5 Insiden Heboh di Bazar Ramadan, Harga Mahal hingga Makanan Penuh Belatung
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Meriahnya bazar ramadan ternyata tak terlepas dari kekecewaan pelanggan. Ada beberapa insiden mengecewakan, mulai dari makanan mahal hingga busuk.
Ramadan juga diramaikan dengan kehadiran bazar ramadan. Hampir setiap hari ada saja kumpulan pedagang yang menawarkan menu berbuka puasa yang variatif.
Di Indonesia, kehadiran bazar ramadan kerap dimanfaatkan sebagai ajang 'ngabuburit' atau menghabiskan waktu menunggu buka puasa. Namun beberapa insiden yang mengecewakan justru terjadi di area bazar ramadan.
Salah satunya ialah harga makanan dipatok mahal karena dianggap sebagai aji mumpung oleh penjual makanan. Ada juga yang dibuat kecewa gegara kualitas makanan yang dijual tak layak makan.
Berikut 5 insiden mengecewakan di bazar ramadan:
Nyesel! Wanita Ini Kaget Ditagih Hampir Rp 470 Ribu di Bazar Ramadan Foto: Weird Kaya |
1. Kaget Ditagih Hampir Rp 470 Ribu
Seorang wanita membagikan pengalamannya yang mengejutkan usai berbuka puasa di bazar ramadan. Ia ia ditagih hampir Rp 470 ribu hanya untuk tiga jenis makanan pesanannya.
Tagihan tersebut berasal dari pembelian 100 gram brisket daging sapi, seporsi Mac and Cheese, dan 100 gram iga sapi. Keluhan itu diunggah ke media sosial Threads oleh pemilik akun @rabiadawiah, yang menyebut pembelian tersebut sebagai "makanan paling mubazir."
Pengunggahnya juga menyebut harganya tak sepadan dengan porsi yang cenderung sedikit untuk setiap sajian makanan. Namun keluhannya justru menuai kontroversi, sebab banyak netizen menilai menu yang dipesannya memang makanan mahal.
2. Ayam Goreng Penuh Belatung
Seorang perempuan asal Malaysia mengalami kejadian menyenangkan saat membeli nasi ayam di bazar Ramadan di Taman Jana, Taiping. Ketika dibuka, ayam goreng yang dibelinya ternyata penuh dengan belatung yang menggeliat.
Kejadian ini viral di media sosial setelah ia membagikan video pengalaman tersebut di akun TikTok pribadinya. Belatung yang masih bergerak aktif terlihat jelas saat potongan ayam digelar.
Ia menyampaikan rasa sedihnya karena niat hati mendukung pedagang kecil, justru berakhir dengan makanan yang tidak layak konsumsi. Unggahan tersebut juga memicu beragam reaksi dari netizen yang mengecam ketidak jujuran penjual tersebut.
3. Pedagang di Bazar Ramadan Didenda gegara Sandal
Seorang pedagang makanan di bazar Ramadan di Kuala Ping, Hulu Terengganu, Malaysia, dijatuhi denda sekitar Rp 1,5 juta. Alasannya gegara ia mengenakan sandal saat berjualan dan melayani pelanggannya.
Ia dianggap melanggar peraturan kebersihan dan keselamatan makanan yang mengharuskan pedagang memakai alas kaki layak. Tujuannya serta merta untuk mencegah kontaminasi tanah atau lantai yang masuk ke dalam makanan.
Peristiwa itu terjadi saat petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rutin di area bazar pada 5 Maret 2025. Hakim di Pengadilan Magistrat Kuala Berang menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar RM 300 (sekitar Rp 1,5 juta).
Viral! Spanduk Bazar Ramadan Ingatkan Influencer Beri Ulasan Sopan Foto: Threads @hgfiz |
4. Peringatan bagi Influencer di Bazar Ramadan
Sebuah spanduk di bazar Ramadan di Kampong Glam, Singapura, menarik perhatian banyak pengunjung karena bukan berisi promosi makanan. Melainkan imbauan kepada para influencer agar memberikan ulasan kuliner dengan sopan dan hormat.
Spanduk itu bertuliskan pesan bahwa seseorang harus menjadi "manusia dahulu dan influencer kemudian". Maksudnya menekankan pentingnya etika dalam membuat konten ulasan makanan.
Imbauan ini muncul karena banyaknya influencer makanan yang datang ke bazar untuk mencicipi hidangan dan kemudian memberikan kritik yang terlalu pedas. Penyelenggara bazar berharap agar ulasan yang dibuat tidak merugikan pedagang lokal dan diminta menyampaikannya langsung kepada pemilik kios.
5. Keluhan Pastel Mahal Rp 43 Ribu per Porsi
Di sebuah bazar Ramadan di Malaysia, harga pastel atau curry puff menjadi sorotan lantaran dijual Rp 43.000 untuk satu porsi berisi 3-4 buah. Harganya dinilai terlalu mahal oleh pengunjung yang datang.
Beberapa pelanggan bahkan mengajukan aduan ke Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup (KPDN). Kejadian ini ramai disoroti di media sosial setelah foto dan komentar tentang harga pastel viral.
Namun terjadi perdebatan atas isu tersebut. Ada netizen yang justru membela pedagang pastel sebab menilai pastel yang dijual butuh teknik khusus dan lebih rumit untuk membuatnya.
(dfl/adr)
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih


