5 Beda Chia Seed dan Biji Selasih, Dua Bijian yang Sering Dikira Sama

5 Beda Chia Seed dan Biji Selasih, Dua Bijian yang Sering Dikira Sama

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 06 Okt 2026 06:00 WIB
Chia seed dan Biji Selasih
Foto: iStock
Jakarta -

Chia seed dan biji selasih sering dianggap sama. Padahal, keduanya berbeda dari tanaman asal, bentuk, tekstur, hingga kandungan nutrisinya.

Biji-bijian kerap menjadi pelengkap berbagai makanan dan minuman. Bentuknya yang kecil membuat bahan ini mudah dicampurkan ke dalam berbagai sajian.

Beberapa jenis biji bahkan memiliki tampilan yang hampir serupa. Hal itu membuat orang sering mengira keduanya merupakan bahan yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, setiap biji memiliki karakteristik dan kandungan yang berbeda. Cara mengolah serta penggunaannya dalam makanan juga bisa tidak sama.

Berikut ini 5 perbedaan chia seed dan selasih dirangkum dari berbagai sumber:

Chia seed dan Biji SelasihChia seed dan Biji Selasih berasal dari tanaman yang berbeda. Foto: iStock

1. Asal Tanaman yang Berbeda

Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica L. yang masih satu keluarga dengan tanaman mint. Tanaman ini banyak dikenal berasal dari Meksiko dan Guatemala.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, biji selasih berasal dari tanaman Ocimum basilicum L. atau basil. Keduanya memang sama-sama termasuk keluarga Lamiaceae.

Penelitian IPB University juga membandingkan karakteristik kedua biji tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa chia dan selasih memiliki sejumlah sifat yang mirip, tetapi bukan tanaman yang sama.

2. Perbedaan Bentuk dan Tekstur

Chia seed umumnya berbentuk oval dengan ukuran sedikit lebih besar. Warnanya dapat berupa hitam, abu-abu, putih, atau memiliki pola berbintik.

Biji selasih biasanya berukuran lebih kecil dengan warna hitam pekat. Bentuknya juga cenderung lebih mungil dibandingkan chia seed.

Keduanya dapat berubah ketika terkena air. Perubahan tekstur inilah yang membuat chia dan selasih sering dianggap sama.

3. Mengembang Saat Direndam

Chia seed mampu menyerap air dan membentuk lapisan gel di permukaannya. Tekstur tersebut membuat chia sering digunakan untuk membuat puding atau overnight oats.

Biji selasih juga membentuk lapisan bening seperti lendir setelah direndam. Biji ini lebih sering digunakan dalam minuman, es buah, dan aneka dessert.

Keduanya memiliki komponen yang mampu mengikat air. Namun, biji selasih umumnya direndam terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam minuman.

Chia Seed Efektif Bantu Turunkan Berat Badan, Ini AlasannyaKeduanya juga memiliki kandungan nutrisi yang berbeda. Foto: iStock

4. Perbedaan Nutrisinya

Chia seed dikenal sebagai sumber serat, protein, lemak tak jenuh, mineral, dan omega-3 nabati. Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebut chia kaya akan ALA.

Biji selasih juga mengandung serat dan lemak, termasuk asam alfa-linolenat atau ALA. Kandungannya dapat berbeda berdasarkan varietas dan kondisi pertumbuhan tanaman.

Menariknya, penelitian komparatif menemukan hasil yang tidak selalu menunjukkan chia lebih unggul. Pada sampel tertentu, biji selasih justru memiliki serat lebih tinggi daripada chia.

5. Fungsi Konsumsi yang Berbeda

Chia seed banyak ditambahkan langsung ke smoothie, yogurt, oatmeal, dan puding. Biji ini juga dapat digunakan sebagai campuran makanan tanpa harus direndam terlebih dahulu.

Biji selasih lebih populer sebagai pelengkap minuman dingin dan dessert. Setelah direndam, bijinya memberikan sensasi kenyal dan tekstur khas saat diminum.

Pemilihan antara keduanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Chia cocok untuk berbagai makanan, sedangkan selasih populer sebagai pelengkap minuman dan sajian manis.

Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads