Beberapa restoran Indonesia di luar negeri tutup setelah puluhan lama beroperasi. Ada yang legendaris di Singapura hingga pernah meraih Michelin Bib Gourmand.
Tak sulit menemukan restoran Indonesia di berbagai negara. Bahkan beberapa restoran Indonesia di luar negeri mampu bertahan puluhan tahun dan menjadi tujuan bersantap warga lokal maupun diaspora Indonesia yang rindu masakan Nusantara.
Namun, beberapa perjalanan restoran ini tak selalu berakhir manis. Ada restoran Indonesia yang harus berhenti beroperasi karena pandemi, persoalan sewa, hingga masalah bisnis.
Beberapa di antaranya bahkan dikenal sebagai pelopor kuliner Indonesia di negara tempat mereka berdiri.
Dari Singapura hingga London, berikut lima restoran Indonesia populer di luar negeri yang akhirnya tutup setelah bertahun-tahun beroperasi.
1. Warong Nasi Pariaman
Warong Nasi Pariaman, warung nasi Padang tertua di Singapura, tutup permanen pada 31 Januari 2026 setelah beroperasi selama 78 tahun.
Kabar penutupan ini tentunya menjadi sorotan, apalagi Warong Nasi Pariaman menjadi salah satu pelopor restoran Padang khas Indonesia di Singapura.
Menilik sejarahnya, Warong Nasi Pariaman didirikan Haji Isrin asal Pariaman, Sumatera Barat, pada 1948. Warung ini dikenal dengan hidangan autentik seperti rendang daging dan ikan bakar. Penutupannya diumumkan melalui media sosial dan membuat sedih pelanggan yang memiliki banyak kenangan di sana.
Pihak Warong Nasi Pariaman tidak mengungkap alasan penutupan. Namun, laporan dari media lokal CNA menyoroti kenaikan biaya sewa di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir yang cukup tinggi dan turut dialami sejumlah penyewa di sekitar Haji Lane.
2. Indonesian Restaurant 1968
Setelah lebih dari setengah abad memperkenalkan kuliner Indonesia di Hong Kong, Indonesian Restaurant 1968 mengakhiri operasionalnya pada awal Juli 2026. Restoran Indonesia tertua di Hong Kong ini dirintis oleh pasangan asal Indonesia, Chang Chian Lo dan Lee Thau Chen.
Selama puluhan tahun, restoran ini dikenal lewat menu sate, rendang sapi, nasi goreng, hingga kari kambing. Kiprahnya juga pernah mendapat pengakuan Michelin Bib Gourmand pada 2011-2017.
Menurut pihak keluarga Chang, penutupan ini disebut sebagai jeda perjalanan usaha kuliner mereka. Hingga kini belum ada informasi mengenai rencana restoran ini kembali beroperasi di lokasi lain atau akan tutup permanen.
3. WIN - Taste of Bali
Kuliner Bali pernah meramaikan Atlanta, Amerika Serikat, lewat WIN - Taste of Bali. Restoran yang didirikan Robert dan Fify Manan ini beroperasi hampir tujuh tahun sebelum tutup pada 1 November 2025.
WIN dikenal sebagai restoran yang menyajikan hidangan Bali, dengan menu seperti bebek betutu, sate, soto ayam, rendang, hingga rijsttafel. Sebelum berhenti beroperasi, pihak restoran sempat mengumumkan akan beristirahat sementara dan berencana kembali membawa konsep baru untuk Atlanta.
Namun, restoran tersebut kemudian tercatat tutup permanen. Selama beroperasi, WIN - Taste of Bali menjadi salah satu tempat untuk menikmati beragam masakan khas Indonesia di Atlanta.
Simak Video "Video: 3 Rekomendasi Restoran Indonesia di Berlin"
(sob/adr)