Indonesia punya racikan kopi unik. Ada kopi joss dengan arang, kopi talua dengan telur, hingga kopi rarobang dengan rempah dan kenari.
Indonesia punya beragam tradisi minum kopi yang menarik. Setiap daerah memiliki cara sendiri dalam meracik dan menyajikan kopi. Menikmatinya bisa jadi cara untuk merayakan Hari Kopi Sedunia yang jatuh hari ini, 1 Oktober 2026.
Tak hanya mengandalkan jenis biji, sejumlah racikan juga memakai bahan dan cara penyajian yang tidak biasa. Tradisi tersebut menjadi ciri khas di daerah asalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunikan racikan kopi tradisional ini juga menunjukkan kekayaan kuliner Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan masih mudah ditemukan hingga kini.
Berikut ini 5 racikan kopi unik asli Indonesia:
Kopi Joss di Yogyakarta menambahkan arang ke dalam gelasnya. Foto: Instagram |
1. Kopi Joss
Kopi joss merupakan racikan kopi khas Yogyakarta. Keunikannya terletak pada arang kayu yang masih membara.
Arang tersebut dimasukkan langsung ke dalam gelas berisi kopi panas. Saat bertemu kopi, arang mengeluarkan suara mendesis yang khas.
Suara "joss" inilah yang dipercaya menjadi asal nama minuman tersebut. Kopi joss juga lekat dengan tradisi minum kopi di angkringan.
2. Kopi Talua
Kopi talua merupakan minuman tradisional dari masyarakat Minangkabau. Kata "talua" berarti telur dalam bahasa Minang.
Racikan ini menggunakan kuning telur yang dikocok hingga berbusa. Biasanya, kuning telur juga dipadukan dengan susu kental manis dan gula.
Kopi panas kemudian dituangkan ke dalam campuran tersebut. Kayu manis dapat ditambahkan untuk memberikan aroma rempah yang khas.
3. Kopi Tabalek
Kopi tabalek dikenal juga sebagai kupi khop di Aceh. Minuman ini memiliki cara penyajian yang berbeda dari kopi pada umumnya.
Kopi disajikan dalam gelas yang diletakkan terbalik di atas piring. Sedotan kemudian digunakan untuk mengambil kopi dari celah antara gelas dan piring.
Cara minumnya membuat kopi tabalek terlihat unik dan menarik. Tradisi ini terutama dikenal di kawasan Meulaboh, Aceh Barat.
4. Kopi Takar
Kopi takar merupakan minuman tradisional dari Mandailing Natal, Sumatera Utara. Nama takar merujuk pada batok kelapa yang digunakan sebagai wadah.
Kopi ini biasanya menggunakan kopi Mandailing dan gula aren. Batang kayu manis juga digunakan sebagai alat untuk mengaduk atau menyeruput kopi.
Aroma kayu manis ikut terasa saat kopi diminum. Perpaduan kopi, gula aren, dan kayu manis membuat rasanya semakin khas.
Kopi Rarobang khas Ambon punya racikan unik sebab penambahan kacang sebagai toppingnya. Foto: Istimewa |
5. Kopi Rarobang
Kopi rarobang merupakan minuman tradisional khas Ambon, Maluku. Racikannya terkenal karena menggunakan beragam rempah.
Bahan yang digunakan antara lain jahe, cengkeh, kayu manis, serai, dan pandan. Racikan tersebut menghasilkan aroma dan rasa hangat yang kuat.
Keunikan lainnya terletak pada taburan kenari sangrai di atas kopi. Tekstur kenari memberi sentuhan gurih yang berpadu dengan rasa kopi dan rempah.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN