Bukan Kebetulan, Minum Alkohol Ternyata Bikin Ngidam Keripik dan Makanan Asin

Bukan Kebetulan, Minum Alkohol Ternyata Bikin Ngidam Keripik dan Makanan Asin

Sonia Basoni - detikFood
Jumat, 12 Jun 2026 06:00 WIB
Seram! Hantu Ini Tertangkap Kamera Banting Gelas Bir di Restoran
Foto: Viral Press
Jakarta -

Kebiasaan ngemil makanan gurih setelah minum alkohol ternyata bukan sekadar soal selera, melainkan ada penjelasan ilmiah di baliknya. Berikut penjelasannya.


Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Obesity Reviews mengungkap bahwa konsumsiminuman alkohol seperti bir hingga winde diduga dapat memengaruhi hormon yang berkaitan dengan preferensi makanan, sehingga membuat seseorang lebih tertarik pada makanan gurih dibandingkan makanan manis.

Dilansir dari Fox News (11/06/2026), peneliti dari University of Sydney menjelaskan bahwa konsumsi minuman beralkohol kemungkinan meningkatkan kadar FGF21, hormon yang diketahui dapat meningkatkan preferensi terhadap rasa gurih atau umami sekaligus mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beli Segelas Bir, Pria Ini Tinggalkan Tip Sebesar Rp 42,2 JutaMinuman beralkohol. Foto: Facebook/Ist

Kondisi ini diduga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang memilih keripik, makanan ringan asin, atau hidangan gurih lainnya setelah minum alkohol.

Temuan tersebut didasarkan pada analisis sejumlah penelitian sebelumnya, termasuk survei terhadap lebih dari 9.000 orang dewasa di Australia.

ADVERTISEMENT

Hasilnya menunjukkan bahwa responden yang mengonsumsi minuman alkohol cenderung makan lebih banyak makanan gurih dan lebih sedikit makanan manis dibandingkan mereka yang tidak minum alkohol. Asupan makanan gurih juga meningkat pada hari-hari ketika responden mengonsumsi minuman beralkohol.

Peneliti menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi minuman alkohol dan memiliki pola makan tinggi makanan ultra-proses seperti keripik, lalu makanan rendah protein, serta tinggi lemak, mengonsumsi kalori 40% lebih banyak dari rekomendasi harian. Jumlah tersebut bahkan belum termasuk kalori yang berasal dari alkohol itu sendiri.

Menurut peneliti, kondisi ini dapat membantu menjelaskan mengapa hasil studi mengenai hubungan alkohol dan kenaikan berat badan selama ini sering berbeda-beda.

Pasalnya, dampak minuman alkohol terhadap total asupan kalori kemungkinan dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol.

Potato chips, delicious BBQ seasoning spicy for crips, thin slice deep fried snack fast food in open bag.Keripik. Foto: Getty Images/iStockphoto/sasirin pamai

Meski demikian, peneliti menjelaskan bahwa studi ini tidak secara langsung mengukur kadar hormon FGF21. Temuan yang ada masih berupa dugaan yang disusun berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dan data survei populasi.

Ahli gizi asal Ohio, Morgan Beemiller, mengaku tidak terkejut dengan hasil studi tersebut. "Alkohol diketahui memengaruhi berbagai sistem biologis dan perilaku yang berhubungan dengan keinginan makan," ujarnya.

Beemiller menjelaskan bahwa alkohol dapat mengubah sinyal pengatur nafsu makan, memengaruhi pikiran di otak, serta mengubah persepsi rasa.

Untuk mengurangi keinginan mengonsumsi makanan ultra-proses, ia menyarankan agar orang-orang makan terlebih dahulu sebelum minum alkohol.

"Sertakan protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat. Kombinasi ini membantu memperlambat penyerapan alkohol sekaligus mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tak sehat selanjutnya," jelasnya.

Selain itu, Beemiller menyarankan untuk menyiapkan pilihan camilan yang lebih sehat seperti kacang-kacangan, buah, keju, sayuran, hummus, atau telur rebus. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hidrasi dengan menyelingi konsumsi alkohol dan air putih.



(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads