Jika biasanya racikan kopi dipadukan dengan susu, rempah, hingga krim, maka berbeda dengan kopi di Vietnam ini. Kopinya diracik dengan terasi!
Kopi kini tak hanya diracik dengan susu atau sirup beraroma. Di sejumlah tempat, minuman ini diracik dengan beragam bahan tak biasa untuk menciptakan rasa baru.
Selain itu, ada yang ingin sekaligus mengangkat bahan lokal. Eksperimen serupa muncul di kota Hue di Vietnam, seperti yang dikutip dari VnExpress (2/10).
Kota Hue selama ini dikenal dengan kopi garamnya. Namun kini, di sana ada racikan yang lebih berani, yakni kopi dengan tambahan pasta udang fermentasi khas setempat atau yang bisa kita kenal sebagai terasi.
Minuman unik tersebut disajikan TOC Gallery yang berlokasi di 4 Nguyen Thi Minh Khai Street, Thuan Hoa Ward, Hue City.
Sejak diperkenalkan pada awal September, jumlah pelanggan kafe itu meningkat sekitar 20 persen.
Racikan tersebut dibuat dengan mam ruoc, pasta udang fermentasi yang sangat familiar dalam kuliner Hue.
Bahan ini biasanya digunakan sebagai bumbu dalam berbagai makanan khas, seperti bun bo Hue atau mi kuah sapi pedas dan com hen, nasi dengan kerang kecil.
Mam ruoc dibuat dari ruoc atau udang laut yang dicampur garam, lalu difermentasi di dalam tempayan tanah liat. Aroma dan rasanya yang kuat membuat penggunaannya pada minuman kopi sempat dianggap sebagai ide yang aneh.
Namun, Tran Ngoc Anh Tuan, 32 tahun, pemilik bersama TOC Gallery sekaligus pencetus ide tersebut, justru ingin menjadikan karakter kuliner Hue sebagai bagian dari minuman.
Setelah kopi garam lebih dulu populer di kota tersebut, ia dan timnya mencari kreasi baru yang tetap memiliki unsur lokal.
"Ruoc merupakan bumbu yang sudah tidak asing di dapur-dapur Hue, tetapi sebelumnya tidak pernah digunakan dalam minuman," ujar Tuan.
Ide tersebut kemudian dikembangkan selama enam bulan hingga menghasilkan racikan yang kini menjadi menu andalan kafe.
Pasta udang dimasak bersama gula karamel dan krim untuk mengurangi aroma tajam sekaligus memberikan rasa yang lebih lembut. Dalam satu gelas terdapat empat lapisan.
Bagian paling bawah berupa susu yang dicampur susu kental manis, kemudian kopi dari campuran biji Arabika asal A Luoi, kawasan pegunungan Hue, dan robusta.
Di atasnya terdapat krim mam ruoc yang kemudian diberi serutan ikan tuna kering. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa kopi yang tetap kuat dengan sentuhan gurih dan asin dari pasta udang.
Menurut Tuan, rasa asin dari mam ruoc justru cocok dipadukan dengan kopi. Ia sengaja tidak menggunakan bahan bercita rasa asam karena dinilai dapat merusak tekstur dan rasa lapisan krim di atas kopi.
Cara menikmatinya pun berbeda. Tuan menyarankan pelanggan tidak menggunakan sedotan. Kopi dan susu di bagian bawah cukup diaduk, sementara krim mam ruoc dibiarkan tetap berada di permukaan.
Setelah itu, kopi diminum langsung dari bibir gelas sehingga krim pasta udang ikut berpadu dengan rasa pahit kopi. Cara tersebut membuat aroma gurih dari mam ruoc terasa di akhir tegukan.
Menu ini dijual seharga Rp38.000 per gelas. Dalam sehari, TOC Gallery dapat menjual sekitar 50 gelas kopi tersebut.
Nama dan bahan yang digunakan memang membuat banyak orang penasaran sekaligus ragu. Namun siapa sangka, rasa kopinya justru diminati banyak orang karena dinilai semakin berkarakter.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(raf/adr)