Chia seed dan biji selasih sering dianggap sama. Padahal, keduanya berbeda dari tanaman asal, bentuk, tekstur, hingga kandungan nutrisinya.
Biji-bijian kerap menjadi pelengkap berbagai makanan dan minuman. Bentuknya yang kecil membuat bahan ini mudah dicampurkan ke dalam berbagai sajian.
Beberapa jenis biji bahkan memiliki tampilan yang hampir serupa. Hal itu membuat orang sering mengira keduanya merupakan bahan yang sama.
Padahal, setiap biji memiliki karakteristik dan kandungan yang berbeda. Cara mengolah serta penggunaannya dalam makanan juga bisa tidak sama.
Berikut ini 5 perbedaan chia seed dan selasih dirangkum dari berbagai sumber:
1. Asal Tanaman yang Berbeda
Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica L. yang masih satu keluarga dengan tanaman mint. Tanaman ini banyak dikenal berasal dari Meksiko dan Guatemala.
Sementara itu, biji selasih berasal dari tanaman Ocimum basilicum L. atau basil. Keduanya memang sama-sama termasuk keluarga Lamiaceae.
Penelitian IPB University juga membandingkan karakteristik kedua biji tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa chia dan selasih memiliki sejumlah sifat yang mirip, tetapi bukan tanaman yang sama.
2. Perbedaan Bentuk dan Tekstur
Chia seed umumnya berbentuk oval dengan ukuran sedikit lebih besar. Warnanya dapat berupa hitam, abu-abu, putih, atau memiliki pola berbintik.
Biji selasih biasanya berukuran lebih kecil dengan warna hitam pekat. Bentuknya juga cenderung lebih mungil dibandingkan chia seed.
Keduanya dapat berubah ketika terkena air. Perubahan tekstur inilah yang membuat chia dan selasih sering dianggap sama.
(dfl/adr)