Perjalanan 5 Restoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung Tikar

Perjalanan 5 Restoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung Tikar

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 16 Sep 2026 13:30 WIB
Warong Nasi Pariaman Singapura
Foto: Tim detikFood
Jakarta -

Beberapa restoran Indonesia di luar negeri tutup setelah puluhan lama beroperasi. Ada yang legendaris di Singapura hingga pernah meraih Michelin Bib Gourmand.

Tak sulit menemukan restoran Indonesia di berbagai negara. Bahkan beberapa restoran Indonesia di luar negeri mampu bertahan puluhan tahun dan menjadi tujuan bersantap warga lokal maupun diaspora Indonesia yang rindu masakan Nusantara.

Namun, beberapa perjalanan restoran ini tak selalu berakhir manis. Ada restoran Indonesia yang harus berhenti beroperasi karena pandemi, persoalan sewa, hingga masalah bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa di antaranya bahkan dikenal sebagai pelopor kuliner Indonesia di negara tempat mereka berdiri.

Dari Singapura hingga London, berikut lima restoran Indonesia populer di luar negeri yang akhirnya tutup setelah bertahun-tahun beroperasi.

ADVERTISEMENT

1. Warong Nasi Pariaman

Warong Nasi PariamanWarong Nasi Pariaman Foto: Detikcom / Atiqa Rana / Diah Affrilian

Warong Nasi Pariaman, warung nasi Padang tertua di Singapura, tutup permanen pada 31 Januari 2026 setelah beroperasi selama 78 tahun.

Kabar penutupan ini tentunya menjadi sorotan, apalagi Warong Nasi Pariaman menjadi salah satu pelopor restoran Padang khas Indonesia di Singapura.

Menilik sejarahnya, Warong Nasi Pariaman didirikan Haji Isrin asal Pariaman, Sumatera Barat, pada 1948. Warung ini dikenal dengan hidangan autentik seperti rendang daging dan ikan bakar. Penutupannya diumumkan melalui media sosial dan membuat sedih pelanggan yang memiliki banyak kenangan di sana.

Pihak Warong Nasi Pariaman tidak mengungkap alasan penutupan. Namun, laporan dari media lokal CNA menyoroti kenaikan biaya sewa di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir yang cukup tinggi dan turut dialami sejumlah penyewa di sekitar Haji Lane.

2. Indonesian Restaurant 1968

Restoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung TikarRestoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung Tikar Foto: Site News

Setelah lebih dari setengah abad memperkenalkan kuliner Indonesia di Hong Kong, Indonesian Restaurant 1968 mengakhiri operasionalnya pada awal Juli 2026. Restoran Indonesia tertua di Hong Kong ini dirintis oleh pasangan asal Indonesia, Chang Chian Lo dan Lee Thau Chen.

Selama puluhan tahun, restoran ini dikenal lewat menu sate, rendang sapi, nasi goreng, hingga kari kambing. Kiprahnya juga pernah mendapat pengakuan Michelin Bib Gourmand pada 2011-2017.

Menurut pihak keluarga Chang, penutupan ini disebut sebagai jeda perjalanan usaha kuliner mereka. Hingga kini belum ada informasi mengenai rencana restoran ini kembali beroperasi di lokasi lain atau akan tutup permanen.

3. WIN - Taste of Bali

Restoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung TikarRestoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung Tikar Foto: Site News

Kuliner Bali pernah meramaikan Atlanta, Amerika Serikat, lewat WIN - Taste of Bali. Restoran yang didirikan Robert dan Fify Manan ini beroperasi hampir tujuh tahun sebelum tutup pada 1 November 2025.

WIN dikenal sebagai restoran yang menyajikan hidangan Bali, dengan menu seperti bebek betutu, sate, soto ayam, rendang, hingga rijsttafel. Sebelum berhenti beroperasi, pihak restoran sempat mengumumkan akan beristirahat sementara dan berencana kembali membawa konsep baru untuk Atlanta.

Namun, restoran tersebut kemudian tercatat tutup permanen. Selama beroperasi, WIN - Taste of Bali menjadi salah satu tempat untuk menikmati beragam masakan khas Indonesia di Atlanta.

4. The Rice Table

Restoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung TikarRestoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung Tikar Foto: Site News

Konsep rijsttafel menjadi daya tarik The Rice Table, restoran Indonesia yang pernah populer di Singapura. Berdiri sejak 1997 di Orchard Road, restoran ini menyajikan belasan hidangan dalam porsi kecil langsung di meja, mulai dari rendang, sate ayam, gado-gado, hingga gulai ayam.

Setelah hampir 24 tahun beroperasi, The Rice Table resmi tutup permanen pada 15 Mei 2021. Berakhirnya masa sewa dan pembatasan makan di tempat saat pandemi COVID-19 menjadi faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

Menjelang penutupan, pendirinya, Kevin Sih, menyumbangkan sisa bahan makanan, perlengkapan dapur, meja, kursi, serta peralatan makan kepada organisasi dapur umum Willing Hearts.

5. Restoran Nusa Dua

Restoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung TikarRestoran Indonesia di Luar Negeri yang Akhirnya Gulung Tikar Foto: Site News

Berada di kawasan Chinatown London, Restoran Nusa Dua pernah menjadi salah satu tempat menikmati masakan Indonesia di Inggris.

Restoran ini sebelumnya bernama Golden Day sebelum mendapat investasi dari pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, pada 2014. Setelah itu, namanya berubah menjadi Nusa Dua. Perjalanannya terseret kasus First Travel yang mencuat pada 2017.

Hak sewa bisnis restoran kemudian disita negara setelah pengadilan menyatakan aset tersebut berkaitan dengan dana hasil tindak pidana.

Restoran ini sempat beroperasi dengan perusahaan bernama Nusa Rasa Ltd. Namun, setelah menghadapi persoalan kepemilikan, proses likuidasi, dan dampak pandemi COVID-19, restoran ini akhirnya tutup permanen.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 3 Rekomendasi Restoran Indonesia di Berlin"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads