut benar-benar kosong. Sebaiknya konsumsi makanan lain terlebih dahulu, barulah makan kimchi. Sebab jika langsung dikonsumsi saat perut kosong, kimchi bisa menyebabkan sakit perut.
3. Tempe
Tempe menjadi salah satu makanan kaya probiotik yang bisa melancarkan pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/BanarTABS |
Konsumsi tempe juga direkomendasikan. Pasalnya makanan ini kaya akan probiotik yang terbuat dari kedelai rebus dan difermentasi dengan jamur Rhizopus oligosporus.
Proses fermentasi dengan menghasilkan bakteri baik ini dapat membantu menyeimbangkan mikroflora usus, menjaga saluran pencernaan tetap sehat, dan mencegah sembelit selama berpuasa.
Tempe juga kaya akan serat yang sangat baik untuk menjaga perut kenyang lebih lama dan menjaga energi selama berpuasa.
Tempe juga serbaguna, bisa diolah dnegan cata digoreng, ritumis, hingga dijadikan tempe bacem.
4. Kefir
Kefir juga punya peran mirip seperti yogurt. Foto: Istimewa |
Sama seperti yogurt, kefir adalah susu yang difermentasi dengan bakteri, sehingga menjadi makanan probiotik. Bedanya proses pembuatan kefir menggunakan butiran kefir yang mengandung campuran bakteri asam laktat dan ragi (khamir).
Makanan probiotik ini dapat menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, dan meningkatkan daya tahan tubuh selama berpuasa.
Kefir juga dapat membuat perut kenyang lebih lama serta membantu mengembalikan energi.
5. Acar
Acar juga termasuk makanan probiotik yang baik dikonsumsi selama ramadan.
Berbeda dari tempe, acar difermenfasi menggunakan larutan garam dan air. Saat dilarutkan dengan air garam, acar biasa disimpan dalam wadah stokples dan didiamkan dalam jangka waktu tertentu. Proses fermentasi itu dapat menciptakan reaksi kimia antara bakteri dan kandungan alami dari sayuran, sehingga menghasilkan asam laktat.
Makanan ini bisa dikonsumsi selama ramadan untuk menjaga kesehatan usus, hingga melancarkan pencernaan. Asam laktat di dalamnya juga dapat menjaga keseimbangan mikrobioma usus, sehingga dapat membantu menyerap nutrisi sekaligus meningkatkan imunitas selama berpuasa.
(aqr/adr)
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih
-
AyamResep Soto Ayam Semarang Berkuah Bening Segar untuk Sahur
-
Resep Praktis3 Resep Kolak untuk Takjil Nikmat, Manisnya Bikin Nagih!
-
Resep PraktisResep Kentang Mustofa buat Stok Lauk Nikmat Selama Puasa



