Biar Nggak Lemas saat Puasa, Begini Cara Atur Makan yang Tepat
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Menjalani ibadah puasa tak hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bagaimana menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar.
Perubahan pola makan serta waktu istirahat membuat tubuh perlu beradaptasi dengan ritme baru. Karena itu, penting untuk memperhatikan asupan gizi sejak sahur hingga berbuka, sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau kondisi medis khusus perlu lebih waspada agar puasa tetap aman dijalankan.
Selain memilih makanan yang tepat, minum air putih yang cukup, kualitas tidur, serta aktivitas fisik ringan juga berperan besar dalam menjaga stamina.
Dengan pola makan seimbang dan kebiasaan yang terjaga, Ramadan dapat dijalani dengan lebih nyaman dan optimal. Berikut panduan pola makn sehat dan seimbang saat bulan Ramadan, dilansir dari BBC Good Food (26/02/2026).
1. Perhatikan Kondisi Tubuh
Bulan Ramadan. Foto: Getty Images/Drazen Zigic |
Berpuasa selama bulan suci Ramadan pada dasarnya aman bagi orang yang sehat. Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, puasa dapat menimbulkan risiko. Perubahan pola makan dan tidak adanya asupan selama berjam-jam memengaruhi kadar gula darah, sehingga penderita diabetes perlu berhati-hati.
Konsultasi dengan dokter sebelum Ramadan menjadi langkah penting bagi siapa pun yang memiliki riwayat penyakit kronis. Selain itu, sebagian orang dapat mengalami kelelahan, sakit kepala, atau pusing pada siang hari. Kondisi ini kerap terjadi pada mereka yang melewatkan waktu makan saat sahur.
2. Tidak Melewatkan Makan Sahur
makan sahur bareng keluarga Foto: Getty Images/Tirachard |
Menyiapkan tubuh untuk berpuasa sejak sahur menjadi kunci agar tetap bertenaga sepanjang hari. Puasa tanpa asupan cairan dalam waktu lama berisiko menyebabkan dehidrasi, sehingga penting untuk mencukupi kebutuhan air sejak malam hingga jelang imsak.
Kesalahan yang sering terjadi adalah banyak orang sengaja melewatkan sahur demi menambah waktu tidur. Padahal, sahur dengan menu makanan yang seimbang dapat membantu mencegah tubuh lemas, perubahan suasana hati, dan rasa lapar berlebihan.
Menu sahur sebaiknya mengandung protein, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat agar kadar gula darah tetap stabil.
Beragam pilihan dapat disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing, selama tetap mengutamakan gizi seimbang dan porsi yang tidak berlebihan. Hindari makanan yang pedas, gorengan, dan yang terlalu berminyak. Sebab konsumsinya dapat membuat tubuh tak nyaman saat berpuasa.
3. Apa yang Harus Dimakan saat Buka Puasa?
menu buka puasa sehat Foto: iStock |
Saat waktu berbuka tiba, tubuh memerlukan cairan dan energi secara bertahap. Mengawali berbuka puasa dengan sumber gula alami dan minuman yang cukup merupakan langkah yang dianjurkan karena membantu memulihkan kadar energi dengan cepat.
Sup hangat juga menjadi pilihan populer di berbagai negara karena mampu menggantikan cairan sekaligus memberikan asupan nutrisi dari sayuran, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Di beberapa budaya, buah segar kerap menjadi menu pembuka untuk memberikan energi alami.
Meski berbuka sering menjadi momen berkumpul yang meriah, penting untuk menghindari konsumsi makanan tinggi lemak, garam, dan gula secara berlebihan karena dapat menyebabkan tubuh terasa berat dan kurang bugar.
4. Cukupi Kebutuhan Tidur
Pola tidur saat Ramadan. Foto: Getty Images/golfcphoto |
Menjaga kesehatan selama Ramadan tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman. Pola tidur memiliki peran penting karena jadwal istirahat biasanya berubah akibat sahur dan ibadah malam.
Upayakan untuk memiliki waktu tidur yang konsisten dan membatasi penggunaan ponsel atau elektronik lainnya sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan juga membantu menjaga sirkulasi darah dan kebugaran tubuh tanpa menguras energi. Bagi yang terbiasa mengonsumsi teh atau kopi, sakit kepala ringan dapat muncul akibat penghentian kafein, tapi kondisi ini umumnya mereda setelah tubuh beradaptasi.
Yang terpenting, dengarkan sinyal tubuh dan beristirahatlah saat diperlukan agar menjalani ibadah puasa lebih lancar dan nyaman.
(sob/adr)
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih
-
AyamResep Soto Ayam Semarang Berkuah Bening Segar untuk Sahur
-
Resep Praktis3 Resep Kolak untuk Takjil Nikmat, Manisnya Bikin Nagih!
-
Resep PraktisResep Kentang Mustofa buat Stok Lauk Nikmat Selama Puasa




