Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

5 Alasan Pentingnya Makan Sahur sebelum Berpuasa, Jangan Skip!

Diah Afrilian - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tips Makan Sahur
Foto: Istimewa
Jakarta -

Sahur tak sekadar membekali perut sebelum berpuasa seharian. Ternyata ada alasan penting di balik makan sahur yang disarankan untuk tidak dilewatkan.

Puasa selama Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, melainkan juga tentang bagaimana mempersiapkan tubuh agar mampu menjalani puasa dengan optimal.

Salah satu kunci utamanya adalah makan sahur, yang sering kali dianggap sepele. Padahal makan sahur punya peran besar dalam menjaga stamina sepanjang hari.

Sahur bukan sekadar pengganjal perut sebelum fajar. Makan saat sahur membantu tubuh menyimpan energi, menjaga kadar gula darah, serta mencegah dehidrasi seharian tanpa makan dan minum.

Berikut 5 alasan pentingnya makan sahur dilansir dari berbagai sumber:

SahurSahur menjadi waktu penting untuk memberikan asupan nutrisi sebelum berpuasa seharian. Foto: Getty Images/mgstudyo

1. Asupan Nutrisi

Sahur berperan sebagai sumber energi awal sebelum menjalani puasa panjang. Tubuh membutuhkan 'bekal' agar mampu beraktivitas tanpa asupan makanan dan minuman selama seharian penuh.

Nutrisi seimbang saat sahur membantu tubuh berfungsi optimal dan mencegah rasa lelah berlebihan. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum dicerna lebih lambat sehingga menyediakan energi yang dilepas bertahap.

Protein dari telur misalnya, membantu memperlambat pengosongan lambung. Tanpa sahur, tubuh memulai puasa dalam kondisi kosong sehingga cadangan energi lebih cepat habis.

2. Mengatur Kadar Gula Darah

Salah satu penyebab tubuh terasa lemas saat puasa adalah turunnya kadar gula darah secara drastis. Komposisi nutrisi yang tepat saat sahur menjaga sistem metabolisme dapat bekerja lebih stabil dalam mengatur energi.

Karbohidrat kompleks membantu menjaga gula darah tetap stabil tanpa lonjakan tajam yang cepat turun. Efek seperti tubuh yang lemas atau kantuk seharian dipengaruhi oleh kadar gula darah dalam tubuh.

Jika kadar gula darah terlalu rendah, gejala seperti pusing, gemetar, sulit konsentrasi, dan cepat lapar bisa muncul. Melalui makan sahur kondisi seperti ini akan lebih mudah dihindari.

3. Mencegah Dehidrasi

Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan haus. Sehingga asupan cairan saat sahur sangat penting untuk mengurangi risiko dehidrasi.

Kekurangan cairan dapat menyebabkan sakit kepala, tubuh terasa berat, hingga menurunnya konsentrasi. Minum air putih yang cukup saat sahur membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Buah-buahan kaya air seperti semangka dan kurma juga dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, konsumsi minuman berkafein berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat kehilangan cairan melalui urin.

Indonesian Muslim wife serving ketupat rice dumpling for family in the house. Traditional Muslim food during the celebration of Happy Lebaran, Eid Al Fitr, Idul Fitri, and Ramadan Mubarak celebrationMakan sahur juga berfungsi untuk menjaga fokus selama berpuasa. Foto: Getty Images/leolintang

4. Menjaga Fokus

Tubuh yang tercukupi nutrisinya cenderung lebih stabil secara fisik dan emosional. Saat energi cukup dan kadar gula darah terjaga, seseorang lebih mudah berkonsentrasi dan tidak cepat lelah.

Hal ini penting bagi yang tetap bekerja, belajar, atau menjalankan aktivitas padat selama Ramadan. Keseimbangan nutrisi saat sahur juga membantu menjaga suasana hati tetap stabil.

Tanpa asupan yang memadai, rasa lapar berlebihan dapat memicu emosi yang mudah tersulut dan menurunkan produktivitas. Salah satu makanan yang disarankan untuk menjaga fokus ialah dengan mencukupi asupan protein saat sahur.

5. Waktu Sahur yang Dianjurkan

Dalam ajaran Islam, waktu makan sahur dan berbuka puasa ada aturannya. Makan sahur dianjurkan untuk dilakukan mendekati akhir waktu atau menjelang subuh.

Sahur yang dilakukan lebih dekat dengan waktu Subuh membantu tubuh mendapatkan manfaat maksimal dari asupan makanan dan cairan. Selain mengikuti sunnah, sahur di waktu yang mendekati imsak juga membuat energi lebih segar saat puasa dimulai.

Sebab durasi tubuh berpuasa takkan terlalu panjang jika dibandingkan dengan makan sahur yang lebih awal. Selain itu, ketika berbuka puasa juga dianjurkan untuk disegerakan agar jarak dengan waktu makan terakhir tidak tertunda lebih panjang.

(dfl/adr)