5 Tips Pilih Menu Sahur agar Tubuh Tetap Energik Saat Puasa
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Sahur tak sekadar mengisi perut sebelum berpuasa, tetapi juga menjadi penentu stamina sepanjang hari. Panduan berikut ini bisa membuat perut kenyang lebih lama.
Pemilihan menu yang tepat saat sahur berperan penting agar tubuh tetap bertenaga, tidak mudah lapar, dan terhindar dari rasa lemas saat menjalankan ibadah puasa.
Kombinasi asupan nutrisi yang seimbang dapat membantu memperlambat proses pencernaan, menjaga kestabilan gula darah, sekaligus mempertahankan hidrasi tubuh hingga waktu berbuka tiba. Asupan yang kaya serat, cukup protein, serta dilengkapi lemak sehat diketahui mampu memberikan efek kenyang lebih lama.
Dengan memahami prinsip dasarnya, pola makan saat sahur bisa menjadi bekal optimal agar puasa terasa lebih ringan dan nyaman dijalani.
Dilansir dari Property Finder (20/02/2026), berikut lima panduan makan saat sahur agar tubuh tetap kenyang dan berenergi saat puasa.
1. Makanan dengan Karbohidrat Kompleks
Ilustrasi Nasi Merah Foto: Getty Images/iStockphoto/NNK |
Karbohidrat kompleks menjadi fondasi penting dalam menu sahur karena dicerna lebih lambat oleh tubuh. Proses cerna yang berlangsung perlahan membuat energi dilepaskan secara bertahap, sehingga membantu mencegah rasa lapar datang terlalu cepat di pagi atau siang hari.
Selain itu, kadar gula darah menjadi lebih stabil dan tidak mudah naik turun secara drastis. Sumber karbohidrat kompleks dapat diperoleh dari gandum utuh seperti roti gandum, nasi merah, quinoa, dan oat.
Umbi-umbian seperti ubi jalar dan sayuran akar lainnya juga kaya serat serta mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Jika dipadukan dengan protein, efek kenyangnya akan semakin optimal.
2. Perhatikan Sumber Protein saat Sahur
Poppy seed yoghurt dessert with honey and raspberries Foto: Getty Images/ollo |
Makanan yang mengandung protein tinggi berperan besar dalam meningkatkan rasa kenyang dan menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari. Mengonsumsi protein saat sahur terbukti membantu mengurangi rasa lapar yang muncul terlalu dini.
Pilihan sumber protein hewani antara lain telur, ikan, serta daging tanpa lemak. Bagi yang menginginkan menu lebih ringan, produk olahan susu seperti yoghurt hingga keju cottage dapat menjadi alternatif.
Sementara itu, protein nabati seperti lentil, kacang-kacangan, dan buncis juga efektif memberikan rasa kenyang, terutama jika diolah secara sederhana agar tetap mudah dicerna. Kombinasi protein dengan karbohidrat kompleks membuat tubuh lebih siap menjalani ibadah puasa.
3. Lemak Sehat
Alpukat. Foto: Getty Images/pilipphoto |
Selain karbohidrat dan protein, lemak sehat juga membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Lemak memperlambat proses pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama dalam sistem pencernaan.
Tak hanya itu, lemak sehat mendukung penyerapan nutrisi dan menjaga keseimbangan hormon tubuh. Sumber lemak sehat yang dapat ditambahkan dalam menu sahur antara lain alpukat, kacang almond, kenari hingga biji chia,
Minyak zaitun juga dapat dicampurkan ke dalam salad atau hidangan sayur dan biji-bijian. Meski bermanfaat, porsinya tetap perlu diperhatikan karena lemak cukup dikonsumsi dalam jumlah kecil untuk memberikan efek optimal.
4. Makanan Kaya Serat dan Tinggi Air
chicken soup Foto: Getty Images/iStockphoto/PicLeidenschaft |
Serat membantu memperlambat pencernaan sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna, sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
Di sisi lain, makanan yang kaya air membantu tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa dan mengurangi risiko rasa haus berlebihan. Buah-buahan seperti semangka, jeruk, dan beri mengandung air tinggi sekaligus vitamin yang menyegarkan.
Sayuran seperti mentimun, bayam, dan aneka sayuran hijau juga baik dikonsumsi saat sahur. Biji-bijian tinggi serat seperti oat dan barley, serta kacang-kacangan seperti lentil, turut mendukung pelepasan energi yang stabil. Kombinasi serat dan cairan membantu tubuh menjalani puasa dengan lebih nyaman, karena perut tak gampang lapar.
5. Tips Agar Tubuh Tak Gampang Lemas saat Puasa
Minum air putih. Foto: Getty Images/Prostock-Studio |
Menjaga hidrasi sama pentingnya dengan memilih makanan saat sahur, terutama ketika cuaca panas atau durasi puasa lebih panjang.
Minum air putih saja memang membantu, tetapi mengombinasikannya dengan makanan yang tepat dapat meningkatkan penyerapan cairan dan mengurangi rasa haus di siang hari.
Banyak ahli gizi menyarankan agar orang-orang minum dua hingga tiga gelas air saat sahur secara bertahap, bukan sekaligus. Pilihlah jenis makanan berkuah atau lembut untuk sahur agar mudah dicerna tubuh seperti yoghurt, susu, sup, buah, dan sayuran bening agar tubuh mampu mempertahankan hidrasi lebih lama.
Misalnya sup dengan kaldu ayam dan bumbu sederhana dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit tanpa kelebihan garam. Batasi minuman berkafein mendekati waktu sahur karena dapat memicu efek diuretik yang membuat tenggorokan terasa haus dan tubuh dehidrasi. Hindari pula makanan asin dan kering berlebihan saat sahur agar tidak mudah haus selama menjalankan ibadah puasa.
(sob/adr)
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih





