Penemuan botol alkohol berusia 2.500 tahun mengungkap teknik fermentasi kuno di China. Dari bahan hingga resepnya, begini fakta menariknya.
Minuman beralkohol telah menjadi bagian dari peradaban manusia selama ribuan tahun. China menjadi salah satu wilayah dengan sejarah pembuatan alkohol tertua di dunia.
Penemuan botol minuman berusia sekitar 2.500 tahun membuka fakta baru tentang teknik fermentasi kuno. Isinya yang masih utuh memungkinkan penelitian lebih mendalam.
Dari bahan hingga proses pembuatannya, ilmuwan berhasil mengungkap resep minuman tersebut. Temuan ini menunjukkan kecanggihan teknologi pangan masyarakat China kuno.
Dikutip dari South China Morning Post (17/6) berikut sejarahnya:
1. Alkohol Sudah Dikonsumsi di China Sejak Ribuan Tahun Lalu
Minuman beralkohol telah menjadi bagian dari budaya manusia selama sedikitnya 10.000 tahun. Salah satu minuman alkohol tertua diketahui berasal dari Provinsi Henan, China.
Temuan arkeologi menunjukkan masyarakat kuno telah mengenal teknik fermentasi sejak lama. Pengetahuan itu terus berkembang dan diwariskan lintas generasi.
Penelitian terbaru membantu ilmuwan memahami lebih jauh cara masyarakat China kuno membuat minuman beralkohol. Temuan ini membuka gambaran tentang sejarah kuliner mereka.
2. Botol Minuman Berusia 2.500 Tahun Ditemukan Masih Berisi Cairan
Peneliti menemukan botol minuman tertutup dari periode Negara-Negara Berperang, sekitar 475-221 SM. Botol itu berasal dari Negara Qin di China kuno.
Berbeda dari temuan sebelumnya yang hanya menyisakan jejak senyawa, botol ini masih berisi cairan cukup banyak. Kondisi tersebut memungkinkan analisis yang lebih mendalam.
Dari penelitian, ilmuwan mengidentifikasi 24 senyawa kimia dalam minuman tersebut. Hasilnya memberi petunjuk rinci tentang bahan dan proses pembuatannya.
(raf/adr)