Ini Bedanya Oven Konveksi dan Oven Konvensional buat Panggang Kue
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Momen Idul Fitri terasa semakin spesial dengan kehadiran kue-kue lebaran. Tak melulu harus beli di luar, kue lebaran juga bisa dibuat sendiri di rumah. Sayangnya banyak orang mengalami kesulitan dalam proses pemanggangan.
Sebab, jenis oven yang dipakai sangat berpengaruh. Di antara banyak jenis, ada dua oven yang sering dianggap sama, yaitu oven konveksi dan konvensional. Padahal oven ini punya fungsi yang berbeda dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Supaya hasil kue lebaran tidak gagal, kenali perbedaan oven konveksi dan konvensional, seperti dilansir dari foodnhotelasia.com (21/4/2025) :
1. Oven konveksi
Jenis oven konveksi disebut lebih canggih dan cocok untuk buat kue kering lebaran. Foto: YouTube Chef Yongki Gunawan |
Oven konveksi dapat dibilang lebih canggih karena mampu meningkatkan sirkulasi panas dan efisiensi memasak.
Oven ini menggunakan kipas (blower) dan sistem pembuangan terintegrasi untuk mendistribusikan udara panas secara merata pada makanan. Pergerakan udara yang konstan menghilangkan titik panas dan dingin, sehingga memastikan hasil masakan konsisten.
Distribusi panas yang merata juga membuat oven ini bisa memasak makanan lebih cepat dan efisien.
Diungkap dalam YouTube chef Yongki Gunawan (11/3/2023), memanggang kue menggunakan oven ini dapat membuat kandungan air pada kue keluar, sehingga tekstur kue menjadi kering. Oleh karena itu, oven konveksi lebih cocok digunakan untuk memanggang kue sus, kue kering, puff pastry, hingga roti baguette.
2. Oven konvensional
Sedangkan oven konvensional menggunakan elemen pemenas alami yang mengatur suhu bertahap. Foto: YouTube Chef Yongki Gunawan |
Oven konvensional merupakan jeni oven tradisional yang sering ditemukan di dapur rumah tangga. Oven ini menggunakan elemen pemanas di bagian atas dan bawah yang secara bertahap menghangatkan udara dalam oven serta memasak makanan dari luar.
Oven konveksi tidak menggunakan kipas untuk mengedarkan udara, artinya distribusi panas bergantung pada aliran udara alami.
Karena suhunya statis, oven ini dapat mengalami titik panas dan dingin yang berubah-ubah terutama jika sering ditutup buka atau isian terlalu penuh. Hal tersebut dapat menyebabkan pemanggangan tidak merata atau konsisten.
Terlepas dari kekurangan itu, oven ini sebenarnya ideal untuk beberapa resep kue yang lembut, seperti souffle atau cake.
3. Perbedaan utama oven konveksi dan oven konvensional
Memilih oven konvensional dan konveksi dapat berdampak signifikan dalam pengalaman memasak.
Perbedaan paling utama ada pada distribusi panasnya. Oven konvensional mengandalkan aliran panas alami, sedangkan oven konveksi menggunakan blower atau kipas dan sistem pembuangan terintegrasi. Hal ini pun membuat oven konveksi jauh lebih berguna untuk memanggang kue sekaligus.
Memasak degan oven konveksi juga jauh lebih cepat dan efisien karena sirkulasi panas lebih baik. Bahkan makanan bisa matang sekitar 25% lebih cepat dibandingkan memasak pakai oven konvensional.
Namun jika ingin menggunakan oven konveksi, perhatikan suhunya. Beberapa resep menyarankan untuk mengurangi suhu saat menggunakan oven konveksi untuk mencegah gosong.
Oven konveksi pun jauh lebih baik digunakan jika kamu ingin membuat kue kering lebaran. Karena distribusi panasnya merata serta dapat menghasilkan tekstur renyah sempurna dan mempercepat waktu panggang.
Tetapi jika kamu ingin memanggang roti, lebih disarankan menggunakan oven konvensional. Sebab lingkungan panas stabil membuat adonan mengembang merata tanpa memengaruhi kadar airnya.
(aqr/adr)
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih


